KONTAN.CO.ID - Tanggal 18 September 2026 diperingati dengan sejumlah hari besar dan peringatan internasional yang berkaitan dengan lingkungan, ketenagakerjaan, serta pemanfaatan sumber daya alam. Beberapa di antaranya adalah World Water Monitoring Day, International Equal Pay Day, dan World Bamboo Day.
Ketiga peringatan tersebut memiliki fokus yang berbeda. Hari Pemantauan Air Sedunia mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kondisi dan kualitas sumber air, Hari
Kesetaraan Upah Internasional mendorong terwujudnya upah yang setara untuk pekerjaan dengan nilai yang sama, sedangkan Hari Bambu Sedunia meningkatkan kesadaran mengenai potensi bambu sebagai sumber daya yang berkelanjutan.
Baca Juga: Apa Hari Besar 7 Agustus? Ada Peringatan Lahirnya PPKI hingga Hari Hutan Indonesia
Daftar Hari Besar 18 September 2026
Berikut penjelasan mengenai hari besar yang diperingati pada 18 September 2026.
1. Hari Pemantauan Air Sedunia
Pertama, ada Hari Pemantauan Air Sedunia atau World Water Monitoring Day diperingati setiap 18 September. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memantau kondisi sumber air sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas air.
Melansir laman WWMD, Program World Water Monitoring Day mulai berkembang sebagai kegiatan edukasi yang mengajak masyarakat melakukan pemantauan sederhana terhadap sumber air di lingkungan sekitar. EarthEcho International kemudian melanjutkan kegiatan tersebut melalui program EarthEcho Water Challenge.
Pemantauan dapat dilakukan dengan mengamati sejumlah parameter kualitas air, seperti suhu, tingkat keasaman atau pH, kekeruhan, dan oksigen terlarut (DO). Kegiatan tersebut membantu masyarakat memahami kondisi sumber air dan pentingnya menjaga lingkungan perairan.
Peringatan ini juga dapat diisi dengan kegiatan edukasi lingkungan, pengujian kualitas air, pembersihan sungai, dan kegiatan lain untuk melindungi sumber air.
Baca Juga: Apa Hari Besar Setiap 29 Agustus? Ada Perayaan HUT DPR RI
2. Hari Kesetaraan Upah Internasional
Melansir laman PBB International Equal Pay Day atau Hari Kesetaraan Upah Internasional diperingati setiap 18 September. Sehingga, ini merupakan hari internasional resmi yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi A/RES/74/142.
PBB menetapkan 18 September sebagai International Equal Pay Day untuk memperingati upaya mencapai upah yang setara untuk pekerjaan dengan nilai yang sama. Peringatan ini pertama kali dilakukan pada 2020.
Fokus peringatan bukan sekadar membandingkan nominal gaji, tetapi mendorong prinsip bahwa pekerja harus mendapatkan remunerasi yang setara ketika melakukan pekerjaan dengan nilai yang setara, tanpa diskriminasi berbasis gender.
PBB menyebut kesenjangan upah gender masih menjadi persoalan di berbagai negara. Faktor yang berkontribusi antara lain ketimpangan struktural, pekerjaan perawatan yang tidak dibayar, stereotip gender, serta praktik perekrutan dan promosi yang diskriminatif.
Dengan demikian, Hari Kesetaraan Upah Internasional menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai transparansi dan keadilan dalam sistem pengupahan.
Baca Juga: Apa Hari Besar Setiap 21 Juli? Ini 3 Hari Besar Nasional dan Internasional
3. Hari Bambu Sedunia
Terakhir, ada World Bamboo Day atau Hari Bambu Sedunia diperingati setiap 18 September. Peringatan ini merupakan inisiatif World Bamboo Organization (WBO) yang pertama kali dibuat pada 2009 untuk meningkatkan kesadaran mengenai manfaat bambu bagi lingkungan, ekonomi, dan masyarakat.
Bambu tidak hanya digunakan sebagai bahan bangunan atau kerajinan tradisional. Tanaman ini juga memiliki potensi dalam berbagai bidang, mulai dari konstruksi, tekstil, pangan, hingga pengembangan industri yang berkelanjutan.
Menurut World Bamboo Organization, bambu dapat berperan dalam pemulihan ekosistem, menciptakan peluang ekonomi, serta mendukung masyarakat yang bergantung pada sumber daya tersebut. Karena itu, pemanfaatannya perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tidak menimbulkan tekanan terhadap lingkungan.
Untuk 2026, World Bamboo Organization mengangkat tema “Bamboo for a Regenerative Future: A Global Call to Grow, Build and Prosper with Nature”. Tema tersebut menyoroti bambu sebagai sumber daya yang dapat mendukung pemulihan lingkungan, mata pencaharian, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Tonton: Prabowo Buka Suara soal Kecelakaan Kapal Virgo
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News