Apa Saja Hari Besar 27 Oktober? Ini 4 Peringatan Penting Nasional dan Global

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:59 WIB
Apa Saja Hari Besar 27 Oktober? Ini 4 Peringatan Penting Nasional dan Global

ILUSTRASI. Jaringan PLN (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Tanggal 27 Oktober 2026 diperingati sebagai sejumlah hari besar nasional dan internasional. Di Indonesia, tanggal ini bertepatan dengan Hari Listrik Nasional dan Hari Penerbangan Nasional yang memiliki kaitan erat dengan sejarah perjuangan bangsa setelah kemerdekaan.

Sementara itu, pada tingkat internasional, 27 Oktober diperingati sebagai Hari Warisan Audiovisual Sedunia atau World Day for Audiovisual Heritage. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melestarikan rekaman audiovisual sebagai bagian dari sejarah dan identitas budaya.

Selain itu, tanggal tersebut juga dikenal sebagai National Black Cat Day di Inggris, sebuah peringatan yang mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kucing hitam.

Baca Juga: Apa Hari Besar 7 Agustus? Ada Peringatan Lahirnya PPKI hingga Hari Hutan Indonesia

Daftar Hari Besar 27 Oktober

Lantas, apa saja hari besar yang diperingati setiap 27 Oktober? Berikut daftar dan sejarah singkatnya.

1. Hari Listrik Nasional

Melansir laman PLN, Hari Listrik Nasional diperingati setiap 27 Oktober untuk mengenang pembentukan Jawatan Listrik dan Gas oleh Pemerintah Republik Indonesia pada 27 Oktober 1945.

Pembentukan jawatan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pengelolaan ketenagalistrikan nasional setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, para pemuda dan buruh listrik berupaya mengambil alih perusahaan-perusahaan listrik dan gas yang sebelumnya dikuasai Jepang. Pengelolaan perusahaan tersebut kemudian diserahkan kepada pemerintah Indonesia.

Melalui Penetapan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1945, dibentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga. Lembaga ini menjadi salah satu cikal bakal perkembangan pengelolaan listrik nasional yang kemudian berkaitan dengan terbentuknya PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.

Hari Listrik Nasional tidak hanya menjadi peringatan bagi PLN, tetapi juga bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor ketenagalistrikan dan masyarakat sebagai pengguna listrik.

Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya penyediaan listrik yang andal, pemerataan akses energi, efisiensi penggunaan listrik, serta pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Apa Hari Besar Setiap 29 Agustus? Ada Perayaan HUT DPR RI

2. Hari Penerbangan Nasional

Hari Penerbangan Nasional juga diperingati setiap 27 Oktober. Peringatan ini berkaitan dengan penerbangan pesawat Cureng yang membawa identitas Merah Putih di langit Indonesia setelah kemerdekaan.

Peristiwa bersejarah tersebut berlangsung pada 27 Oktober 1945 di Lapangan Udara Maguwo, Yogyakarta, yang kini dikenal sebagai Pangkalan Udara Adisutjipto.

Pesawat Cureng diterbangkan oleh Agustinus Adisucipto, seorang tokoh penerbangan yang berperan penting dalam perkembangan kekuatan udara Indonesia pada masa awal kemerdekaan. Dalam penerbangan tersebut, ia didampingi oleh Rudjito.

Penerbangan ini memiliki arti penting karena menjadi salah satu tonggak awal perkembangan penerbangan nasional. Pesawat Cureng yang digunakan merupakan pesawat peninggalan Jepang yang diperbaiki oleh teknisi Indonesia.

Badan pesawat kemudian diberi tanda Merah Putih sebagai identitas Indonesia. Keberhasilan penerbangan tersebut menunjukkan kemampuan para pejuang dan teknisi Indonesia dalam memanfaatkan serta mengembangkan aset penerbangan pada masa awal kemerdekaan.

Hari Penerbangan Nasional menjadi pengingat atas perjuangan para perintis penerbangan Indonesia sekaligus momentum untuk menghargai perkembangan industri penerbangan, keselamatan transportasi udara, dan peran penerbangan dalam menghubungkan wilayah Nusantara.

Baca Juga: Apa Hari Besar Setiap 21 Juli? Ini 3 Hari Besar Nasional dan Internasional

3. National Black Cat Day

National Black Cat Day diperingati setiap 27 Oktober di Inggris. Peringatan ini digagas untuk meningkatkan kepedulian terhadap kucing hitam dan mendorong masyarakat memberikan kesempatan yang sama bagi kucing dengan warna bulu tersebut untuk diadopsi.

Dalam sejumlah budaya, kucing hitam kerap dikaitkan dengan mitos atau takhayul. Pandangan tersebut terkadang memengaruhi persepsi masyarakat terhadap hewan ini.

Melalui peringatan National Black Cat Day, masyarakat diajak untuk menghilangkan stigma yang tidak berdasar dan menilai hewan berdasarkan kondisi serta perilakunya, bukan warna bulunya.

Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengampanyekan adopsi hewan yang bertanggung jawab, perawatan yang layak, dan kesejahteraan kucing.

Perlu diperhatikan bahwa National Black Cat Day pada 27 Oktober merupakan peringatan yang dikenal di Inggris. Tanggal ini berbeda dari National Black Cat Appreciation Day yang diperingati pada 17 Agustus di Amerika Serikat.

Baca Juga: Apa Hari Besar 16 Juni? Ini 3 Peristiwa Penting di Indonesia dan Dunia

4. Hari Warisan Audiovisual Sedunia

Terakhir, ada Hari Warisan Audiovisual Sedunia atau World Day for Audiovisual Heritage diperingati setiap 27 Oktober dan ditetapkan oleh UNESCO.

Peringatan ini berkaitan dengan adopsi rekomendasi UNESCO pada 1980 mengenai perlindungan dan pelestarian gambar bergerak. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga arsip audiovisual sebagai bagian dari memori kolektif manusia.

Warisan audiovisual mencakup berbagai bentuk dokumentasi, seperti rekaman film, siaran televisi, rekaman suara, dokumentasi sejarah, dan materi audiovisual lainnya yang memiliki nilai budaya maupun historis.

Melalui peringatan ini, UNESCO mendorong lembaga arsip, perpustakaan, museum, lembaga penyiaran, dan masyarakat untuk meningkatkan upaya pelindungan serta digitalisasi koleksi audiovisual.

Hari Warisan Audiovisual Sedunia juga mengingatkan masyarakat bahwa dokumentasi suara dan gambar bukan sekadar rekaman masa lalu, melainkan sumber pengetahuan yang membantu memahami sejarah dan keberagaman budaya dunia.

Tonton: IHSG Anjlok, Saham Berdividen Tinggi Jadi Penyelamat?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru