Mengenal tradisi dan sejarah Lebaran Ketupat di Jawa

Kamis, 13 Mei 2021 | 09:05 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Mengenal tradisi dan sejarah Lebaran Ketupat di Jawa

KONTAN.CO.ID -  Umat Islam di Indonesia memiliki tradisi di masing-masing daerah untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri.  Salah satunya masyarakat Jawa yang terbiasa melaksanakan Lebaran ketupat. 

Orang Jawa umumnya mengenal dua kali pelaksanaan Lebaran, yaitu Idul Fitri dan Lebaran ketupat. Idul Fitri dilaksanakan tepat pada tanggal 1 Syawal, sedangkan Lebaran ketupat adalah satu minggu setelahnya, tepatnya pada 8 Syawal.

Tradisi Lebaran ketupat diselenggarakan pada hari ke delapan bulan Syawal setelah menyelesaikan puasa Syawal selama 6 hari. 

Hal ini berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umat Islam untuk berpuasa sunnah 6 Hari di bulan Syawal.

Lantas, seperti apa sejarah Lebaran Ketupat?

Baca Juga: Jelang lebaran, Aprobi salurkan 1.000 paket sembako di Jabodetabek

Sejarah Lebaran Ketupat di Jawa 

Dikutip dari laman NU online, sejarah Lebaran ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga adalah salah satu dari sembilan wali atau Walisongo yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. 

Saat itu, Sunan Kalijaga memperkenalkan dua istilah Bakda kepada masyarakat Jawa, Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. 

Bakda Lebaran dimulai dari prosesi pelaksanaan salat Ied satu Syawal hingga tradisi saling kunjung dan memaafkan sesama muslim. Sementara Bakda Kupat dirayakan seminggu sesudah Lebaran. 

Saat Lebaran Ketupat, masyarakat muslim Jawa umumnya membuat ketupat, yaitu jenis makanan yang dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa (janur) yang dibuat berbentuk kantong, kemudian dimasak.

Baca Juga: Antisipasi kenaikan konsumsi, Pertamina siapkan tabung LPG 3 kg tambahan di Sulawesi

Setelah masak, ketupat tersebut diantarkan ke kerabat terdekat dan kepada mereka yang lebih tua. Tujuan Lebaran Ketupat adalah sebagai simbol kebersamaan dan lambang kasih sayang.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, terdapat aneka macam bentuk ketupat yang dimiliki tiap-tiap daerah yang juga memiliki arti dan maksud tersendiri. 

Di antaranya ketupat bawang khas Madura, ketupat ini berbentuk persegi empat dan dianggap sebagai ketupat penyedap, sebagaimana bumbu masak berupa bawang. 

Lalu, ketupat glabed yang berasal dari Tegal. Kupat glabed adalah ketupat yang dimakan dengan kuah berwarna kuning kental.  Sedangkan penamaan ketupat ini pun berasal dari ucapan orang Tegal yang mengekspresikan kekentalan kuah ketupat tersebut dengan istilah glabed-glabed-glabed. 

Juga ada  ketupat bebanci khas Betawi. Ketupat ini disantap dengan kuah santan berisi daging sapi dan diberi aneka bumbu seperti kemiri, bawang merah, bawang putih, cabai, dan rempah-rempah.

Selanjutnya: Jelang Lebaran, Kemenhub: Mobilitas masyarakat moda udara, laut, kereta api turun 77%

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru