Perhatikan, inilah arti dari warna dan tekstur BAB bayi

Senin, 11 Januari 2021 | 15:19 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Perhatikan, inilah arti dari warna dan tekstur BAB bayi

ILUSTRASI. Perhatikan, inilah arti dari warna dan tektur BAB bayi.

 

  • Hijau

Saat bayi mulai diberi MPASI berupa sayuran hijau, fesesnya juga akan berwarna kehijauan. Warna tersebut didapat dari sayuran seperti bayam atau kacang-kacangan.

Suplemen mineral juga bisa memberi warna hijau pada pup bayi. 

  • Merah

Warna merah pada kotoran bayi bisa disebabkan oleh makanan, seperti tomat atau buah naga merah. Namun, warna tersebut juga bisa menandakan ada darah pada feses bayi. 

Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi pada usus, saluran BAB, atau alergi pada susu. Jika Anda mendapati pup bayi berwarna merah meski tidak diberi makanan seperti tomat, segera konsultasikan pada dokter anak. 

  • Putih atau abu-abu

Warna feses bayi putih atau abu-bau bisa menjadi pertanda bahwa produksi bilirubin tidak maksimal. Jika bilirubin tidak diproduksi secara normal, bayi bisa kesulitan dalam mencerna makanan dengan baik. 

Segera konsultasikan pada dokter jika warna kotoran bayi putih atau abu-abu. 

Baca Juga: Kenali 6 ciri-ciri awal autisme pada anak, orangtua perlu tahu

Tekstur feses bayi

Selain warna, Anda perlu memperhatikan tektur pada feses bayi. Berikut beberapa tekstur feses bayi dan artinya;

  • Cair

Jika bentuk feses bayi cair, bisa jadi bayi sedang mengalami diare. Warna pada feses bayi yang sedang diare biasanya berwarna coklat atau hijau.

Sebaiknya bawa bayi ke dokter dengan segera. Jika dibiarkan, bayi bisa mengalami dehidrasi karena cairan tubuh terus berkurang. 

  • Lembek seperti pasta gigi

Bayi yang mengkonsumsi ASI biasanya akan mengeluarkan kotoran yang lembek cenderung cair seperti diare. Namun jika frekuensinya normal, hal tersebut wajar-wajar saja.

Berbeda dengan bayi yang diberi asi formula. Mereka akan BAB dengan tekstur yang lebih padat seperti pasta gigi. 

Bayi yang diberi susu formula BAB nya lebih berbau layaknya BAB biasa namun tidak sekuat anak-anak yang lebih besar. 

  • Berlendir

Terkadang tekstur feses bayi berlendir. Hal ini disebabkan oleh air liur yang tertelan. 

Jika bayi tidak meneteskan air liur tetapi pup bayi berlendir, bisa saja ada infeksi pada tubuh bayi. Segeralah bawa bayi pada dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

  • Keras

Bayi yang sudah diperkenalkan dengan makanan padat, kotorannya akan perlahan berubah teksturnya menjadi lebih padat. 

Tetapi, Anda perlu waspada jika bayi mulai kesulitan saat BAB atau kotoran yang dikeluarkan sangat keras. 

Hal ini bisa mengindikasikan sembelit pada bayi. Ada baiknya segera bawa bayi pada dokter agar mendapatkan penanganan lebih baik. 

Selanjutnya: Efeknya buruk buat anak, ini tanda-tanda Anda tergolong orangtua narsis

Editor: Tiyas Septiana
Terbaru