Bahan-Bahan Makanan yang Bisa Digunakan sebagai Pewarna, Pemanis, dan Pengawet Alami

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 08:15 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Bahan-Bahan Makanan yang Bisa Digunakan sebagai Pewarna, Pemanis, dan Pengawet Alami


KONTAN.CO.ID - Ada banyak bahan makanan yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan pemanis, pewarna, bahkan pengawet alami.

Meskipun penggunaan bahan buatan sudah lazim digunakan dalam masakan, tidak ada salahnya untuk mencoba menggunakan bahan alami. 

Kunyit, bawang, garam, hingga madu merupakan contoh bahan makanan alami yang bisa digunakan sebagai pewarna hingga pengawet alami. 

Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman tentang bahan kimia alami yang ada pada makanan dari laman Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Ristek.

  • Bahan pengawet alami

1. Gula

Apakah Anda pernah memakan manisan? Manisan buah atau berbagai bahan lainnya memanfaatkan gula sebagai bahan pengawet agar tidak cepat busuk. 

Gula biasa ditambahkan atau ditaburkan dalam permen, selai, hingga jeli. Selain pengawet alami, gula juga merupakan pemanis, dan penyedap alami. 

Manfaat dari bahan makanan ini cukup banyak namun jika dikonsumsi berlebihan bisa menimbulkan penyakit seperti kencing manis. 

Baca Juga: Fakta-Fakta Menarik di Balik Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

2. Lengkuas

Rempah yang satu ini biasa dipakai untuk bumbu masakan. Selain itu lengkuas juga bisa digunakan untuk mengawetkan makanan secara alami. 

Ekstrak minyak lengkuas bisa ditambahkan pada makanan agar bisa lebih awet dan tidak mudah membusuk. 

3. Cengkeh

Cengkih adalah salah satu rempah yang membuat bangsa Eropa berbondong-bondong datang ke Indonesia. Rempah ini memiliki aroma dan rasa yang khas sehingga sering digunakan untuk membuat minuman atau masakan. 

Minyak cengkih bisa digunakan untuk mengawetkan makanan karena sifatnya yang anti mikroba. 

4. Garam

Salah satu rahasia mengapa ikan asin bisa bertahan lama adalah diawetkan menggunakan garam. 

Garam yang digunakan cukup banyak sehingga membuat ikan tersebut asin. Garam bermanfaat untuk menyerap air yang terdapat pada ikan. 

Jika air tersebut terserap dengan sempurna, bakteri pembusuk tidak bisa berkembang.

  • Bahan pemanis alami

Selama ini, mungkin Anda mengira pemanis minuman atau makanan hanya gula tebu atau gula kelapa saja. Selain gula, ada beberapa bahan makanan yang bisa digunakan sebagai pemanis alami. 

1. Kayu manis 

Kayu manis mengandung senyawa kimia yaitu cinnamaldehyde yang memberikan aroma dan rasa khas kayu manis. 

Senyawa ini memiliki efek lain yaitu pengencer darah yang bisa membantu mencegah pembekuan darah. Selain senyawa cinnamaldehyde, kayu manis juga memiliki kandungan lain yaitu asam benzoat

Zat ini membuat kayu manis bisa digunakan sebagai bahan pengawet makanan alami. 

Kayu manis biasa digunakan sebagai salah satu bahan pembuat obat seperti obat pengontrol gula darah, menurunkan kolesterol, hingga peningkat fungsi otak. 

Baca Juga: Mengenal Sejarah Bendera Merah Putih Pertama serta Makna Dibalik Warnanya

2. Madu 

Selain kayu manis, madu juga biasa digunakan sebagai bahan pemanis alami. Madu dihasilkan oleh lebah, baik yang sudah dibudidaya maupun yang liar. 

Madu mengandung zat kimia yaitu sukrosa. Zat inilah yang membuat madu menjadi manis yang berasal dari nektar berbagai bunga yang dihisap lebah.  

Bahan pemanis alami ini memiliki banyak sekali manfaat mulai dari kecantikan hingga kesehatan. 

Madu bisa digunakan untuk mengurangi alergi, sakit perut, mencegah stres, hingga mengurangi risiko serangan jantung. 

  • Penyedap alami

Tidak sedikit masyarakat yang beranggapan jika masakan yang sedap pasti menggunakan Monosodium Glutamat atau MSG yang banyak. 

Selain menggunakan MSG, Anda bisa menggantinya dengan penyedap alami. Ada berbagai macam bahan makanan yang bisa membuat masakan terasa lebih sedap. 

1. Bawang 

Bahan penyedap alami ini merupakan bumbu wajib yang selalu dimasukkan dalam berbagai makanan. 

Baik bawang merah maupun bawang putih memiliki peran dalam menyedapkan masakan. Biasanya bawang akan digiling, dicincang, atau digoreng kemudian ditambahkan pada bumbu. 

Bawang mengandung senyawa polifenol yang berperan sebagai antioksidan. Senyawa ini membantu menjaga kesehatan tubuh dari serangan penyakit. 

Baca Juga: Anak-Anak Lebih Rentan Terkena Cacar Monyet, Orangtua Wajib Waspada

2. Terasi

Terasi merupakan salah satu bahan penyedap alami yang banyak digunakan masyarakat. Terasi terbuat dari udang atau ikan yang mengandung vitamin B12. 

Vitamin B12 membantu tubuh dalam memproduksi sel darah putih, metabolisme protein, dan pembentukan DNA. 

3. Merica dan jahe

Merica dan jahe sudah lama digunakan untuk menambah rasa pada banyak masakan. Merica dan jahe membuat masakan terasa lebih pedas dan hangat. 

Jahe mengandung senyawa keton bernama zingeron yang menyebabkan rasa pedas. Jahe berkhasiat sebagai anti mual dan muntah. 

Merica atau lada mengandung senyawa kimia bernama alkolid piperin yang membuat rempah ini pedas. Bumbu dapur ini memiliki manfaat yaitu mengurangi gejala flu dan batuk, sakit kepala, hingga sakit gigi.

4. Daun salam

Daun salam memiliki wangi yang khas sehingga sering digunakan untuk bumbu masakan. Penyedap alami ini biasanya langsung dimasukkan dalam masakan tanpa digiling terlebih dahulu. 

Namun ada orang yang memilih untuk menghaluskannya terlebih dahulu sebelum diolah bersama bahan lainnya. 

Selain sebagai penyedap, daun salam juga dimanfaatkan sebagai obat penyembuh kolesterol, penurun tekanan darah tinggi, hingga diabetes.

Baca Juga: Cara Membuka Tabungan Deposito Mandiri Online, Syarat, dan Daftar Suku Bunganya 2022

  • Pewarna alami

Memberi warna pada makanan bisa menggunakan pasta pewarna makanan atau dengan pewarna alami. Beberapa bahan di bawah ini bisa mempercantik makanan dengan menambahkan warna pada makanan tersebut. 

1. Daun pandan

Daun pandan sering digunakan untuk memberi warna hijau pada makanan. Selain sebagai pewarna alami, daun pandan digunakan untuk menambah aroma pada makanan. 

2. Kunyit dan wortel

Untuk memberikan warna kuning atau oranye pada makanan, kunyit dan wortel biasa ditambahkan. 

Kunyit memiliki senyawa bernama kurkumin yang memberikan warna kuning. Rempah khas Nusantara ini juga memiliki berbagai khasiat seperti menurunkan risiko penyakit kanker, jantung, hingga alzheimer. 

Jika tidak ada kunyit, Anda bisa menggunakan wortel. Wortel yang sudah dihaluskan bisa menjadi pewarna alami merah-jingga atau oranye. 

Wortel mengandung beta-carotene yang baik untuk kesehatan mata hingga mencegah risiko penyakit kanker. 

3. Kakao

Agar kue atau minuman berwarna cokelat, Anda bisa menambahkan kakao. Bahan pewarna alami ini merupakan bahan baku utama pembuatan cokelat. 

Warna cokelat pada kakao didapat dari zat kimia yang bernama spolifenol. Kakao mengandung antioksidan yang baik untuk meredakan stres, menunda penuaan, hingga menguatkan imun tubuh. 

4. Cabai

Cabai terutama cabai merah biasa digunakan untuk pewarna alami. Warna merah pada cabai biasa digunakan untuk memberi warna pada makanan seperti saus sambal. Cabai biasa digiling atau dikeringkan kemudian dijadikan bubuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru