Ramai Rating Gim IGRS Komdigi: Apa Itu dan Dampaknya ke Gim Online

Senin, 06 April 2026 | 10:55 WIB
Ramai Rating Gim IGRS Komdigi: Apa Itu dan Dampaknya ke Gim Online

ILUSTRASI. Industri Gim (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Mengenal apa itu IGRS Komdigi yang ramai di media sosial. Klasifikasi resmi untuk video gim di Indonesia yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi RI) tengah menjadi perbincangan.

Pasalnya, penerapannya dinilai tidak sesuai dengan isi konten dan tidak selaras dengan rating resmi gim luar negeri seperti pada platform Steam.

Sebagai contoh, Steam semakin transparan soal konten gim menampilkan peringatan konten sensitif (violence, nudity, dll). Selain itu, Steam menyediakan filter usia (parental controls) dan developer wajib mengisi detail konten sebelum gim tayang.

Baca Juga: Apa Saja Hari Besar 10 Maret? Ini Perayaan Terkait Film, Hukum, hingga gim

Namun, Steam belum secara langsung mengintegrasikan IGRS secara otomatis di semua gim.

Artinya, gim di Steam tetap bisa diakses di Indonesia meskipun belum memiliki label IGRS. Tetapi untuk distribusi resmi dan kepatuhan regulasi Indonesia, penerbit gim tetap didorong menggunakan IGRS.

Lalu, apa sebenarnya IGRS dari Komdigi? Cek penjelasan dan klasifikasi selengkapnya.

Baca Juga: Ini 6 Perbedaan BP BUMN dengan Kementerian BUMN sesuai UU No 19 Tahun 2003

Sistem IGRS 

Melansir laman Komdigi, IGRS (Indonesia Game Rating System) merupakan sistem klasifikasi resmi untuk gim atau video gim di Indonesia yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Sistem ini digunakan untuk memberikan rating usia pada setiap gim yang beredar di Indonesia.

Tujuan utama IGRS adalah memastikan bahwa konten dalam gim sesuai dengan usia pemain, sekaligus melindungi anak-anak dari paparan konten yang tidak sesuai.

Baca Juga: Apa Arti Masa Berkabung Iran? Ini Respon Pasca Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

Tujuan dan Fungsi IGRS

IGRS hadir sebagai bentuk pengawasan pemerintah terhadap industri gim digital. Beberapa tujuan utamanya antara lain:

  • Melindungi anak-anak dari konten negatif seperti kekerasan, perjudian, atau unsur dewasa
  • Memberikan panduan bagi orang tua dalam memilih gim yang aman
  • Menyesuaikan konten gim dengan norma budaya Indonesia
  • Meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya dalam penggunaan gim

Baca Juga: Arti Imsak Sebenarnya: Jangan Salah Paham, Ini Waktu dan Cara Menghitungnya!

Klasifikasi Usia dalam IGRS

IGRS membagi rating gim ke dalam beberapa kategori usia, yaitu:

  • 3+ adalah batas Aman untuk semua usia, tanpa konten berbahaya
  • 7+ adalah batas konten mengandung sedikit unsur ringan (misalnya fantasi ringan)
  • 13+ adalah batas konten mulai terdapat unsur kekerasan ringan atau interaksi online
  • 15+ adalah batas konten mengandung konten yang lebih kompleks atau intens
  • 18+ adalah batas konten engandung unsur dewasa, seperti kekerasan tinggi atau tema sensitif.

Label ini biasanya ditampilkan pada gim digital maupun fisik sebagai panduan bagi pengguna.

Baca Juga: Produk Mirip Tetapi Beda Merek? Ini Arti White Label yang Sedang Booming

Pentingnya IGRS di Era Digital

Di tengah pesatnya perkembangan industri gim, IGRS menjadi sangat penting. Banyak gim yang mudah diakses oleh anak-anak melalui ponsel atau komputer tanpa pengawasan.

Dengan adanya sistem ini:

  • Orang tua bisa lebih bijak dalam mengawasi anak
  • Pengembang gim memiliki standar dalam distribusi konten
  • Masyarakat lebih sadar terhadap dampak konten digital

IGRS Komdigi merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengatur industri gim di Indonesia. Melalui sistem klasifikasi usia, IGRS membantu menciptakan ekosistem gim yang lebih aman, sehat, dan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

Tonton: Pemerintah Lanjutkan Uji Coba MLFF, Pembayaran Tol Tanpa Sentuh Segera Berlaku

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru