KONTAN.CO.ID - Mengenal arti Kartel dalam kerusuhan besar di Meksiko. Dunia tengah ramai dengan Kartel narkoba El Mencho tewas dalam operasi militer di Tapalpa, Jalisco.
Kartel narkoba Meksiko menjadi salah satu organisasi kriminal paling kuat, paling kejam, dan paling menguntungkan di dunia.
Mereka bukan hanya menyelundupkan narkoba, tetapi juga melakukan pemerasan, penculikan, perdagangan manusia, pencurian minyak, dan pembunuhan massal.
Lalu, apa arti kartel sebenarnya? Cek penjelasan san sejarah singkat Kartel Meksiko ini.
Baca Juga: 5 Perayaan Halloween Terbesar di Dunia, Ada Meksiko dengan Dia de Muertos
Pengertian Kartel
Menurut Reuters, drug cartel adalah konsorsium organisasi independen yang dibentuk untuk membatasi persaingan dan mengendalikan produksi serta distribusi obat-obatan ilegal.
Kata “kartel” dalam konteks ini bukan lagi sekadar sindikat bisnis ilegal biasa, melainkan negara bayangan yang mengendalikan wilayah, politik lokal, dan bahkan sebagian perekonomian Meksiko.
Di Meksiko, kartel adalah organisasi kriminal terstruktur hierarkis yang sangat terorganisir, memiliki pasukan bersenjata sendiri (sering lebih lengkap daripada polisi lokal), sistem intelijen, dan jaringan korupsi yang merasuki aparat penegak hukum, politisi, hingga hakim.
Mereka menguasai “plaza” (rute penyelundupan) dan wilayah produksi, serta menggunakan kekerasan ekstrem untuk mempertahankan kekuasaan.
Kartel modern tidak lagi hanya menjual narkoba, mereka telah berdiversifikasi menjadi perusahaan kriminal multinasional dengan pendapatan miliaran dolar per tahun.
Baca Juga: Produk Mirip Tetapi Beda Merek? Ini Arti White Label yang Sedang Booming
Sejarah Singkat Kartel Meksiko
Ada beberapa rentetan sejarah berkembangnya kartel di Meksiko.
- Tahun 1960–1970an: Meksiko hanya dikenal sebagai pemasok marijuana ke Amerika Serikat.
- Awal 1980an: Setelah Amerika Serikat berhasil menekan kartel Kolombia (Medellín dan Cali), rute kokain bergeser ke Meksiko. Lahirlah Kartel Guadalajara, kartel pertama yang benar-benar besar di Meksiko, dipimpin oleh Miguel Ángel Félix Gallardo.
- 1985: Pembunuhan agen DEA Amerika Serikat, Enrique “Kiki” Camarena, memicu tekanan besar. Félix Gallardo ditangkap, dan kartel Guadalajara pecah menjadi beberapa kelompok besar: Sinaloa, Tijuana, Juárez, dan Gulf.
- 2006: Presiden Felipe Calderón menyatakan “Perang Melawan Narkoba”. Ini justru memicu ledakan kekerasan luar biasa karena kartel saling berebut wilayah yang ditinggalkan pemimpin yang ditangkap.
- 2010an: Muncul generasi baru yang lebih brutal, terutama Kartel Jalisco New Generation (CJNG) yang pecah dari Sinaloa.
Baca Juga: Apa Itu Lazy Girl Job? Ini Arti, Contoh Pekerjaan, dan Cara Menyikapinya
Kartel Utama yang Masih Aktif (per Februari 2026)
1. Sinaloa Cartel (Cártel de Sinaloa)
Kartel tertua dan paling legendaris. Dulu dipimpin Joaquín “El Chapo” Guzmán (sekarang dipenjara seumur hidup di AS). Setelah penangkapan Ismael “El Mayo” Zambada pada 2024, kartel ini pecah menjadi dua faksi besar: Los Mayos dan Los Chapitos (anak-anak El Chapo).
Masih mendominasi perdagangan fentanyl dan methamphetamine ke AS.
2. Jalisco New Generation Cartel (CJNG)
Kartel paling kejam dan paling cepat berkembang sejak 2010. Dipimpin Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes.
Update terbaru (22 Februari 2026): El Mencho tewas dalam operasi militer di Tapalpa, Jalisco. Kematiannya langsung memicu gelombang kerusuhan dan pembalasan di beberapa negara bagian, bahkan sempat mengancam persiapan Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Apa Arti Living Together yang Ramai di Media Sosial? Ini Kaitan dengan KUHP Baru
Kartel lain yang masih berpengaruh:
Gulf Cartel, Los Zetas (pecahan Gulf, dikenal sangat sadis), Knights Templar, dan berbagai splinter group yang lebih kecil namun sangat ganas.
Kartel kini menguasai sekitar sepertiga wilayah Meksiko, sehingga bukan lagi “hanya” pedagang narkoba, melainkan aktor politik dan ekonomi untuk:
- Mengendalikan pemilihan kepala daerah di banyak kota.
- Memungut “pajak” dari bisnis legal (extortion).
- Menggunakan drone bersenjata, bom mobil, dan taktik militer.
- Mendominasi pasar fentanyl, penyebab utama kematian overdosis di Amerika Serikat.
Pemerintah Meksiko di bawah Presiden Claudia Sheinbaum (2024–sekarang) meningkatkan kerjasama dengan Amerika Serikat, termasuk penangkapan besar-besaran dan transfer tersangka ke AS.
Namun, kekerasan tetap tinggi karena setiap penangkapan atau pembunuhan bos besar biasanya diikuti perang saudara antar faksi atau balas dendam massal.
Tonton: Matikan Industri Lokal, Kadin Desak Prabowo Batalkan Impor Kendaraan dari India
Selanjutnya: Malaysia Pantau Ketat Tarif AS, Anwar: Tak Ingin Ambil Keputusan Terburu-buru
Menarik Dibaca: Pahami Beda Toner, Essence, Serum, Ampoule yang Bikin Wajah Glowing Maksimal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News