Ramai Kode ACAB & 1312 Setelah Insiden Brimob dengan Ojol, Ini Penjelasannya

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 04:36 WIB Sumber: Kompas.com
Ramai Kode ACAB & 1312 Setelah Insiden Brimob dengan Ojol, Ini Penjelasannya

ILUSTRASI. Sejumlah warga mengusung keranda jenazah korban insiden pada Aksi 28 Agustus, Affan Kurniawan di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (29/8/2025). Pengemudi ojek online Affan Kurniawan meninggal dunia usai terlindas mobil rantis Brimob saat Aksi 28 Agustus. ANTARA FOTO/Fauzan


KONTAN.CO.ID - Slogan ACAB dan kode 1312 ramai disebut-sebut di media sosial seusai insiden pengemudi ojek online (ojol) dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. 

Diketahui, pengemudi ojol Affan Kurniawan (20) tewas setelah dilindas rantis Brimob saat aksi demo di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). 

Sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, namun korban dinyatakan meninggal setelah menjalani perawatan selama beberapa jam. 

Sebelum ramai pasca-peristiwa rantis lindas driver ojol, slogan ACAB dan kode 1312 sudah digunakan di berbagai ruang publik di seluruh dunia. 

Lantas, apa arti slogan ACAB dan kode 1312? 

Makna kode ACAB dan 1312

Dilansir dari Kompas.com, (5/10/2022) ACAB adalah akronim dari "All Cops are Bastards" yang berarti "Semua Polisi adalah Bajingan". 

Slogan ini dipakai untuk mengekspresikan protes dan kekecewaan terhadap perilaku polisi yang tidak etis dan melanggar aturan. Akronim ACAB biasanya sering kali dijumpai dalam bentuk tato di tubuh narapidana Inggris Raya. 

Kode slogan ini kemudian berkembang dan populer di dunia penggemar olahraga terutama sepak bola di Inggris, sebelum menyebar ke seluruh dunia. 

Baca Juga: Pinjaman Online Aman? OJK Sarankan Pakai Pindar, Bukan Pinjol

Sama seperti ACAB, kode 1312 juga merupakan tanda antipati dan ekspresi protes terhadap polisi. Kode 1312 adalah bentuk numerik dari ACAB yang dibaca menurut deretan alfabet, yakni, 1=A, 3=C, 1=A, 2=B. 

Munculnya 1312 sebagai alternatif dari larangan penggunaan kode ACAB di beberapa negara. 

Diketahui bermula dari Inggris 

Tidak diketahui secara pasti dari mana asal-usul istilah ACAB. Namun, kode ini dipercaya muncul di Inggris pada paruh pertama abad ke-20. Selain itu, frasa "All Corps are Bastards" disebut pertama kali digunakan oleh pekerja yang mogok pada 1940-an. 

Dalam versi berbeda, ACAB pertama kali muncul di publik saat seorang jurnalis Newscastle, Eric Partridge, menghabiskan malam di penjara pada 1977 dan mendokumentasikan ACAB di dinding penjara. 

Dia kemudian menuliskannya dalam buku The Dictionary of Catchphrases, dan menyebut bahwa akronim ACAB sudah ada sejak awal 1970-an. 

Kendati demikian, Partridge mengaku mendengar arti dari ungkapan itu dari sebuah lagu 1920-an, all coppers are bastards (semua tembaga adalah bajingan). 

Tonton: Dua Rutan Milik KPK Penuh, Tahanan Ditempatkan di Ruang Isolasi

Frasa ini, ia sebut, telah ada sejak abad ke-20 dan digunakan oleh para penjahat. Sejak itu, ACAB menjadi singkatan untuk "Semua Polisi adalah Bajingan". 

Tak hanya di Inggris, ACAB dan 1312 juga menghiasi protes terhadap polisi hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ramai Kode ACAB dan 1312 Seusai Rantis Brimob Lindas Driver Ojol, Apa Itu?"

Selanjutnya: Destiny Rising PC: Cara Download dan Link Resmi Serta Panduan Cara Main

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Serba Gratis 29-31 Agustus 2025, Beli 1 Gratis 1 Aneka Minuman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru