Sejarah Hari Pasar Modal Indonesia Setiap 3 Juni: Sepak Terjang BEI hingga Kini

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:11 WIB
Sejarah Hari Pasar Modal Indonesia Setiap 3 Juni: Sepak Terjang BEI hingga Kini

ILUSTRASI. IHSG Menguat-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Mengenal sejarah Hari Pasar Modal Indonesia pada 3 Juni 2026. Setiap tanggal 3 Juni, pelaku industri keuangan dan pasar modal memperingati Hari Pasar Modal Indonesia.

Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum untuk mengenang lahirnya pasar modal modern di Indonesia sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya investasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Melansir laman BEI, tanggal 3 Juni dipilih karena bertepatan dengan peristiwa bersejarah dibukanya kembali aktivitas pasar modal Indonesia oleh pemerintah setelah sempat berhenti selama beberapa dekade.

Baca Juga: Peringatan Hari Besar Setiap 3 Juni: Hari Pasar Modal hingga Sepeda Sedunia

Awal Mula Pasar Modal di Indonesia pada Masa Kolonial

Sejarah pasar modal Indonesia sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum kemerdekaan. Pada tahun 1912, pemerintah Hindia Belanda mendirikan bursa efek pertama di Batavia (Jakarta) untuk mendukung perdagangan surat berharga milik perusahaan-perusahaan Belanda yang beroperasi di Nusantara.

Selain di Batavia, bursa efek juga berkembang di Surabaya dan Semarang. Namun aktivitas perdagangan efek tersebut sempat terhenti akibat Perang Dunia I, krisis ekonomi global, hingga Perang Dunia II.

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, kegiatan pasar modal belum berjalan optimal karena pemerintah lebih fokus pada pembangunan ekonomi dan stabilitas negara yang baru berdiri.

Baca Juga: Simak Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional pada Bulan Juni 2026

Pembukaan Kembali Bursa Efek pada 3 Juni 1977

Tonggak penting sejarah pasar modal Indonesia terjadi pada 3 Juni 1977. Pada tanggal tersebut, Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto secara resmi membuka kembali pasar modal Indonesia.

Pembukaan kembali bursa dilakukan melalui pengaktifan kembali Bursa Efek Jakarta yang berada di bawah pengelolaan pemerintah melalui Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam).

Peristiwa inilah yang kemudian dijadikan dasar penetapan Hari Pasar Modal Indonesia yang diperingati setiap tanggal 3 Juni. Pada masa awal pengoperasian kembali bursa, jumlah perusahaan yang tercatat masih sangat sedikit.

Bahkan emiten pertama yang mencatatkan sahamnya adalah PT Semen Cibinong pada tahun 1977.

Baca Juga: Kenapa 1 Juni Jadi Libur Nasional? Ini Sejarah Hari Lahir Pancasila

Perkembangan Pasar Modal Era 1980-an dan 1990-an

Meskipun telah dibuka kembali pada 1977, perkembangan pasar modal pada awalnya berjalan lambat. Jumlah investor dan perusahaan tercatat masih terbatas.

Momentum pertumbuhan mulai terlihat setelah pemerintah mengeluarkan berbagai paket deregulasi pada akhir 1980-an, antara lain:

  • Paket Desember (Pakdes) 1987
  • Paket Oktober (Pakto) 1988
  • Paket Desember (Pakdes) 1988.

Kebijakan tersebut memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dan mendorong minat masyarakat berinvestasi di pasar modal.

Akibatnya jumlah emiten dan investor meningkat signifikan sepanjang dekade 1990-an.

Baca Juga: Awas Banyak Penipuan, Ini Cara Daftarkan Titik SPPG MBG dan Syaratnya

Penggabungan Bursa Menjadi Bursa Efek Indonesia

Perjalanan pasar modal Indonesia memasuki babak baru pada tahun 2007 ketika Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya resmi bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penggabungan tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi perdagangan, memperkuat daya saing pasar modal nasional, dan mempermudah akses investor terhadap instrumen investasi.

Sejak saat itu, seluruh perdagangan saham di Indonesia dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia.

Peran Pasar Modal bagi Perekonomian

Pasar modal memiliki fungsi penting dalam pembangunan ekonomi karena menjadi sarana penghimpunan dana jangka panjang bagi perusahaan maupun pemerintah.

Melalui pasar modal, perusahaan dapat memperoleh modal untuk ekspansi usaha, sementara masyarakat memperoleh kesempatan berinvestasi melalui berbagai instrumen seperti:

  • Saham
  • Obligasi
  • Reksa dana
  • Exchange Traded Fund (ETF)
  • Real Estate Investment Trust (REIT)
  • Surat berharga negara

Keberadaan pasar modal juga membantu meningkatkan transparansi perusahaan serta memperluas partisipasi masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi.

Makna Peringatan Hari Pasar Modal Indonesia

Peringatan Hari Pasar Modal Indonesia setiap 3 Juni menjadi pengingat atas perjalanan panjang perkembangan industri keuangan nasional sejak reaktivasi bursa pada tahun 1977.

Momentum ini juga dimanfaatkan oleh Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, pelaku industri, serta komunitas investor untuk meningkatkan literasi keuangan dan investasi di tengah masyarakat.

Dengan jumlah investor yang terus bertambah dari tahun ke tahun, Hari Pasar Modal Indonesia tidak hanya menjadi perayaan sejarah, tetapi juga simbol perkembangan pasar keuangan Indonesia yang semakin modern, inklusif, dan berdaya saing global.

Hari Pasar Modal Indonesia diperingati setiap tanggal 3 Juni untuk mengenang pembukaan kembali pasar modal nasional pada 3 Juni 1977 oleh Presiden Soeharto. Meski akar sejarahnya telah dimulai sejak era kolonial pada 1912, reaktivasi bursa pada 1977 menjadi titik awal kebangkitan pasar modal modern Indonesia.

Sejak saat itu, pasar modal terus berkembang hingga menjadi salah satu pilar penting dalam pembiayaan pembangunan dan investasi masyarakat Indonesia.

Tonton: Berkshire Hathaway Akuisisi Taylor Morrison Rp 121 Triliun, Tanda Pasar Properti AS Pulih

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru