Asal-Usul Mokel: Istilah Gaul Terdaftar KBBI yang Ramai saat Ramadan

Senin, 23 Februari 2026 | 11:14 WIB
Asal-Usul Mokel: Istilah Gaul Terdaftar KBBI yang Ramai saat Ramadan

ILUSTRASI. Warteg Kembali Layani Makan di Tempat (TRIBUNNEWS/HERUDIN)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Cek arti Mokel menurut KBBI yang ramai saat bulan puasa. Di bulan Ramadan, selain semangat ibadah puasa, tradisi takjil, tarawih, dan ngabuburit, masyarakat Indonesia juga kerap diwarnai berbagai istilah gaul yang viral di media sosial.

Salah satu yang paling ramai dan sering muncul setiap tahun adalah mokel.

Kata ini biasanya digunakan secara bercanda atau sindiran ringan di grup WhatsApp, Twitter/X, TikTok, atau Instagram, terutama saat orang membahas tantangan menahan lapar dan haus sepanjang hari.

Baca Juga: Daftar Nama-Nama Negara Dunia yang Diperbarui Sesuai Ejaan KBBI 2026

Definisi Mokel Menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI Daring yang dikelola Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, mokel merupakan verba ragam cakapan bahasa sehari-hari tidak baku yang berarti makan atau minum sebelum waktu berbuka puasa, biasanya dilakukan secara diam-diam.

Label "ragam cakapan" menandakan bahwa kata ini digunakan dalam situasi informal, santai, atau obrolan sehari-hari, bukan bahasa formal.

Istilah ini resmi masuk ke KBBI pada edisi terbaru (sekitar 2025–2026), menunjukkan betapa kuat pengaruh bahasa gaul masyarakat Indonesia terhadap perkembangan kosakata nasional.

Sebelumnya, mokel lebih dikenal sebagai slang regional, tapi kini telah diakui secara resmi.

Baca Juga: Arti Imsak Sebenarnya: Jangan Salah Paham, Ini Waktu dan Cara Menghitungnya!

Asal-Usul Kata Mokel

Mokel berasal dari bahasa Jawa, tepatnya mokèl (dengan é). Dalam Kamus Bahasa Jawa-Indonesia (KBJI), mokèl berarti menghentikan puasa walau belum tiba waktunya, atau masih di tengah jalan / belum semestinya.

Makna ini kemudian disesuaikan dengan konteks puasa Ramadan, sehingga merujuk pada tindakan membatalkan puasa secara sengaja sebelum azan Maghrib.

Beberapa sumber juga menyebut etimologi populer: mokel berasal dari gabungan "mo" (singkatan "moh" atau "tidak mau") + "kel" (dari "keluwen" atau "kelaparan"), sehingga secara harfiah bisa diartikan "tidak mau kelaparan".

Versi ini sering muncul di meme atau candaan warganet, meski definisi resmi KBBI lebih fokus pada tindakan makan/minum diam-diam.

Baca Juga: Produk Mirip Tetapi Beda Merek? Ini Arti White Label yang Sedang Booming

Fenomena Mokel yang Ramai Saat Ramadan

Setiap Ramadan, istilah mokel meledak di medsos. Banyak orang bercanda tentang "rencana mokel" karena cuaca panas, kerjaan berat, atau godaan takjil yang menggoda.

Ada yang posting meme "Mokel level dewa", cerita lucu "tadi mokel gara-gara lihat es cendol", atau bahkan konten video prank "mokel" (meski sebenarnya berbahaya jika dilakukan sungguhan).

Namun, di balik candaan, mokel memiliki sisi serius. Dalam ajaran Islam, membatalkan puasa Ramadan secara sengaja tanpa uzur syar'i (alasan dibenarkan seperti sakit, haid, safar jauh, dll.) termasuk dosa besar.

Hukumnya wajib mengganti puasa (qadha) satu hari dengan satu hari, dan bagi yang melakukannya dengan sengaja tanpa uzur, ada ancaman dosa berat serta kewajiban taubat nasuha.

Demikian informasi mengenai arti Mokel menurut KBBI yang ramai saat bulan puasa.

Tonton: Ekonom Nilai Kesepakatan Dagang RI–AS Timpang, Industri dan Kedaulatan Terancam

 

Selanjutnya: Lonjakan Pemudik pada Lebaran 2026 Dorong Urgensi Pembatasan Angkutan Barang

Menarik Dibaca: Kantong Aman! Semua Promo HokBen Februari Bikin Makan Puas & Hemat Mulai Rp 10 Ribuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru