KONTAN.CO.ID - Simak daftar hari besar setiap tanggal 21 Februari di Indonesia dan dunia. Tanggal 21 Februari 2026 jatuh pada hari Sabtu dan menjadi salah satu momen penting di Indonesia.
Masyarakat akan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI No. 21 Tahun 2018.
Tanggal ini dipilih untuk mengenang tragedi longsor TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada 21 Februari 2005 yang menewaskan ratusan jiwa akibat pengelolaan sampah yang buruk.
Di tahun 2026 ini, HPSN mengusung tema "Kolaborasi Untuk Indonesia ASRI" (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), mengajak seluruh elemen masyarakat berkolaborasi mengelola sampah secara produktif, terutama mengatasi gunungan sampah plastik yang masih menjadi tantangan nasional.
Baca Juga: Arti Imsak Sebenarnya: Jangan Salah Paham, Ini Waktu dan Cara Menghitungnya!
Selain itu, secara internasional tanggal ini juga diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional oleh UNESCO, merayakan keragaman bahasa daerah dan hak multibahasa, serta World Thinking Day yang dikenal di kalangan Pramuka Putri sebagai hari refleksi kepemimpinan dan persahabatan.
Di tengah suasana Ramadan yang masih berlangsung (hari ke-3 puasa), hari ini menjadi pengingat untuk menyeimbangkan ibadah dengan kepedulian lingkungan dan pelestarian budaya dari aksi bersih sampah hingga penghargaan terhadap bahasa ibu yang membentuk identitas bangsa.
Berikut penjelasan mendalam masing-masing peringatan pada 21 Februari.
Baca Juga: Ini 3 Daftar Hari Besar Setiap 20 Februari: Jadi Momen Keadilan Sosial Global
Hari Besar 21 Februari
1. Hari Peduli Sampah Nasional
Melansir laman Kementerian LHK, Hari Peduli Sampah Nasional diperingati setiap 21 Februari sejak ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI No. 21 Tahun 2018. Tanggal ini dipilih untuk mengenang tragedi longsor TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada 21 Februari 2005 yang menewaskan ratusan jiwa akibat pengelolaan sampah yang buruk.
Di tahun 2026, HPSN jatuh pada Sabtu, 21 Februari, dengan tema resmi "Kolaborasi Untuk Indonesia ASRI" (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Tema ini menekankan sinergi lintas sektor, pemerintah pusat/daerah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan LSM untuk mengelola sampah secara produktif dan berkelanjutan.
Fokus utama adalah mengatasi sampah plastik yang mencapai jutaan ton per tahun, mendorong ekonomi sirkular (reduce, reuse, recycle), dan mewujudkan lingkungan aman dari bahaya sampah, sehat bagi warga, resik dari polusi, serta indah sebagai warisan generasi mendatang.
Kegiatan nasional biasanya mencakup aksi bersih sungai/pantai serentak di 34 provinsi, festival daur ulang, seminar tentang bank sampah produktif, kampanye pilah sampah dari rumah, dan peluncuran program insentif daur ulang.
Baca Juga: Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 lewat Aplikasi Pintar BI, Ini Jadwalnya
2. International Mother Language Day (Hari Bahasa Ibu Internasional)
Mengutip National Today, International Mother Language Day diperingati setiap 21 Februari sejak ditetapkan UNESCO pada tahun 1999. Peringatan ini lahir dari peristiwa tragis di Bangladesh pada 21 Februari 1952, ketika mahasiswa dan warga Bengali menuntut pengakuan bahasa Bengali sebagai bahasa resmi, yang berujung pada penembakan dan korban jiwa.
Hari ini bertujuan mempromosikan keragaman bahasa, pelestarian bahasa ibu, multibahasa, dan hak bahasa sebagai bagian dari hak asasi manusia.
Di tahun 2026, tema UNESCO biasanya berkisar pada "Bahasa sebagai Jembatan Perdamaian" atau variasi serupa, dengan fokus pada peran bahasa dalam mengurangi konflik, memperkuat identitas budaya, dan mendukung pendidikan inklusif.
Di Indonesia, yang memiliki lebih dari 700 bahasa daerah, peringatan ini sering diisi seminar bahasa lokal, lomba pidato/pantun, kampanye pelestarian bahasa Jawa, Sunda, Batak, Minang, Dayak, dan lainnya, serta diskusi tentang pentingnya bahasa daerah di era digital.
Kegiatan ini melibatkan Kemendikbudristek, komunitas budaya, dan lembaga bahasa untuk menjaga kekayaan linguistik bangsa.
Baca Juga: Daftar Negara dengan Puasa Tercepat dan Terlama: Ada yang Hanya 11 Jam!
3. World Thinking Day (Hari Berpikir Sedunia)
World Thinking Day diperingati setiap 22 Februari oleh anggota Girl Guides dan Girl Scouts di seluruh dunia. Hari ini juga digeser ke 21 Februari di beberapa negara atau komunitas. Hari ini bertepatan dengan ulang tahun pendiri Girl Guides, Lord Baden-Powell, dan istrinya Olave Baden-Powell.
Tujuannya adalah merayakan kepemimpinan perempuan muda, persahabatan global, pemikiran kritis, dan nilai-nilai Pramuka Putri. Tema tahunan biasanya mengangkat isu seperti lingkungan, kesehatan mental, kesetaraan gender, atau pembangunan berkelanjutan.
Di Indonesia, komunitas Pramuka Putri (Gerakan Pramuka) sering mengadakan kegiatan refleksi, diskusi kelompok, proyek sosial, atau sesi berbagi pengalaman untuk mengembangkan karakter dan pemikiran kritis.
Meski tidak resmi diperingati secara nasional, hari ini menjadi momen bagi remaja perempuan untuk merenungkan peran mereka dalam masyarakat dan berkontribusi pada isu global.
Secara keseluruhan, World Thinking Day mengajak generasi muda untuk berpikir positif, bertindak bijak, dan membangun dunia yang lebih baik melalui kepemimpinan dan solidaritas.
Tonton: Eskalasi Besar! F-35 & F-22 Dikerahkan ke Dekat Iran, Perang di Depan Mata?
Selanjutnya: Daftar Anime Paradox Code (Februari 2026) lengkap dengan Cara Klaim di Roblox
Menarik Dibaca: Promo Ramadhan di KFC & Wingstop: Hematnya Bikin Puasa Makin Nikmat, Cek Detailnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News