KONTAN.CO.ID - Simak daftar hari besar setiap 10 Mei yang penuh makna. Tanggal 10 Mei diperingati sebagai berbagai hari besar dan momentum internasional yang berkaitan dengan kesehatan, lingkungan, hingga gaya hidup sehari-hari.
Sejumlah peringatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu tertentu, mulai dari penyakit autoimun lupus, pentingnya aktivitas fisik, perlindungan burung migrasi, hingga kebiasaan hidup bersih dan nyaman.
Beberapa hari besar yang diperingati setiap 10 Mei antara lain Hari Lupus Sedunia, Hari Gerakan untuk Kesehatan, Hari Burung Migrasi Sedunia, Hari Bebas Kaos Kaki (No Socks Day), serta Hari Membersihkan Kamar (Clean Up Your Room Day).
Baca Juga: Lewat Program DMP, Prudential Dorong Edukasi Kesehatan dan Gaya Hidup Sehat
Daftar Hari Besar 10 Mei
Meski sebagian bersifat serius dan sebagian lainnya nonformal, seluruh peringatan ini memiliki tujuan yang sama, yakni mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan, lingkungan, dan kualitas hidup sehari-hari.
Pastikan Anda merayakannya melalui media sosial dengan memahami setiap hari besar tersebut.
Berikut ini daftar hari besar setiap 10 Mei yang penuh makna.
Baca Juga: Dukung Gaya Hidup Aktif Perempuan, Asics Luncurkan Apparel Terbaru Nagino
1. Hari Lupus Sedunia (World Lupus Day)
World Lupus Day diperingati setiap 10 Mei untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lupus, yakni penyakit autoimun kronis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat dalam tubuh sendiri. Penyakit ini dapat menyerang kulit, sendi, ginjal, paru-paru, jantung, hingga otak.
Peringatan ini pertama kali dicetuskan pada 2004 oleh organisasi lupus internasional guna mendorong perhatian pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat terhadap penderita lupus yang sering menghadapi keterlambatan diagnosis dan keterbatasan akses pengobatan.
Kampanye Hari Lupus Sedunia biasanya diisi dengan seminar kesehatan, pemeriksaan medis, penggalangan dana, hingga aksi simbolis mengenakan warna ungu yang identik dengan solidaritas bagi penyintas lupus. Di media sosial, tagar seperti #WorldLupusDay sering digunakan untuk berbagi edukasi dan pengalaman hidup para penderita lupus.
Baca Juga: Cara Amankan Tabungan saat Pensiun agar Keuangan Terjaga dari Inflasi Gaya Hidup
2. Hari Gerakan untuk Kesehatan (Move for Health Day)
Melansir WHO, Move for Health Day merupakan hari internasional yang mengajak masyarakat lebih aktif bergerak demi menjaga kesehatan fisik dan mental. Peringatan ini dipromosikan oleh World Health Organization sebagai bagian dari kampanye melawan gaya hidup sedentari atau kurang aktivitas fisik.
Kurangnya aktivitas gerak diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung. Karena itu, masyarakat diajak melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, senam, hingga olahraga ringan secara rutin.
Berbagai komunitas dan institusi biasanya mengadakan jalan sehat, olahraga massal, kampanye kebugaran, hingga edukasi pola hidup sehat pada peringatan ini. Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus melalui olahraga berat, tetapi bisa dimulai dari kebiasaan aktif sehari-hari.
Baca Juga: Polytron Rilis Air Fryer Oven untuk Gaya Hidup Sehat Keluarga
3. Hari Burung Migrasi Sedunia (World Migratory Bird Day)
World Migratory Bird Day diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melindungi burung migrasi beserta habitatnya. Hari ini biasanya jatuh pada Sabtu kedua bulan Mei dan kembali diperingati pada Oktober sebagai bagian dari kampanye global konservasi satwa.
Burung migrasi merupakan spesies yang melakukan perjalanan lintas negara bahkan benua setiap tahun untuk mencari makanan, berkembang biak, atau menghindari perubahan musim.
Dalam proses migrasi, banyak burung menghadapi ancaman seperti perubahan iklim, polusi, perburuan liar, hingga kerusakan habitat.
Peringatan ini sering diisi dengan kegiatan pengamatan burung, kampanye lingkungan, penanaman pohon, hingga edukasi konservasi alam. Organisasi lingkungan berharap momentum ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keseimbangan ekosistem dan pelestarian keanekaragaman hayati dunia.
Baca Juga: Sehat Ala Nusantara, Ini 3 Manfaat Jamu yang Bisa Jadi Bagian Gaya Hidup
4. Hari Bebas Kaos Kaki (No Socks Day)
No Socks Day merupakan peringatan unik dan nonformal yang dirayakan dengan melepas kaos kaki selama sehari penuh. Hari ini dikenal sebagai simbol kebebasan sederhana, kenyamanan, dan menikmati hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.
Meski terdengar ringan dan lucu, No Socks Day sering dimanfaatkan netizen sebagai konten hiburan di media sosial. Banyak orang membagikan foto atau video santai tanpa kaos kaki, terutama di rumah, taman, atau tempat wisata.
Peringatan ini pertama kali populer di Amerika Serikat dan berkembang luas di internet sebagai bentuk perayaan sederhana yang tidak memiliki aturan resmi. Tujuannya lebih kepada hiburan dan mengajak orang menikmati suasana santai di tengah rutinitas harian.
Baca Juga: 6 Penyebab Gagal Ginjal pada Gaya Hidup Anak Muda yang Sering Diabaikan
5. Hari Membersihkan Kamar (Clean Up Your Room Day)
Clean Up Your Room Day diperingati untuk mendorong kebiasaan hidup bersih dan rapi, terutama bagi anak-anak dan remaja. Hari ini mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan ruang pribadi agar lebih nyaman dan sehat.
Membersihkan kamar dinilai dapat membantu meningkatkan konsentrasi, mengurangi stres, dan membentuk kebiasaan disiplin. Karena itu, banyak orang tua memanfaatkan momentum ini untuk mengajarkan tanggung jawab sederhana kepada anak-anak.
Di media sosial, peringatan ini sering diwarnai tren before-after atau transformasi kamar yang berantakan menjadi lebih rapi. Konten tersebut banyak diminati karena dianggap memotivasi orang lain untuk mulai membereskan ruang pribadi mereka sendiri.
Tonton: Harga Pertalite Asli Lebih Mahal dari Pertamax, Kok Bisa? Ini Penjelasan Pakar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News