KONTAN.CO.ID - Menjadi orang tua sering dianggap sebagai momen penuh kebahagiaan, namun kenyataannya tidak selalu demikian. Banyak orang tua justru merasakan tekanan luar biasa yang berujung pada kondisi yang disebut parental burnout.
Fenomena ini bukan sekadar lelah sesaat, melainkan kondisi psikologis serius yang memengaruhi kesejahteraan orang tua maupun anak.
Dilansir dari media berita Inggris, The Times, parental burnout semakin banyak dialami oleh orang tua modern yang menghadapi tekanan sosial dan ekspektasi tinggi.
Baca Juga: Penerapan LPG 3 Kg Satu Harga Lebih Sulit dari BBM Satu Harga, Ini Alasannya
Apa Itu Parental Burnout?
Parental burnout adalah kondisi kelelahan ekstrem yang dialami orang tua akibat beban pengasuhan yang berlebihan.
Gejalanya meliputi rasa keletihan mendalam, menjauh secara emosional dari anak, hingga hilangnya kepuasan dalam menjalani peran sebagai orang tua.
Sebagian orang tua yang mengalami kondisi ini bahkan merasa tidak sanggup lagi berada bersama anak mereka dan menjalani rutinitas pengasuhan hanya “sekadar formalitas”.
Mengapa Kondisi Ini Bisa Terjadi?
Menurut laporan The Times, salah satu pemicu utama parental burnout adalah tuntutan masyarakat untuk menjadi orang tua “sempurna”.
Media sosial sering memperkuat standar tidak realistis tersebut, membuat orang tua merasa gagal ketika tidak mampu mencapainya.
Ditambah lagi, kurangnya dukungan sosial dan tekanan pekerjaan turut memperburuk kondisi, sehingga orang tua kerap merasa terjebak dalam lingkaran stres tanpa jalan keluar.
Dampak Parental Burnout
Parental burnout tidak hanya berdampak pada kesehatan mental orang tua, tetapi juga berpengaruh besar terhadap anak.
Orang tua yang mengalami burnout cenderung lebih mudah kehilangan kesabaran, merasa terasing dari anak, bahkan berisiko melakukan pengabaian.
Lebih jauh, kondisi ini dapat memperburuk hubungan keluarga, menimbulkan konflik, serta menurunkan kualitas pengasuhan secara keseluruhan.
Tonton: Harga Emas Antam Melonjak Lagi Hari ini (30 Agustus 2025)
Cara Mengatasi Parental Burnout
Langkah awal yang penting adalah menyadari bahwa parental burnout adalah kondisi nyata dan serius. Beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua antara lain:
- Mengurangi ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap diri sendiri.
- Membagi peran pengasuhan dengan pasangan atau anggota keluarga lain.
- Memberi waktu untuk diri sendiri melalui aktivitas sederhana yang menenangkan.
- Mencari dukungan profesional jika gejala semakin parah.
Parental burnout merupakan fenomena yang semakin sering terjadi di era modern. Tekanan sosial, ekspektasi tinggi, dan kurangnya dukungan membuat banyak orang tua merasa kewalahan dalam menjalani peran mereka. Kunci utama untuk keluar dari kondisi ini adalah kesadaran, berbagi beban, dan mencari dukungan baik dari lingkungan sekitar maupun tenaga profesional. Menjadi orang tua tidak harus berarti mengorbankan kesehatan mental, melainkan mencari keseimbangan agar pengasuhan tetap hangat dan penuh kasih.
Selanjutnya: Benarkah Kolesterol Tinggi Menyebabkan Sakit Kepala?
Menarik Dibaca: Benarkah Kolesterol Tinggi Menyebabkan Sakit Kepala?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News