Apa Itu Full Hunter Moon? Bulan Purnama Oktober 2022 Segera Mencapai Puncaknya

Kamis, 06 Oktober 2022 | 10:56 WIB Sumber: CNET
Apa Itu Full Hunter Moon? Bulan Purnama Oktober 2022 Segera Mencapai Puncaknya

ILUSTRASI. Apa Itu Full Hunter Moon? Bulan Purnama Oktober 2022 Segera Mencapai Puncaknya


KONTAN.CO.ID - Apa itu Full Hunter Moon? Mengenal fenomena bulan purnama Oktober 2022 yang segera mencapai puncaknya dalam waktu dekat. Mau lihat fenomena Full Hunter Moon di bulan Oktober 2022 ini? Yuk simak dulu beberapa informasi menariknya.

Hunter Moon atau Bulan Pemburu adalah sebutan untuk fenomena purnama setiap bulan Oktober. Mengapa disebut demikian?

Dikutip dari laman resmi Edukasi Sains Antariksa LAPAN, purnama Oktober atau Bulan Pemburu (Hunter's Moon) merujuk pada penduduk asli Amerika yang melakukan perburuan guna mengumpulkan perbekalan menghadapi musim dingin.

Penamaan lainnya merujuk pada daun pepohonan yang gugur di musim gugur dan darah yang berceceran di tanah sebagai bekas berburu oleh hewan buruan yang telah digemukkan.

Seperti yang kita ketahui, bulan Purnama kerap kali terjadi sekitar sebulan sekali. Tetapi ketika mendekati ekuinoks musim gugur di belahan Bumi utara, pengamat langit akan melihat penampakan Bulan yang terlihat lebih besar dan penuh untuk beberapa malam berturut-turut.

Kabar baiknya, pemandangan langit yang menarik ini bakal Anda lihat dalam waktu dekat.

Bulan purnama di New York

Baca Juga: Moon Phase atau Fase Bulan Oktober 2022, Kapan Bisa Melihat Bulan Purnama?

Dilansir dari CNET (06/10/2022), mulai Jumat malam mendatang, Anda dapat pergi ke luar sekitar satu jam sebelum Matahari terbenam dan melihat ke arah ufuk timur.

Beberapa sumber mengatakan bahwa waktu terbaik untuk melihat fenomena Full Hunter Moon ini adalah hari Minggu, 9 Oktober 2022 pada malam hari. Meskipun demikian, penampakan Full Hunter Moon ini bakal seperti Harvest Moon pada September lalu.

Di mana Hunter Moon bakal terlihat dalam beberapa malam berturut-turut.

Salah satu hal yang menarik dari Full Hunter Moon adalah penampakannya yang terlihat lebih terang.

Ketika Bumi berada di titik terdekatnya dalam orbitnya dengan Matahari, sinar yang dipantulkan ke Bulan sedikit lebih kuat. Hal inilah yang menyebabkan penampakan Bulan Purnama Oktober ini tampak lebih terang.

Tidak hanya itu saja, ilusi optik juga menyebabkan penampakan bulan Purnama Hunter Moon ini terlihat sangat besar saat terbit di cakrawala di malam hari.

Bicara soal penampakan, Full Hunter Moon ini juga terlihat lebih oranye dari biasanya. Apalagi saat berada cukup renddah di langit.

Baca Juga: Misi DART Menabrak Asteroid Sebagai Upaya Uji Pertahanan Planet yang Pertama di Dunia

Ini merupakan efek berbeda yang berkaitan dengan fakta bahwa kita mengamatinya melalui lebih banyak atmosfer saat berada di dekat cakrawala. Partikel di udara menyebarkan cahaya dan memberikan warna kuning, oranye atau kemerahan.

Apabila terdapat asap atau polusi uadra di sekitarnya, efek yang terlihat jauh lebih dramatis.

Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk melihat fenomena Bulan Purnama Full Hunter Moon ini?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Arif Budianto

Terbaru