kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45780,32   4,77   0.62%
  • EMAS1.023.000 -0,68%
  • RD.SAHAM 0.16%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Biar anak tidak keseringan berada di depan layar gadget, simak tips berikut ini


Kamis, 10 September 2020 / 09:17 WIB
Biar anak tidak keseringan berada di depan layar gadget, simak tips berikut ini
ILUSTRASI. ILUSTRASI; Biar anak tidak keseringan berada di depan layar gadget, simak tips berikut ini

Reporter: Arif Budianto | Editor: Arif Budianto

KONTAN.CO.ID - Pandemi Corona membuat anak sering berhadapan dengan layar ponsel dan televisi. Bakal berbahaya, berikut tips agar anak tidak terlalu lama menatap layar ponsel atau televisi.

Kondisi pandemi Corona memaksa semua orang untuk tetap berada dirumah saja. Termasuk anak-anak juga harus meninggalkan kegiatan belajar di sekolah digantikan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Terlepas dari semua itu, anak-anak ketika pandemi Corona tidak bisa dengan leluasa bermain di luar. Oleh karena itu sebagian orang tua mungkin memberikan gadget termasuk ponsel atau tablet untuk hiburan.

Sebagian orang tua merasa dengan gadget bisa membuat sang anak tidak ribut dan mereka bisa melanjutkan pekerjaan rumahnya. Namun demikian, jika anak terlalu lama menatap ponsel atau gadget bisa menimbulkan bahaya.

Terlebih bagi mereka yang masih dalam usia balita. Terlalu berlebihan menatap layar bisa memberikan efek negatif bagi mereka.

Baca Juga: Vivaldi, browser keren bisa rehat sejenak dari semua hiruk pikuk aktivitas internet

Mengutip dari Indiatoday.in, beberapa studi dan penelitian mengungkapkan bahwa sinar layar dapat merusak retina anak yang peka cahaya.

Selain itu, efek terlalu berlebihan berhadapan dengan dapat mengganggu pola tidur dan berimbas kepada masalah kesehatan serius.

Lalu bagaimana cara agar anak tidak terlalu lama menatap layar ponsel atau televisi?

Tips agar anak tidak terlalu lama menatap layar ponsel atau televisi

  1. Sebagai orang tua, Anda bisa buat aturan 'tanpa layar' atau setidaknya membatasi anak-anak dengan gadget mereka dirumah.
  2. Bersikap pro aktif. Artinya Anda harus sering-sering berkomunikasi atau merespon sang anak. Anda bisa mengajaknya melakukan kegiatan kecil yang seru tanpa gadget. Seperti membantu membersihkan rumah, menjemur pakaian atau bermain dengan hewan peliharaan jika punya.
  3. Usahakan tempatkan gadget sesuai dengan tempatnya. Misalkan televisi jangan sampai ditaruh di dalam kamar anak. Namun demikian bagi anak-anak yang membutuhkan gadget untuk pembelajaran jarak jauh berikan seperlunya saja. Jika sudah selesai bisa Anda ambil kembali.
  4. Olahraga, dengan kegiatan ini melatih anak untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Terlebih saat kondisi Corona seperti ini menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh membantu meningkatkan imunitas. Ajak anak-anak berolahraga, yang ringan-ringan saja seperti peregangan atau bersepeda di sekitaran rumah. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kita perlu istirahat sejenak dari duduk selama 3-5 menit. Artinya anak-anak juga perlu beraktivitas seperti jalan kaki atau peregangan. Hal itu dapat mengurangi ketegangan otot dan mental serta meningkatkan sirkulasi darah. Bagi anak yang berusia 5-17 tahun diharuskan melakukan aktivitas fisik setidaknya 1 jam per hari.
  5. Terakhir, Anda harus jadi panutan bagi anak-anak. Seperti yang kita ketahui, anak cenderung menirukan apa yang orang dewasa lakukan. Tunjukan bahwa Anda juga bisa melakukan kegiatan yang tidak mengharuskan di depan layar. Dengan begitu anak juga akan mengikuti kegiatan positif tanpa di depan layar seperti yang Anda lakukan.

 

Jadi kurang lebih seperti itu guys, semoga bisa menjadi referensi bagi Anda sekalian. 

Selanjutnya: Kinerja cepat dan murah, berikut harga laptop Asus SSD terbaik September 2020

 



TERBARU

[X]
×