Gas Air Mata: Efek Samping dan Cara Mengatasinya

Minggu, 31 Agustus 2025 | 10:00 WIB Sumber: Healthline,Healthline
Gas Air Mata: Efek Samping dan Cara Mengatasinya

ILUSTRASI. Gas Air Mata: Efek Samping dan Cara Mengatasinya.


KONTAN.CO.ID -  Di tengah maraknya aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini, penggunaan gas air mata oleh pihak kepolisian untuk membubarkan massa kerap menjadi sorotan. 

Meskipun dianggap sebagai alat non-mematikan, paparan gas air mata dapat menimbulkan dampak pada kesehatan. 

Penting bagi masyarakat untuk memahami apa itu gas air mata, bagaimana efeknya pada tubuh, serta langkah-langkah yang harus diambil jika terpapar, terutama bagi mereka yang sering berpartisipasi dalam aksi massa.

Baca Juga: Pengadilan AS Sebut Sebagian Besar Tarif Impor Trump Ilegal

Mengenal Lebih Dekat Gas Air Mata

Gas air mata sebenarnya bukanlah gas, melainkan sekelompok bahan kimia yang berbentuk bubuk bertekanan yang disebarkan sebagai kabut. 

Jenis yang paling umum adalah 2-klorobenzalmalononitril (gas CS), meskipun jenis lain seperti semprotan merica (OC) juga termasuk dalam kategori ini. 

Dilansir dari situs kesehatan, Healthline, bahan kimia ini bekerja dengan mengikat reseptor rasa sakit di mata, kulit, dan saluran pernapasan, yang memicu rasa sakit dan peradangan hebat.

Meskipun penggunaannya dalam perang dilarang oleh Konvensi Senjata Kimia Internasional 1993, gas air mata masih sering digunakan oleh aparat penegak hukum di banyak negara untuk pengendalian massa. 

Efektivitasnya yang cepat dalam melumpuhkan pergerakan massa menjadikannya pilihan utama, namun dampak kesehatan yang ditimbulkan tidak bisa dianggap remeh.

Dampak dan Penanganan Jika Terpapar

Efek gas air mata sangat bervariasi tergantung pada seberapa lama seseorang terpapar, seberapa dekat dengan sumbernya, dan apakah paparan terjadi di ruang tertutup. 

Berikut adalah beberapa efek utama gas air mata pada tubuh, dikutip dari Healthline:

Mata dan Wajah:

  • Rasa perih dan terbakar yang hebat.
  • Air mata berlebihan.
  • Penglihatan kabur atau bahkan kebutaan sementara.
  • Pada kasus parah, dapat menyebabkan kerusakan saraf atau katarak.

Tonton: Bahlil Sebut Freeport Belum Ajukan Perpanjangan Izin Ekspor Konsentrat Tembaga

Sistem Pernapasan:

  • Rasa tercekik dan sesak di dada.
  • Batuk dan bersin parah.
  • Mual dan muntah.
  • Pada individu dengan kondisi asma atau penyakit pernapasan lainnya, dapat memicu gagal napas.

Kulit:

  • Rasa perih seperti terbakar, gatal, dan kemerahan.
  • Munculnya lepuh atau luka bakar kimiawi.
  • Dapat menyebabkan dermatitis kontak.

Tidak ada penawar (antidote) untuk gas air mata. Pertolongan pertama yang paling efektif adalah menjauh dari area paparan dan mencari udara segar. 

Segera bilas mata dan kulit dengan air untuk membersihkan residu kimia. Penting untuk tidak menggosok mata karena dapat memperburuk iritasi. 

Lepas pakaian yang terkontaminasi sesegera mungkin. Dalam kasus paparan yang parah, terutama pada orang dengan kondisi pernapasan seperti asma atau penyakit jantung, sangat dianjurkan untuk segera mencari bantuan medis. 

Mengenali gejala dan mengambil tindakan cepat adalah kunci untuk meminimalisir risiko kesehatan akibat terpapar gas air mata.

Selanjutnya: Berkah dari Minyak Jelantah yang Masih Menjanjikan

Menarik Dibaca: Fitur Baru WhatsApp Call Tambahkan Voicemail,Panggilan Tak Terjawab Bisa Direkam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana
Tag

Terbaru