Apa Itu Program Gentengisasi oleh Presiden Prabowo? Intip Tujuan dan Agenda Terdekat

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:11 WIB
Apa Itu Program Gentengisasi oleh Presiden Prabowo? Intip Tujuan dan Agenda Terdekat

ILUSTRASI. Pabrik Genteng Keramik (TRIBUN JABAR/ZELPHI)


Penulis: Bimo Adi Kresnomurti  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan program gentengisasi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu, 8 November 2026. Pemerintah menyiapkan pengiriman 2,4 juta genteng tanah liat hasil produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menggunakan 600 truk.

Program ini merupakan bagian dari upaya memperbaiki kualitas lingkungan permukiman sekaligus mendorong penggunaan produk lokal dalam pembangunan dan perbaikan rumah.

Mengutip Kontan.co.id, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa puluhan UMKM produsen genteng telah disiapkan untuk mendukung kegiatan tersebut.

Dari 45 pengrajin yang terlibat, sebanyak 34 telah memiliki sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), sedangkan 11 lainnya telah lolos uji keandalan. Peluncuran pada 8 November tersebut direncanakan menjadi salah satu tahapan penting dalam perluasan program gentengisasi nasional.

Baca Juga: Apa Itu DNKK yang Dibentuk Presiden Prabowo? Intip Tugas dan Fokus Utama

Apa Itu Program Gentengisasi?

Melansir laman KemenPKP, program gentengisasi adalah gerakan yang mendorong penggunaan genteng sebagai material atap rumah untuk memperindah lingkungan permukiman. Gagasan ini diperkenalkan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah pada 2 Februari 2026 sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI, singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Prabowo menyoroti penggunaan atap seng di sejumlah kawasan permukiman yang dinilai dapat membuat rumah terasa panas dan terlihat kurang tertata, terutama ketika material tersebut berkarat. Karena itu, pemerintah mendorong penggunaan genteng sebagai salah satu pilihan material atap untuk memperbaiki tampilan lingkungan.

Selain tujuan estetika, gentengisasi juga diarahkan untuk menggerakkan industri genteng dalam negeri. Pemerintah ingin kebutuhan material untuk program perumahan dapat menjadi pasar bagi pengrajin lokal, sehingga manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan oleh penghuni rumah, tetapi juga pelaku UMKM dan tenaga kerja di daerah.

Baca Juga: Presiden Prabowo Groundbreaking 10 Gudang Pangan Polri & Luncurkan 166 SPPG di Tuban

Kapan Program Gentengisasi Dimulai?

Gagasan gentengisasi diperkenalkan Prabowo pada 2 Februari 2026. Pelaksanaannya kemudian mulai dilakukan secara bertahap melalui penyerapan produk UMKM untuk kebutuhan perumahan.

Berikut sejumlah tahapan program gentengisasi yang telah diumumkan pemerintah.

Tanggal Agenda Rincian
2 Februari 2026 Pengenalan gagasan Prabowo memperkenalkan gentengisasi sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI.
11 Maret 2026 Penyaluran awal dari Jatiwangi Sebanyak 14 truk yang membawa 75.000 genteng dilepas, dengan total pemesanan yang diumumkan mencapai 24 truk dan komitmen transaksi sekitar Rp3 miliar.
2 Oktober 2026 Pengiriman dari Plered, Purwakarta Pemerintah menyiapkan 500.000 genteng yang diangkut menggunakan 125 truk.
8 November 2026 Agenda di Majalengka Pemerintah menyiapkan pengiriman 2,4 juta genteng menggunakan 600 truk. Presiden Prabowo dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa gentengisasi bukan baru dimulai pada 8 November 2026. Tanggal itu merupakan agenda peluncuran atau pengiriman berskala besar di Majalengka setelah tahapan sebelumnya dilakukan di Jatiwangi dan Plered.

Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk

2,4 Juta Genteng Disiapkan pada 8 November 2026

Kementerian PKP menyiapkan 2,4 juta genteng dari produsen UMKM di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Pengiriman direncanakan menggunakan 600 truk untuk mendistribusikan genteng ke berbagai wilayah di Jawa Barat.

Genteng yang disiapkan merupakan produk tanah liat yang telah melalui pemeriksaan kualitas. Dari 45 pengrajin yang dilibatkan, sebanyak 34 telah memiliki sertifikasi SNI dan 11 lainnya telah lolos uji keandalan.

Penerapan standar kualitas menjadi salah satu bagian penting dalam program ini. Pemerintah tidak hanya ingin meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga memastikan produk yang dipasarkan memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk digunakan sebagai material bangunan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya menyebut kebutuhan genteng untuk program Bedah Rumah di wilayah tersebut dapat mencapai sekitar 15 juta unit. Angka ini belum mencakup kebutuhan dari program perumahan lainnya.

Baca Juga: Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Ini Institusi Baru Bentukan Presiden Prabowo

Apa Tujuan Program Gentengisasi Prabowo?

Melansir laman Setneg, program gentengisasi memiliki sejumlah sasaran yang berkaitan dengan kualitas hunian dan pengembangan ekonomi daerah.

1. Memperindah lingkungan permukiman

Penggunaan genteng diharapkan membuat kawasan perumahan terlihat lebih tertata. Pemerintah ingin mendorong perubahan lingkungan yang tidak hanya berfokus pada bangunan individual, tetapi juga pada tampilan kawasan secara keseluruhan.

2. Meningkatkan kenyamanan rumah

Prabowo menyoroti atap seng yang dapat membuat penghuni merasa lebih panas dan menimbulkan masalah ketika mengalami korosi. Genteng menjadi salah satu alternatif material atap yang didorong dalam program ini.

Meski demikian, kenyamanan termal rumah tidak hanya ditentukan oleh jenis atap. Ventilasi, insulasi, desain bangunan, kondisi iklim, dan cara pemasangan juga berpengaruh terhadap suhu di dalam rumah.

3. Menghidupkan industri genteng lokal

Pemesanan dalam jumlah besar diharapkan memperluas pasar bagi pengrajin genteng. Daerah seperti Jatiwangi di Majalengka dan Plered di Purwakarta memiliki sentra produksi genteng yang dapat mendukung kebutuhan material program perumahan.

4. Membuka peluang kerja

Saat permintaan genteng meningkat dan produksi bertambah, kegiatan ekonomi dapat melibatkan lebih banyak pihak, mulai dari pengrajin, pekerja produksi, pemasok bahan baku, hingga pengemudi dan perusahaan angkutan.

Dampak tersebut bergantung pada keberlanjutan permintaan, kemampuan produksi, serta keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok.

5. Mendukung program perbaikan rumah

Gentengisasi juga dikaitkan dengan kebutuhan material untuk program perumahan, termasuk Bedah Rumah. Dengan demikian, penyerapan genteng lokal diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya memperbaiki kondisi hunian masyarakat.

Tonton: Indonesia–Singapura Bentuk Satgas Karhutla, Perusahaan dan Aliran Dana Diburu?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru