KONTAN.CO.ID - Hari Jumat, 29 Agustus 2025 merupakan HUT Ke-80 DPR RI. Hari ini menjadi momen istimewa bagi bangsa Indonesia, karena Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) genap berusia 80 tahun sejak dibentuk pada 29 Agustus 1945.
Peringatan ini tidak hanya sekadar mengenang perjalanan panjang lembaga legislatif, tetapi juga menjadi refleksi atas peran DPR RI dalam menjaga demokrasi.
Lembaga ini ditujukan untuk aspirasi rakyat, serta menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan sepanjang sejarah Indonesia merdeka.
Lalu, seperti apa sejarah dan daftar ketua DPR dari masa ke masa? Intip selengkapnya.
Baca Juga: Peringatan HUT DPR RI Setiap 29 Agustus, Cek Sejarah Lembaga Legislator Ini
Sejarah DPR RI
Melansir dari laman Dpr.go.id, lembaga ini dikenal dengan nama Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang dibentuk oleh Presiden Soekarno melalui Maklumat Presiden No. X tahun 1945.
KNIP berfungsi sebagai badan legislatif sementara sebelum terbentuknya DPR yang lebih permanen.
Seiring perjalanan waktu, lembaga ini kemudian berkembang menjadi DPR seperti yang dikenal saat ini, dengan struktur, kewenangan, serta mekanisme yang lebih teratur.
Baca Juga: Ojol Tewas Saat Demo DPR, SPAI Tuntut Kepolisian Hentikan Tindakan Represif
Setelah Republik Indonesia Serikat (RIS) bubar pada 1950, Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, dan terbentuklah DPR hasil pemilu pertama 1955.
Pada 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekret Presiden yang membubarkan Konstituante dan memberlakukan kembali UUD 1945.
Sejak itu, DPR dibentuk melalui penunjukan, bukan hasil pemilu. Kekuasaan legislatif DPR mulai berkurang, karena Soekarno menerapkan konsep Demokrasi Terpimpin. DPR hasil pemilu 1955 bahkan dibubarkan, lalu diganti dengan DPR Gotong Royong (DPR-GR) pada tahun 1960 yang lebih dikontrol oleh Presiden.
Baca Juga: Istana Buka Suara Soal Aksi Demontrasi di DPR pada 25 dan 28 Agustus
Setelah jatuhnya Orde Lama, Soeharto membangun sistem politik yang stabil melalui Orde Baru. DPR pada masa ini menjadi bagian penting, tetapi cenderung diposisikan sebagai pendukung kebijakan pemerintah.
Pemilu tetap dilaksanakan setiap lima tahun sekali, tetapi partai politik dibatasi hanya ada tiga: Golkar, PPP, dan PDI. Walau DPR tampak kuat, dalam praktiknya perannya terbatas karena dominasi eksekutif sangat besar.
Reformasi 1998 membawa perubahan besar pada DPR RI. Sistem multipartai kembali diberlakukan, fungsi pengawasan diperkuat, serta lembaga legislatif menjadi lebih independen dari pemerintah.
Amandemen UUD 1945 menghasilkan pembagian kekuasaan yang lebih jelas, termasuk munculnya lembaga baru Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang berjalan bersama DPR dalam wadah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
DPR juga semakin berperan dalam legislasi, pengawasan, dan anggaran, dengan keterbukaan informasi kepada publik.
Baca Juga: Ribuan Buruh Demo di Depan Gedung DPR, Ini Enam Tuntutannya!
Ketua DPR RI Pertama
Ketua DPR RI pertama adalah Kasman Singodimedjo, seorang tokoh nasionalis, pejuang kemerdekaan, sekaligus ulama.
Kasman memimpin DPR pada periode awal saat Indonesia baru saja berdiri sebagai negara merdeka dan masih mencari bentuk sistem politik yang stabil.
Di bawah kepemimpinannya, DPR tidak hanya menjadi simbol demokrasi yang baru lahir, tetapi juga wadah perjuangan politik untuk mempertahankan kedaulatan bangsa di tengah guncangan revolusi fisik melawan kolonialisme.
Baca Juga: Ribuan Buruh Demo di Depan Gedung DPR, Ini Enam Tuntutannya!
Daftar Singkat Ketua DPR RI dari Masa ke Masa
Berikut beberapa tokoh penting yang pernah menjabat sebagai Ketua DPR RI.
- Kasman Singodimedjo (1945–1946) merupakan Ketua DPR pertama.
- Mr. Sartono (1946–1949) merupakan Tokoh PNI, juga Ketua KNIP.
- Arudji Kartawinata (1949–1950) merupakan Dari Masyumi.
- Wilopo (1950) merupakan Politikus PNI, juga pernah jadi Perdana Menteri.
- Zainul Arifin (1950–1959) merupakan Dari Masyumi.
- Chaerul Saleh (1960–1966) merupakan Tokoh revolusioner era Demokrasi Terpimpin.
- Idham Chalid (1966–1971) merupakan Tokoh NU.
- Muhammad Sjaichu (1971–1977) merupakan Dari PPP.
- Darmono (1977–1982) merupakan Tokoh Golkar.
- Amir Machmud (1982–1987) merupakan Tokoh Golkar.
- Kharis Suhud (1987–1992).
- Wahid Hasjim (1992–1997).
- Harmoko (1997–1999) merupakan Tokoh Golkar, terkenal di era Orde Baru.
- Akbar Tandjung (1999–2004) merupakan Ketua DPR era Reformasi awal.
- Agung Laksono (2004–2009) merupakan Tokoh Golkar.
- Marzuki Alie (2009–2014) merupakan Politikus Demokrat.
- Setya Novanto (2014–2017) merupakan Golkar, sempat terjerat kasus korupsi.
- Bambang Soesatyo (2018–2019) merupakan Golkar.
- Puan Maharani (2019–sekarang 2025) merupakan Ketua DPR pertama dari kalangan perempuan, sekaligus cucu Proklamator Soekarno.
Demikian informasi mengenai Daftar Ketua DPR RI dari masa ke masa untuk menyambut HUT Ke-80 DPR RI.
Tonton: Stok BBM di SPBU Shell Kosong, Ini Penjelasannya
Selanjutnya: Cermati Harga Promo hingga Beauty Class di Hypermart
Menarik Dibaca: Cermati Harga Promo hingga Beauty Class di Hypermart
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News