​Kisah Marie Thomas, perempuan Indonesia pertama yang menjadi dokter

Rabu, 17 Februari 2021 | 08:59 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
​Kisah Marie Thomas, perempuan Indonesia pertama yang menjadi dokter

ILUSTRASI. Marie Thomas

KONTAN.CO.ID -  Marie Thomas, dokter perempuan pertama di Indonesia hari ini dijadikan Google Doodle. 

Marie Thomas lahir hari ini, 17 Februari 1896 di Desa Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara dari pasangan Andriaan Thomas dan Nicolina Maramis. 

Marie Thomas sering berpindah-pindah Indonesia selama masa kanak-kanak sebelum lulus dari sekolah Eropa yang berbasis di Manado. 

Saat itulah Charlotte Jacobs, salah satu apoteker wanita pertama di Belanda, mendukungnya menjadi calon dokter di Indonesia dengan dana beasiswa. 

Dikutip dari buku Healers on the Colonial Market: Native Doctors and Midwives in the Dutch East Indies (2011), pada mulanya STOVIA tidak menerima wanita sebagai mahasiswa. Tetapi kebijakan tersebut berubah saat Aletta Jacobs mengunjungi Hindia Belanda pada tahun 1911. 

Baca Juga: Joe Biden lebih pilih berdiplomasi dengan Raja Salman dibanding Putra Mahkota Arab

Dia mendesak masalah ini kepada Gubernur-Jenderal A.W.F. Idenburg. Setelah kemudian wanita diizinkan untuk mendaftar ke STOVIA, terdapat sebuah kendala baru yaitu mereka tidak bisa dipekerjakan oleh Layanan Kesehatan Sipil (Burgerlijke geneeskundige dienst). 

Sehingga calon dokter wanita harus membayar studi mereka sendiri di STOVIA. Untuk mengatasi masalah ini, saudara perempuan Aletta yaitu Charlotte Jacobs (wanita pertama yang memperoleh gelar dalam bidang farmakologi di Belanda), membantu mendirikan sebuah yayasan untuk mengumpulkan dana bagi siswa perempuan yang belajar STOVIA.

Kemudian, pada September 1912 mahasiswa wanita pertama yakni Marie Thomas diterima di STOVIA (Sekolah Pendidikan Dokter Asli). Waktu itu, Marie adalah satu-satunya siswa perempuan di antara 180 siswa laki-laki dalam sekolah kedokteran tersebut. 

Baca Juga: Sederet manfaat jalan kaki 10.000 langkah per hari untuk kesehatan

Dua tahun kemudian mahasiswa wanita kedua juga berhasil diterima di STOVIA yakni Anna Warouw. Keduanya berasal dari Minahasa. 

Dikutip dari laman Kemendikbud, pada 26 April 1922 STOVIA menyatakan Marie Thomas lulus dengan nilai yang memuaskan, sehingga berhak menyandang gelar Indische Arts. 

Kelulusannya menjadi bahan berita di Hindia Belanda, karena Marie Thomas menjadi dokter perempuan pertama di tanah air. 

Pemerintah menugaskannya berdinas sebagai dokter pemerintah di Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (CBZ) – sekarang RS Cipto Mangunkusumo.

Baca Juga: Manfaat buncis untuk kesehatan bila dikonsumsi secara rutin

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru