KONTAN.CO.ID - Simak arti Imsak yang muncul dalam jadwal sholat selama Ramadan. istilah yang sangat familiar di kalangan umat Islam saat menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Secara bahasa, kata "imsak" berasal dari akar bahasa Arab "amsaka" (أمسك) yang berarti menahan, berhenti, atau menahan diri.
Dalam konteks puasa, imsak merujuk pada waktu berhenti makan dan minum sahur atau batas akhir bagi orang yang sedang sahur untuk menghentikan aktivitas makan-minum sebelum masuk waktu Subuh.
Dengan kata lain, imsak adalah tanda bahwa sahur harus segera dihentikan agar puasa tetap sah dan tidak terkena batal karena masih makan/minum setelah waktu Subuh.
Baca Juga: Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 lewat Aplikasi Pintar BI, Ini Jadwalnya
Waktu Imsak Menurut Syariat Islam
Menurut mayoritas ulama dari empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali), waktu imsak adalah sekitar 10 menit sebelum masuk waktu Subuh (sebelum terbit fajar shadiq atau fajar kedua).
Penambahan 10 menit ini bersifat kehati-hatian (ihtiyath) agar tidak ada risiko makan/minum setelah waktu Subuh yang akan membatalkan puasa.
Dasar utamanya adalah hadis Rasulullah SAW: "Makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar" (HR. Bukhari dan Muslim).
Fajar shadiq (fajar kedua) adalah waktu resmi masuk Subuh, sehingga imsak ditetapkan lebih awal untuk mencegah kesalahan perhitungan atau keterlambatan.
Baca Juga: Cara Daftar Mudik Gratis DKI Jakarta 2026, Cek Jadwal dan Lokasi Tujuan
Dalam praktik di Indonesia, Kementerian Agama RI dan Muhammadiyah menetapkan waktu imsak dengan selisih 10 menit sebelum Subuh berdasarkan hisab astronomi dan rukyatul hilal, sehingga jadwal imsakiyah yang beredar di masjid, aplikasi, atau situs resmi sudah memperhitungkan margin aman ini.
Hukum makan/minum setelah imsak: Tidak haram (boleh), asalkan masih sebelum waktu Subuh. Namun, lebih utama (sunnah) untuk berhenti makan/minum pada waktu imsak agar lebih hati-hati dan mengikuti sunnah kehati-hatian Rasulullah SAW.
Hukum melanjutkan makan setelah imsak: Jika seseorang masih makan/minum setelah waktu imsak tapi sebelum Subuh, puasanya tetap sah karena batas batalnya adalah masuk waktu Subuh, bukan imsak. Namun, ini kurang dianjurkan karena bisa menimbulkan keraguan.
Hukum jika terlanjur makan setelah Subuh: Puasa batal dan wajib qadha (mengganti) serta membayar fidyah saat disengaja.
Baca Juga: Tema Hari Peduli Sampah Nasional 2026: Ajak Semua Bergerak Bersihkan Negeri
Cara Menghitung dan Mengamati Waktu Imsak
Waktu imsak dihitung berdasarkan:
- Hisab astronomi (perhitungan posisi matahari dan fajar shadiq) oleh lembaga seperti Kemenag, Muhammadiyah, atau observatorium.
- Rukyatul hilal (pengamatan hilal) untuk awal Ramadan, lalu dilanjutkan dengan hisab untuk jadwal harian.
Contoh jadwal imsak di beberapa kota (perkiraan 1 Ramadan 1447 H / 19 Februari 2026 versi Kemenag):
- Banda Aceh: Imsak 05:28 WIB, Subuh 05:38 WIB
- Medan: Imsak 05:13 WIB, Subuh 05:23 WIB
- Palembang: Imsak 04:50 WIB, Subuh 05:00 WIB
- Bandung: Imsak 04:28 WIB, Subuh 04:38 WIB
Tips Praktis Saat Imsak, pastikan untuk setel alarm 5–10 menit sebelum waktu imsak agar bisa menyelesaikan makan/minum dengan tenang.
Anda dapat menghindari makan berat menjelang imsak agar tidak kaget saat berhenti tiba-tiba.
Selanjutnya: Promo Indomaret 19-25 Februari 2026, Kecap & Deterjen Spesial Paling Murah
Menarik Dibaca: Kerja Fleksibel Bukan Sekadar Tren, Ini Dampaknya bagi Pekerja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News