Apa Saja Hari Besar 13 Oktober? Ini 5 Peringatan Penting Internasional

Senin, 12 Oktober 2026 | 03:53 WIB
Apa Saja Hari Besar 13 Oktober? Ini 5 Peringatan Penting Internasional

ILUSTRASI. Pameran Rescue Expo (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak daftar hari besar setiap 13 Oktober. Pada hari ke-13 bulan Oktober diperingati dengan sejumlah momentum internasional yang mengangkat isu kesehatan, kebencanaan, pendidikan, dan pengembangan diri.

Beberapa di antaranya adalah Hari Trombosis Sedunia (World Thrombosis Day), Hari Internasional untuk Pengurangan Risiko Bencana (International Day for Disaster Risk Reduction), serta Hari Kegagalan Internasional (International Day for Failure).

Berbagai peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu penting dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Apa Hari Besar 7 Agustus? Ada Peringatan Lahirnya PPKI hingga Hari Hutan Indonesia

Hari Besar 13 Oktober

Untuk itu, simak latar belakang setiap hari besar yang diperingati pada 13 Oktober.

1. Hari Trombosis Sedunia (World Thrombosis Day)

Melansir laman WHO, Hari Trombosis Sedunia diperingati setiap 13 Oktober untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai trombosis, yaitu kondisi ketika terbentuk gumpalan darah di dalam pembuluh darah. Peringatan ini digagas oleh International Society on Thrombosis and Haemostasis (ISTH) pada 2014.

Trombosis dapat menghambat aliran darah dan menimbulkan komplikasi serius, seperti trombosis vena dalam (deep vein thrombosis atau DVT) dan emboli paru. Oleh karena itu, edukasi mengenai faktor risiko, gejala, pencegahan, serta pentingnya penanganan medis menjadi bagian utama dari kampanye ini.

Melalui Hari Trombosis Sedunia, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan, tetap aktif bergerak, dan mengenali tanda-tanda yang memerlukan pemeriksaan medis.

Baca Juga: Apa Hari Besar Setiap 29 Agustus? Ada Perayaan HUT DPR RI

2. Hari Kegagalan Internasional (International Day for Failure)

Hari Kegagalan Internasional merupakan momentum untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap kegagalan. Peringatan ini berawal dari inisiatif mahasiswa Universitas Aalto di Finlandia pada 2010.

Gagasan utamanya adalah bahwa kegagalan merupakan bagian yang wajar dari proses belajar, berinovasi, dan meraih kesuksesan. Dalam dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kewirausahaan, tidak semua percobaan menghasilkan sesuatu sesuai harapan. Namun, pengalaman tersebut dapat menjadi sumber pembelajaran untuk memperbaiki strategi dan mengambil keputusan yang lebih baik.

Peringatan ini mengajak masyarakat untuk tidak selalu memandang kegagalan sebagai akhir dari perjalanan. Sebaliknya, kegagalan dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi diri, mengembangkan kemampuan, dan mencoba kembali dengan pendekatan yang berbeda.

Baca Juga: Apa Hari Besar Setiap 21 Juli? Ini 3 Hari Besar Nasional dan Internasional

3. Hari Internasional untuk Pengurangan Risiko Bencana (International Day for Disaster Risk Reduction)

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 13 Oktober sebagai Hari Internasional untuk Pengurangan Risiko Bencana. Peringatan ini bertujuan mendorong kesadaran global mengenai pentingnya mengurangi risiko bencana dan membangun masyarakat yang lebih tangguh.

Mengutip laman PBB, pengurangan risiko bencana mencakup berbagai upaya. Mulai dari mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, meningkatkan kualitas infrastruktur, hingga menyiapkan sistem peringatan dini.

Langkah-langkah tersebut penting untuk mengurangi kemungkinan jatuhnya korban jiwa serta kerugian sosial dan ekonomi akibat bencana.

Bagi Indonesia yang memiliki beragam potensi bencana alam, momentum ini relevan untuk mengingatkan masyarakat agar memahami jalur evakuasi, menyiapkan perlengkapan darurat, mengikuti informasi resmi, dan berpartisipasi dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana.

Baca Juga: Apa Hari Besar 15 April? Ada Hari Seni Sedunia dan 4 Peringatan Lain

4. Hari Tanpa Bra (No Bra Day)

Hari Tanpa Bra atau No Bra Day dikenal sebagai kampanye yang dikaitkan dengan peningkatan kesadaran mengenai kanker payudara. Momentum ini mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan payudara dan memahami pentingnya deteksi dini.

Meski demikian, kampanye ini bukan pengganti pemeriksaan medis maupun program skrining kanker payudara. Kesadaran kesehatan sebaiknya disertai pemahaman mengenai perubahan pada payudara yang perlu diperiksakan, konsultasi dengan tenaga kesehatan, serta pemeriksaan sesuai rekomendasi medis.

Masyarakat juga perlu mengutamakan informasi dari sumber kesehatan tepercaya agar pesan mengenai kanker payudara tidak berhenti pada simbol atau kampanye di media sosial, tetapi berlanjut menjadi tindakan nyata.

Baca Juga: Apa Hari Besar 16 Juni? Ini 3 Peristiwa Penting di Indonesia dan Dunia

5. Hari Bahasa Inggris (English Language Day)

Hari Bahasa Inggris merupakan peringatan yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk merayakan bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa resmi organisasi tersebut. Namun, tanggal yang ditetapkan PBB untuk peringatan ini adalah 23 April, bukan 13 Oktober.

Tanggal 23 April dipilih karena secara tradisional dikaitkan dengan hari kelahiran dan wafat William Shakespeare, tokoh penting dalam kesusastraan Inggris.

Sementara itu, 13 Oktober memiliki kaitan dengan peristiwa sejarah penggunaan bahasa Inggris dalam Parlemen Inggris pada 1362. Kedua konteks tersebut perlu dibedakan agar informasi mengenai hari besar tidak tercampur.

Tonton: Hampir 30 Tahun Setelah Krisis 1997, Mengapa Ekonomi Thailand Masih Lesu?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru