KONTAN.CO.ID - Belakangan ini, pembahasan mengenai penggunaan gas alternatif selain LPG kembali ramai diperbincangkan. Salah satu yang sering disebut adalah CNG atau Compressed Natural Gas.
Melansir laman Kontan.co.id, wacana pemanfaatan CNG muncul seiring kebutuhan pemerintah untuk mencari energi yang lebih efisien, menekan impor LPG, serta memanfaatkan cadangan gas bumi domestik yang melimpah di Indonesia.
CNG sendiri sebenarnya bukan teknologi baru, bahan bakar tersebut sudah cukup lama digunakan untuk kendaraan berbahan bakar gas, terutama armada transportasi umum dan kendaraan operasional tertentu.
Namun kini, muncul pembahasan mengenai peluang pemanfaatannya yang lebih luas, termasuk sebagai alternatif pengganti LPG pada sektor rumah tangga maupun industri tertentu.
Baca Juga: CNG vs LPG 3 Kg: Selisih Biaya Bisa 30%-40%, Ini Simulasi Penghematannya
Apa Itu CNG?
CNG adalah gas alam yang dimampatkan hingga bertekanan tinggi. Gas utama yang terkandung di dalamnya adalah metana (CH4).
Karena dipadatkan dalam tekanan tinggi, volume gas menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah disimpan dan didistribusikan menggunakan tabung khusus.
Sumber CNG berasal dari gas bumi yang diambil dari bawah permukaan tanah. Setelah melalui proses penyaringan dan kompresi, gas tersebut siap digunakan sebagai bahan bakar.
Secara umum, CNG memiliki karakteristik:
- Berasal dari gas alam
- Disimpan dalam tekanan tinggi
- Emisi lebih rendah dibanding beberapa bahan bakar fosil lain
- Banyak digunakan pada kendaraan berbahan bakar gas
Baca Juga: Bakal Ganti LPG ke CNG 3 kg, ESDM Uji Coba Tabung Target Rampung Tiga Bulan
Perbedaan CNG dan LPG
Meski sama-sama berbentuk gas dan digunakan sebagai bahan bakar, CNG dan LPG memiliki sejumlah perbedaan mendasar.
| Aspek | CNG | LPG |
|---|---|---|
| Bahan utama | Metana | Propana dan butana |
| Sumber | Gas bumi | Hasil pengolahan minyak dan gas |
| Tekanan penyimpanan | Sangat tinggi | Lebih rendah |
| Bentuk distribusi | Tabung tekanan tinggi | Tabung LPG biasa |
| Penggunaan umum | Kendaraan dan industri | Rumah tangga |
LPG selama ini lebih populer untuk kebutuhan memasak rumah tangga karena infrastrukturnya sudah sangat luas. Sementara CNG membutuhkan tabung dan sistem penyimpanan khusus karena tekanan gasnya jauh lebih tinggi.
Baca Juga: Pembatasan LPG 3 Kg, FKBI Menilai UMKM Paling Terancam
Mengapa CNG Diwacanakan Sebagai Pengganti LPG?
Ada beberapa alasan mengapa CNG mulai dilirik sebagai alternatif pengganti LPG.
1. Mengurangi Ketergantungan Impor LPG
Indonesia masih mengimpor LPG dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan nasional. Kondisi ini membuat anggaran energi cukup terbebani, terutama ketika harga energi dunia naik.
Sementara itu, Indonesia memiliki cadangan gas bumi yang cukup besar. Karena itu, pemanfaatan CNG dianggap dapat membantu mengurangi ketergantungan impor LPG.
2. Memanfaatkan Gas Domestik
Pemerintah selama beberapa tahun terakhir mendorong hilirisasi dan pemanfaatan gas bumi dalam negeri. CNG menjadi salah satu opsi agar gas domestik bisa digunakan langsung oleh masyarakat dan industri.
3. Dinilai Lebih Ramah Lingkungan
CNG menghasilkan emisi karbon yang relatif lebih rendah dibanding beberapa bahan bakar fosil lain. Karena itu, penggunaannya sering dikaitkan dengan upaya transisi energi dan pengurangan polusi.
Baca Juga: Pebisnis Dukung CNG Substitusi LPG
Tantangan CNG Menggantikan LPG
Meski diwacanakan sebagai alternatif, penggunaan CNG sebagai pengganti LPG secara luas masih menghadapi banyak tantangan.
1. Infrastruktur Masih Terbatas
Distribusi CNG membutuhkan:
- Stasiun pengisian khusus
- Tabung bertekanan tinggi
- Jaringan distribusi berbeda dari LPG
Sementara jaringan LPG sudah tersebar hampir di seluruh Indonesia.
2. Peralatan Harus Disesuaikan
Kompor dan regulator LPG tidak bisa langsung menggunakan CNG tanpa modifikasi tertentu. Hal ini membuat proses transisi membutuhkan biaya tambahan.
3. Faktor Keamanan
Karena disimpan dalam tekanan tinggi, penggunaan CNG membutuhkan standar keamanan yang lebih ketat, baik untuk penyimpanan maupun distribusi.
Baca Juga: Hari Besar 4 April Ada Apa Saja? Ada Harlah BSSN hingga Wortel Sedunia
Wacana CNG di Indonesia
Wacana penggunaan CNG biasanya muncul dalam diskusi diversifikasi energi nasional. Pemerintah dan sejumlah pihak menilai Indonesia perlu memiliki lebih banyak pilihan energi agar tidak hanya bergantung pada LPG bersubsidi.
Namun hingga kini, LPG masih menjadi bahan bakar utama rumah tangga. Penggunaan CNG lebih banyak difokuskan pada:
- Kendaraan berbahan bakar gas
- Industri tertentu
- Kawasan atau proyek percontohan
Artinya, CNG saat ini lebih dipandang sebagai pelengkap atau alternatif energi, bukan pengganti total LPG dalam waktu dekat.
Tonton: Di Tengah Krisis Global, Prabowo Pangkas Harga Pupuk 20%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News