Cari Tahu Tentang Hari Tanpa Bayangan Matahari, Begini Cara Melihat Fenomena Tersebut

Senin, 05 September 2022 | 12:11 WIB   Penulis: Arif Budianto
Cari Tahu Tentang Hari Tanpa Bayangan Matahari, Begini Cara Melihat Fenomena Tersebut

ILUSTRASI. Cari Tahu Tentang Hari Tanpa Bayangan Matahari, Begini Cara Melihat Fenomena Tersebut


KONTAN.CO.ID - Yuk cari tahu tentang fenomena hari tanpa bayangan Matahari. Hari tanpa Bayangan Matahari bakal kembali terjadi di Indonesia pada awal September 2022 ini, begini cara menyaksikan fenomena tersebut.

Tahukah Anda, apa itu hari tanpa bayangan Matahari? Apakah di hari tersebut kita tidak dapat melihat bayangan diri sendiri?

Dikutip dari laman sosial media resmi Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hari tanpa bayangan Matahari adalah fenomena di mana saat Matahari melintas berbagai wilayah di Bumi. Posisinya adalah 90atau tegak lurus tepat di atas kepala. 

Akibtanya, tidak ada bayangan yang terbentuk dari benda tak berongga di tengah hari.

Kulminasi Mataharu atau transit atau istiwa' adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utara.

Oleh sebab itu, Matahari akan berada tepat di atas kepala pengamat atau di titik zenit.

Deklinasi Matahari sendiri adalah sudut antara garis khatulistiwa dan garis yang ditarik dari pusat Bumi menuju pusat Matahari.

FENOMENA KULMINASI MATAHARI

Baca Juga: Fenomena Hari Tanpa Bayangan Matahari Bakal Kembali Terjadi di Indonesia, Kok Bisa?

Perlu diketahui, akibat fenomena ini bukan berarti suhu di permukaan Bumi akan naik pada siang hari di wilayah yang mengalami hari tanpa bayangan.

Kenaikan suhu pada dasarnya tidak hanya dipengaruhi oleh sudut penyinaran, tetapi juga dipengaruhi oleh tutupan awan, kadar kelembaban dan jumlah bibit awan hujan.

Semakin kecil tutupan awan, kadar kelembaban dan bibit awan hujan di wilayah tersebut, maka suhu di permukaan Bumi akan mencapai titik maksimum saat tengah hari.

Selain itu, jarak Bumi-Matahari juga sedikit mempengaruhi kenaikan dan penurunan suhu rata-rata global permukaan Bumi, meskipun kurang lebih hanya 2,4o Celcius.

Hari tanpa bayangan Matahari di Indonesia sendiri terjadi di berbagai wilayah mulai tanggal 7 September hingga 21 Oktober 2022 dengan waktu yang bervariasi. Namun, fenomena ini umumnya terjadi menjelang pukul 12 siang.

Bagi Anda yang tertarik untuk melihat fenomena hari tanpa bayangan, Andi Pangerang selaku peneliti Organisasi RIset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membagikan tips menarik.

Baca Juga: September 2022 Ada Fenomena Langit Apa Saja? Penampakan Jupiter hingga Harvest Moon

Berikut ini tips menyaksikan fenomena hari tanpa bayangan Matahari yang dapat Anda simak:

  1. Siapkan benda tegak lurus seperti tongkat atau spidol atau benda lainnya yang dapat ditegakkan.
  2. Letakkan di permukaan yang rata.
  3. Amati bayangan pada waktu yang sudah ditentukan, umumnya pada tengah hari.
  4. Anda juga dapat mengabadikan fenomena ini melalui potret foto maupun rekaman video. Ini juga bisa digunakkan sebagai bukti yang terdokumentasi bahwa Anda benar-benar tidak melihat bayangan yang muncul.
  5. Jika cuaca berawan, dapat disaksikan paling cepat lima menit sebelum atau paling lambat lima menit setelah waktu yang ditentukan. Hal ini dikarenakan di luar rentang waktu lima menit, bayangan Matahari sudah muncul kembali.

Apakah Anda tertarik untuk menyaksikan fenomena hari tanpa bayangan Matahari? Anda tidak perlu keluar panas-panasan kok, letakkan benda apa saja yang dapat ditegakkan.

Setelah itu, amati benda tersebut sampai benar-benar tidak ada bayangan yang terlihat di tengah teriknya Matahari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Arif Budianto

Terbaru