Apa Itu Halalbihalal? Ini Asal Usul Tradisi dan Makna Istilahnya

Senin, 09 Mei 2022 | 11:10 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Apa Itu Halalbihalal? Ini Asal Usul Tradisi dan Makna Istilahnya

ILUSTRASI. Ilustrasi Halalbihalal adalah maaf memaafkan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.


KONTAN.CO.ID - Halalbihalal adalah salah satu tradisi khas saat momen Lebaran di Indonesia. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah halalbihalal adalah hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan yang biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dan sebagainya) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia.

Halalbihalal juga biasa disebut silaturahmi. Pada saat Lebaran, biasanya berkumpul di rumah saudara dan kolega untuk silahturahmi dan bermaaf-maafan yang biasa disebut dengan halalbihalal. 

Ternyata istilah dan tradisi halalbihalal hanya ada di Indonesia. 

Lantas, seperti apa sejarah dan makna halalbihalal? 

Baca Juga: Bagaimana Cara Halalbihalal yang Aman Saat Lebaran?

Asal usul tradisi halalbihalal

Dirangkum dari laman NU online, asal usul halalbihalal dimulai ketika Presiden Soekarno memanggil KH Wahab Chasbullah ke Istana Negara untuk dimintai pendapat dan sarannya untuk mengatasi situasi politik Indonesia. 

Peristiwa tersebut terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan 1948 di tengah ancaman disintegrasi bangsa oleh kelompok DI/TII dan PKI. 

Kemudian Kiai Wahab memberi saran kepada Bung Karno untuk menyelenggarakan Silaturrahim, sebab sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri, di mana seluruh umat Islam disunahkan bersilaturrahim. 

Namun, Bung Karno enggan menggunakan kata silahturrahim karena dianggap sudah biasa. 

Baca Juga: Bagaimana Sejarah Halalbihalal yang Jadi Tradisi Saat Lebaran?

Lantas, menurut Kiai Wahab para elit politik tidak mau bersatu lantaran mereka saling menyalahkan. Sementara saling menyalahkan itu kan dosa dan dosa itu haram. 

Supaya mereka tidak punya dosa (haram), maka harus dihalalkan. Sehingga, mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. 

Akhirnya muncul istilah halalbihalal dari Kiai Wahab. Dari saran Kiai Wahab itulah, kemudian Bung Karno pada Hari Raya Idul Fitri saat itu, mengundang semua tokoh politik untuk datang ke Istana Negara untuk menghadiri silaturrahim yang diberi judul halalbihalal. 

Para elit politik tersebut akhirnya bisa duduk dalam satu meja, sebagai babak baru untuk menyusun kekuatan dan persatuan bangsa. 

Sejak saat itulah istilah halalbihalal gagasan Kiai Wahab lekat dengan tradisi bangsa Indonesia pasca-lebaran hingga kini.

Baca Juga: Saat Lebaran, IDI Sarankan Masyarakat Tahan Diri untuk Tidak Cipika-Cipiki

Makna istilah halalbihalal

Para pakar selama ini tidak menemukan dalam Al-Qur’an atau Hadis sebuah penjelasan tentang halalbihalal. Istilah itu memang khas Indonesia. 

Bahkan boleh jadi pengertiannya akan kabur di kalangan bukan bangsa Indonesia, walaupun mungkin yang bersangkutan paham ajaran agama dan bahasa Arab. 

Istilah halalbihalal muncul secara historis dan filosofis oleh Kiai Wahab untuk menyatukan bangsa Indonesia yang sedang dilanda konflik saudara sehingga harus menyajikan bungkus baru yang menarik agar mereka mau berkumpul dan menyatu saling maaf-memaafkan.

Jadi, itulah sejarah dan makna istilah halalbihalal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani

Terbaru