Apa Itu Perayaan Malam Suro? Ritual Sakral Ini Wajib Diketahui Masyarakat Jawa

Minggu, 14 Juni 2026 | 06:30 WIB
Apa Itu Perayaan Malam Suro? Ritual Sakral Ini Wajib Diketahui Masyarakat Jawa

ILUSTRASI. Malam 1 Suro (Dok./Freepik)


Sumber: Kementerian Kebudayaan  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Mengenal apa itu malam suro jelang pergantian Tahun Baru Islam. Menjelang pergantian Tahun Baru Islam dan Tahun Baru Jawa, masyarakat di berbagai daerah di Pulau Jawa mulai bersiap menyambut datangnya Malam Suro.

Malam yang dianggap sakral ini memiliki makna penting dalam tradisi dan budaya Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bagi masyarakat Jawa, Malam Suro bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum untuk melakukan refleksi diri, doa, dan berbagai ritual budaya yang sarat nilai filosofis.

Baca Juga: Warga Jabar Wajib Tahu! BMKG Rilis Cuaca Hari Ini Jumat (8/5), Hindari Kejutan!

Apa Itu Malam Suro?

Melansir laman Kemenbud RI, Malam Suro adalah malam menjelang tanggal 1 Suro dalam penanggalan Jawa. Tanggal 1 Suro bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah, sehingga keduanya sama-sama menandai awal tahun baru.

Dalam tradisi Jawa, bulan Suro dipandang sebagai bulan yang istimewa dan penuh makna spiritual. Karena itu, masyarakat Jawa umumnya mengisi Malam Suro dengan kegiatan yang bersifat religius, budaya, maupun sosial.

Sebagian masyarakat meyakini bahwa Malam Suro merupakan waktu yang tepat untuk introspeksi, memperbanyak doa, serta mendekatkan diri kepada Tuhan.

Baca Juga: Kapan Malam 1 Suro 2026? Jadwal Lengkap dan Rangkaian Kegiatan Tradisi Spiritual

Kapan Malam Suro 2026?

Berdasarkan kalender Hijriah, 1 Muharram 1448 H jatuh pada 16 Juni 2026. Dengan demikian, Malam Suro berlangsung sejak matahari terbenam pada 15 Juni 2026 hingga menjelang fajar 16 Juni 2026.

Pada malam tersebut, berbagai kegiatan budaya dan keagamaan biasanya digelar di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Tradisi Malam Suro di Jawa

Setiap daerah memiliki cara berbeda dalam menyambut Malam Suro. Meski demikian, terdapat sejumlah tradisi yang umum dilakukan masyarakat Jawa.

1. Tirakatan

Tirakatan merupakan kegiatan yang paling identik dengan Malam Suro.

Kegiatan ini biasanya dilakukan dengan:

  • Berdoa bersama.
  • Membaca tahlil atau dzikir.
  • Muhasabah atau introspeksi diri.
  • Mendengarkan ceramah keagamaan.
  • Begadang hingga larut malam sebagai bentuk laku spiritual.

Di banyak desa dan kampung di Jawa, tirakatan masih menjadi tradisi yang rutin dilakukan setiap Malam Suro.

Baca Juga: Wanita Wajib Tahu! Ini 5 Makanan yang Sering Menyebabkan Kista

2. Kirab Pusaka

Di sejumlah keraton dan pusat kebudayaan Jawa, Malam Suro identik dengan tradisi kirab pusaka. Pusaka-pusaka kerajaan diarak sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah, budaya, dan nilai-nilai leluhur.

Kirab biasanya menarik perhatian masyarakat karena melibatkan berbagai kelompok seni, abdi dalem, serta iringan musik tradisional.

3. Mubeng Benteng

Tradisi ini terkenal di kawasan Keraton Yogyakarta. Peserta berjalan mengelilingi benteng keraton dalam keadaan hening tanpa berbicara. Tradisi tersebut dimaknai sebagai sarana pengendalian diri dan refleksi spiritual.

4. Larung Sesaji

Di beberapa daerah pesisir dan kawasan sekitar danau atau waduk, masyarakat menggelar tradisi larung sesaji.

Kegiatan ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki dan keselamatan yang telah diberikan selama setahun terakhir.

5. Doa Bersama dan Pengajian

Banyak masjid, musala, pondok pesantren, dan komunitas masyarakat mengadakan doa akhir tahun dan doa awal tahun Hijriah.

Kegiatan ini menjadi bentuk penyambutan Tahun Baru Islam yang lebih bernuansa religius.

Baca Juga: Apa Peringatan Setiap 24 Desember? Ada Malam Natal hingga Hari Belanja

Kegiatan Penting Malam Suro di Jawa

Beberapa kegiatan yang sering menjadi agenda tahunan di berbagai daerah Jawa antara lain:

Kegiatan Daerah
Kirab Pusaka Keraton Solo dan Yogyakarta
Mubeng Benteng Yogyakarta
Tirakatan dan doa bersama Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY
Larung sesaji Pantai Selatan Jawa dan sejumlah kawasan pesisir
Pengajian Tahun Baru Islam Berbagai daerah di Pulau Jawa
Festival budaya Suro Sejumlah kota dan kabupaten di Jawa

Setiap daerah memiliki variasi acara yang berbeda sesuai tradisi dan budaya setempat.

Baca Juga: Wajib Tahu! Cara Mencari SPKLU Terdekat dari Lokasi untuk Mudik Lebaran 2026

Mitos yang Berkembang di Bulan Suro

Dalam masyarakat Jawa dikenal sejumlah mitos terkait bulan Suro, seperti larangan menggelar pesta pernikahan, pindah rumah, atau memulai usaha baru.

Namun, pandangan tersebut merupakan bagian dari tradisi budaya yang berkembang di masyarakat dan tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Banyak masyarakat modern yang tetap menjalankan aktivitas seperti biasa pada bulan Suro.

Karena itu, Malam Suro lebih tepat dimaknai sebagai momentum refleksi diri, pelestarian budaya, dan peningkatan ibadah.

Makna Malam Suro bagi Masyarakat Jawa

Di balik berbagai tradisi yang menyertainya, Malam Suro mengandung pesan penting tentang introspeksi, rasa syukur, dan penghormatan terhadap warisan budaya.

Bagi sebagian masyarakat Jawa, malam tersebut menjadi waktu untuk mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir sekaligus memanjatkan harapan untuk tahun yang baru.

Karena itu, hingga kini Malam Suro tetap menjadi salah satu tradisi budaya yang paling dikenal dan masih dilestarikan oleh masyarakat di berbagai daerah di Pulau Jawa.

Tonton: Manfaat Ikan Tuna untuk Kesehatan! Bantu Jaga Jantung, Turunkan Berat Badan, Kurangi Risiko Kanker

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru