KONTAN.CO.ID - Simak penjelasan mengenai kapan malam ke-27 Ramadan. Malam ganjil ini menjadi salah satu malam yang paling banyak dicari umat Islam.
Banyak orang mengaitkannya dengan salah satu malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan, yang diyakini memiliki keutamaan besar karena berkaitan dengan pencarian Lailatul Qadar.
Karena awal puasa Ramadan 1447 Hijriah di Indonesia versi pemerintah dan Muhammadiyah berbeda, maka penentuan malam ke-27 Ramadan pada 2026 juga tidak sama.
Berikut ini informasi masing-masing versi Pemerintah dan umat Muhammadiyah.
Baca Juga: Peringatan Setiap 17 Maret: Ada 3 Perayaan Besar Profesi Hingga Kuliner Unik
Versi Pemerintah
Pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan ini diumumkan Kementerian Agama setelah mempertimbangkan hasil hisab dan rukyat di berbagai titik pemantauan di Indonesia.
Dengan acuan tersebut, maka 27 Ramadan 1447 H versi pemerintah jatuh pada Selasa, 17 Maret 2026. Artinya, malam ke-27 Ramadan versi pemerintah dimulai sejak Senin malam, 15 Maret 2026, setelah waktu Magrib, hingga menjelang Selasa pada Minggu, 17 Maret 2026.
Perhitungan ini mengikuti sistem kalender hijriah, di mana pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam. Perhitungan ini merupakan hasil penanggalan berdasarkan tanggal awal Ramadan yang telah ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: Besaran Zakat Fitrah Tahun 2026 Menurut Baznas, Siapa Saja Penerimanya?
Versi Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 melalui maklumat resmi PP Muhammadiyah. Penetapan ini menggunakan acuan hisab yang berlaku dalam Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah.
Berdasarkan penetapan tersebut, maka 27 Ramadan 1447 H versi Muhammadiyah jatuh pada Senin, 16 Maret 2026. Dengan demikian, malam ke-27 Ramadan versi Muhammadiyah dimulai sejak Minggu malam, 15 Maret 2026, setelah Magrib, hingga menjelang Subuh pada Senin, 16 Maret 2026.
Namun, maklumat resmi Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadan pada 18 Februari 2026 secara hitungan berurutan menempatkan 27 Ramadan pada 16 Maret 2026 jika dihitung inklusif dari 18 Februari.
Jadi, penjelasan yang paling aman adalah: malam ganjil akhir Ramadan menurut Muhammadiyah bergeser satu hari lebih awal daripada versi pemerintah karena awal puasanya lebih dulu sehari.
Baca Juga: Puasa Hari Keberapa Tanggal 15 Maret 2026? Ini Hitungan Jelang Idulfitri
Kenapa Bisa Berbeda?
Perbedaan ini muncul karena awal Ramadan 1447 H antara pemerintah dan Muhammadiyah memang berbeda satu hari. Pemerintah menetapkan awal puasa pada 19 Februari 2026, sedangkan Muhammadiyah menetapkannya pada 18 Februari 2026.
Akibatnya, penanggalan hari-hari di bulan Ramadan, termasuk malam ke-27, juga ikut bergeser satu hari.
Selain itu, umat Islam juga perlu memahami bahwa istilah “malam ke-27” biasanya merujuk pada malam sebelum tanggal 27 Ramadan, karena dalam kalender Islam malam datang lebih dahulu daripada siang. Itulah sebabnya banyak orang mencari kapan malam 27 dimulai sejak selepas Magrib.
Baca Juga: Ada Apa dengan Hari Besar 16 Maret? Ini 5 Peristiwa Nasional dan Global
Penjelasan ini merupakan kaidah umum penanggalan hijriah, dengan penerapan tanggal mengikuti acuan masing-masing versi awal Ramadan.
Namun, karena pada sumber kalender KHGT yang saya temukan terdapat tampilan yang mengarah pada tanggal berbeda untuk 27 Ramadan, bagian Muhammadiyah sebaiknya dicek kembali langsung pada kalender resmi atau maklumat rinci yang digunakan.
Perbedaan awal puasa membuat malam-malam ganjil terakhir Ramadan antara pemerintah dan Muhammadiyah tidak berlangsung pada tanggal Masehi yang sama.
Tonton: KPK Tangkap Bupati Cilacap! Kasus Pemerasan Uang THR Gegerkan Publik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News