KONTAN.CO.ID - Istilah blackout belakangan ramai dibicarakan setelah terjadi gangguan kelistrikan di sejumlah wilayah Sumatera. Banyak masyarakat bertanya-tanya, apa sebenarnya arti blackout dalam sistem kelistrikan?
Dalam dunia ketenagalistrikan, blackout adalah kondisi padam listrik secara luas yang terjadi akibat gangguan besar pada sistem jaringan listrik.
Menurut PLN, pemadaman ini bisa berdampak pada satu wilayah, beberapa provinsi, hingga seluruh sistem interkoneksi listrik.
Sementara itu, mengacu pada penjelasan laman Chandra Asri Group, blackout merupakan kegagalan sistem tenaga listrik yang menyebabkan pasokan listrik terhenti secara menyeluruh atau sebagian besar area terdampak.
Kondisi ini berbeda dengan pemadaman listrik biasa karena cakupannya jauh lebih luas dan biasanya membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.
Baca Juga: Waspada! Hujan Lebat Disertai Petir Landa Wilayah Sumsel Ini Hari Selasa (21/4)
Apa Penyebab Blackout?
Kondisi Blackout dapat dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya:
- Gangguan pada pembangkit listrik
- Kerusakan jaringan transmisi
- Beban listrik berlebih
- Cuaca ekstrem seperti petir atau badai
- Gangguan teknis pada sistem interkoneksi
Saat satu bagian sistem mengalami gangguan besar, efeknya bisa merembet ke jaringan lain sehingga memicu pemadaman massal.
Baca Juga: WNI ke Afrika Selatan Kini Bebas Visa, Apa Arti Negara Bebas Visa?
Perbedaan Blackout dan Pemadaman Biasa
Pemadaman listrik biasa umumnya terjadi secara lokal, misalnya hanya di satu kawasan atau beberapa jam karena perawatan jaringan.
Sementara blackout memiliki skala lebih besar dan memengaruhi banyak daerah sekaligus.
Selain itu, blackout biasanya membutuhkan proses pemulihan sistem secara bertahap agar jaringan listrik kembali stabil.
Baca Juga: Apa Arti Living Together yang Ramai di Media Sosial? Ini Kaitan dengan KUHP Baru
Dampak Blackout
Blackout dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat dan sektor industri, seperti:
- Terhentinya operasional transportasi
- Gangguan jaringan komunikasi dan internet
- Aktivitas perkantoran dan industri terganggu
- Layanan publik menjadi terhambat
Karena itu, penanganan blackout biasanya menjadi prioritas utama operator kelistrikan agar pasokan listrik segera pulih.
Bagaimana Sistem Listrik Dipulihkan?
Dalam proses pemulihan blackout, operator listrik akan melakukan restart sistem secara bertahap. Proses ini dikenal sebagai black start, yaitu upaya menghidupkan kembali pembangkit dan jaringan listrik tanpa bantuan pasokan dari sistem utama.
Tahapan pemulihan dilakukan perlahan untuk menjaga kestabilan tegangan dan mencegah gangguan susulan.
Itulah penjelasan mengenai arti blackout yang terjadi di Sumatera. Secara sederhana, blackout adalah pemadaman listrik berskala besar akibat gangguan pada sistem kelistrikan yang saling terhubung.
Tonton: Petani Sawit: Harga TBS Anjlok Usai Kebijakan Baru Ekspor CPO melalui DSI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News