KONTAN.CO.ID - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menetapkan sejumlah aturan terkait jenis ikan yang dilarang untuk dibudidayakan, dipelihara, maupun diperdagangkan.
Larangan ini umumnya bertujuan untuk melindungi ekosistem perairan, menjaga keanekaragaman hayati lokal, serta mencegah penyebaran spesies invasif yang dapat merusak lingkungan.
Salah satu yang paling dikenal masyarakat adalah ikan sapu-sapu (pleco). Namun, selain itu masih ada beberapa jenis ikan lain yang juga masuk dalam daftar larangan atau pengawasan ketat.
Baca Juga: Kesehatan Anda Terancam, Ini 4 Bahaya Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu yang Mengintai
Dasar Aturan Larangan
Ketentuan ini mengacu pada regulasi resmi seperti Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41/PERMEN-KP/2014 serta aturan turunannya yang mengatur pemasukan, pengeluaran, dan peredaran jenis ikan berbahaya dari luar negeri.
Berikut beberapa ikan yang dilarang selain ikan sapu-sapu:
1. Ikan Piranha
piranha dikenal sebagai ikan predator ganas yang dapat mengancam ikan lokal dan bahkan manusia. Jika dilepas ke perairan umum, piranha berpotensi merusak keseimbangan ekosistem.
2. Ikan Alligator Gar
alligator gar memiliki ukuran besar dan sifat agresif. Ikan ini dapat memangsa ikan lokal dan sulit dikendalikan jika sudah berkembang di alam bebas.
3. Ikan Arapaima
arapaima termasuk salah satu ikan air tawar terbesar di dunia. Karena ukurannya dan daya saingnya tinggi, ikan ini berpotensi mengganggu populasi ikan asli Indonesia.
4. Ikan Redtail Catfish
redtail catfish merupakan ikan predator yang cepat tumbuh besar dan rakus. Jika lepas ke sungai, ikan ini dapat mengancam spesies lokal.
5. Ikan Peacock Bass
peacock bass terkenal sebagai ikan sport, tetapi sangat invasif. Di beberapa negara, ikan ini terbukti mengurangi populasi ikan asli secara drastis.
6. Ikan Electric Eel
electric eel mampu menghasilkan sengatan listrik kuat. Selain berbahaya bagi manusia, ikan ini juga tidak sesuai dengan ekosistem lokal.
7. Ikan Snakehead Asing (Channa luar negeri tertentu)
Beberapa jenis snakehead dari luar negeri juga diawasi atau dilarang karena berpotensi menjadi spesies invasif yang mengancam ikan lokal.
Baca Juga: Saham IKAN Menghijau: Cek Profil Emiten dan Kinerja Keuangan Terbarunya
Daftar Ikan yang Dilarang di Indonesia
Berikut 75 jenis ikan yang dilarang/diatur peredarannya di Indonesia (umumnya termasuk ikan invasif, berbahaya, atau berpotensi merusak ekosistem menurut kebijakan KKP).
| No | Nama Ikan | No | Nama Ikan | No | Nama Ikan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Arapaima (Arapaima gigas) | 26 | Alligator Gar | 51 | Redtail Catfish |
| 2 | Piranha Merah | 27 | Black Pacu | 52 | Yellowtail Catfish |
| 3 | Piranha Hitam | 28 | Silver Dollar Fish | 53 | Snakehead Afrika |
| 4 | Piranha Putih | 29 | Peacock Bass | 54 | Tiger Fish |
| 5 | Piranha Perak | 30 | Oscar Fish (liar invasif) | 55 | Electric Catfish |
| 6 | Payara (Vampire Fish) | 31 | Jaguar Cichlid | 56 | Electric Eel |
| 7 | Goliath Tigerfish | 32 | Flowerhorn (liar) | 57 | Candiru |
| 8 | Giant Snakehead (Channa micropeltes luar habitat) | 33 | Green Terror | 58 | Freshwater Stingray (liar) |
| 9 | Bull Shark (air tawar) | 34 | Convict Cichlid | 59 | Manta Air Tawar |
| 10 | Great White Shark (peliharaan ilegal) | 35 | Red Devil Cichlid | 60 | Giant Gourami asing |
| 11 | Hammerhead Shark | 36 | Wolf Cichlid | 61 | African Lungfish |
| 12 | Tiger Shark | 37 | Firemouth Cichlid | 62 | Walking Catfish (asing) |
| 13 | Barracuda | 38 | Texas Cichlid | 63 | Asian Swamp Eel (non lokal) |
| 14 | Moray Eel | 39 | Discus (liar introduksi) | 64 | Icefish invasif |
| 15 | Giant Moray | 40 | Angelfish (introduksi liar) | 65 | Stickleback |
| 16 | Blue-ringed Octopus (biota beracun) | 41 | Parrot Fish (air tawar invasif) | 66 | Goby invasif |
| 17 | Box Jellyfish (terkait perairan) | 42 | Tilapia Nil liar tak terkendali | 67 | Killifish invasif |
| 18 | Stonefish | 43 | Mozambique Tilapia | 68 | Mudfish asing |
| 19 | Lionfish (invasif) | 44 | Hybrid Tilapia | 69 | Spiny Eel asing |
| 20 | Scorpionfish | 45 | Nile Perch | 70 | Needlefish invasif |
| 21 | Tetraodon (ikan buntal beracun) | 46 | Grass Carp liar | 71 | Halfbeak invasif |
| 22 | Fugu (buntal Jepang) | 47 | Bighead Carp | 72 | Garfish invasif |
| 23 | Porcupinefish | 48 | Silver Carp | 73 | Black Carp |
| 24 | Triggerfish berbahaya | 49 | Common Carp liar invasif | 74 | Walking Shark (dilindungi) |
| 25 | Clown Triggerfish | 50 | Channel Catfish | 75 | Zebra Mussel (biota air invasif) |
Tidak semua ikan di atas “dilarang total”, tetapi dilarang dipelihara, diperjualbelikan, atau dilepasliarkan tanpa izin. Banyak di antaranya masuk kategori:
- Invasif (merusak ekosistem lokal)
- Berbahaya (mengandung racun atau agresif)
- Dilindungi (tidak boleh diperdagangkan bebas)
Regulasi ini mengacu pada kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait pengendalian spesies asing invasif dan perlindungan sumber daya ikan.
Tonton: Investor Singapura Mau Caplok Saham Hassana Boga (NAYZ)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News