Daftar Negara dengan Puasa Tercepat dan Terlama: Ada yang Hanya 11 Jam!

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:54 WIB
Daftar Negara dengan Puasa Tercepat dan Terlama: Ada yang Hanya 11 Jam!

ILUSTRASI. Ekonomi Australia (REUTERS/JEREMY PIPER)


Sumber: Reuters  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Cek daftar negara dengan durasi puasa Ramadan tercepat dan terlama di dunia. Kondisi negara dengan faktor garis lintang (latitude) dan musim di belahan bumi utara/selatan mempengaruhi lamanya waktu puasa.

Melansir dari Reuters, durasi puasa dihitung dari waktu imsak/subuh (fajar) hingga maghrib (terbenam matahari), sehingga berbeda signifikan antar negara.

Pada Ramadan 1447 H / 2026 M (dimulai sekitar 18–19 Februari 2026), durasi puasa global relatif lebih seimbang dibanding tahun-tahun sebelumnya karena jatuh di musim dingin utara (hari pendek) dan musim panas selatan (hari panjang).

Baca Juga: Peringatan Hari Besar 19 Februari: 5 Peristiwa Penting yang Wajib Diketahui

Negara dengan Puasa Terlama (Durasi Paling Panjang)

Wilayah di belahan bumi selatan (Southern Hemisphere) mengalami hari lebih panjang saat Ramadan 2026, sehingga puasa bisa mencapai 14–15 jam atau lebih pada hari-hari awal.

Beberapa contoh negara/kota dengan durasi terlama (berdasarkan perkiraan hisab dan data astronomi 2026):

  • Christchurch, Selandia Baru sekitar 15 jam 22 menit (salah satu yang terpanjang).
  • Puerto Montt, Chile sekitar 15 jam 13 menit.
  • Canberra, Australia sekitar 14 jam 48 menit.
  • Montevideo, Uruguay / Buenos Aires, Argentina sekitar 14 jam 42 menit.
  • Johannesburg, Afrika Selatan sekitar 14 jam 13 menit.

Di wilayah lintang tinggi selatan (dekat Kutub Selatan), durasi bisa lebih panjang lagi, meski populasi Muslim di sana relatif kecil.

Baca Juga: Cara Daftar Mudik Gratis DKI Jakarta 2026, Cek Jadwal dan Lokasi Tujuan

Negara dengan Puasa Tercepat (Durasi Paling Pendek)

Wilayah di belahan bumi utara (Northern Hemisphere) mengalami hari pendek pada musim dingin Februari 2026, sehingga puasa hanya sekitar 11–13 jam.

Beberapa contoh negara/kota dengan durasi tercepat:

  • Helsinki, Finlandia sekitar 11 jam 44 menit.
  • Moskow, Rusia sekitar 11 jam 44 menit.
  • Oslo, Norwegia sekitar 11 jam 51 menit.
  • Stockholm, Swedia sekitar 11 jam 52 menit.
  • Paris, Prancis atau Reykjavik, Islandia sekitar 11–12 jam (di kota-kota utara Eropa dan Rusia).

Di wilayah lintang sangat tinggi (seperti utara Norwegia, Greenland, atau Islandia bagian utara), durasi puasa bisa lebih pendek lagi (bahkan di bawah 12 jam pada awal Ramadan), karena matahari terbit terlambat dan terbenam cepat.

Baca Juga: Apa Itu WFA untuk ASN saat Lebaran 2026? Intip Kebijakan Terbaru Pemerintah

Penjelasan Mengapa Durasi Berbeda

Durasi puasa ditentukan oleh rotasi Bumi dan kemiringan sumbu (sekitar 23,5°), sehingga:

  • Di musim dingin utara (Februari 2026), hari pendek maka puasa lebih singkat.
  • Di musim panas selatan, hari panjang maka puasa lebih lama.
  • Di daerah tropis/khatulistiwa (seperti Indonesia, Malaysia, Arab Saudi), durasi relatif stabil sekitar 12–14 jam sepanjang bulan.
  • Di lintang ekstrem (dekat kutub), ada aturan khusus fatwa ulama (misalnya ikut waktu Mekah atau negara terdekat) karena fenomena matahari tidak terbenam/terbit.

Untuk Ramadan 2026, gap antara terlama dan tercepat relatif kecil (sekitar 3–4 jam), karena Ramadan jatuh di musim dingin utara berbeda dengan tahun-tahun ketika jatuh di musim panas utara (puasa bisa >18–20 jam di negara utara).

Itulah daftar negara dengan durasi puasa Ramadan tercepat (paling pendek) dan terlama (paling panjang) di dunia.

Tonton: Purbaya Ubah Total Aturan Dana Desa, Alokasi Koperasi Desa Capai 58,03%

Selanjutnya: Transjabodetabek Cawang–Jababeka Resmi Beroperasi, Tarif Mulai Rp 2.000

Menarik Dibaca: Besok Pagi, Kesempatan Terakhir Beli ORI029 dengan Kupon Tetap hingga 5,80%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru