KONTAN.CO.ID - Simak daftar hari besar setiap 20 September. Tanggal 20 September 2026 bertepatan dengan sejumlah peringatan dan momentum yang berkaitan dengan teknologi, lingkungan, sejarah, serta kepedulian terhadap anak.
Beberapa di antaranya memiliki cakupan internasional, sementara lainnya merupakan peringatan yang berkembang di komunitas atau negara tertentu.
Pada 20 September, misalnya, terdapat International NFT Day yang berkaitan dengan perkembangan teknologi blockchain dan aset digital.
Tanggal yang sama juga ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai World Cleanup Day atau Hari Aksi Bersih Sedunia. Selain itu, tanggal 20 September memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Bali karena menjadi tanggal terjadinya Puputan Badung pada 1906.
Baca Juga: Cek Hari Besar Setiap 19 September: Ada 2 Momen Penting Sejarah Indonesia
Hari Besar 20 September
Berikut daftar hari besar dan peringatan yang jatuh pada 20 September 2026.
1. International NFT Day
Pertama, ada International NFT Day diperingati setiap 20 September. Peringatan ini berkaitan dengan sejarah Non-Fungible Token (NFT) dan publikasi standar ERC-721 pada 20 September 2017.
ERC-721 merupakan standar token pada jaringan Ethereum yang memungkinkan terciptanya token yang bersifat unik atau tidak dapat dipertukarkan secara identik. Istilah "non-fungible token" juga diperkenalkan dalam proposal tersebut.
Melansir laman Web3, International NFT Day pertama kali dirayakan pada 2022 oleh sejumlah pelaku industri Web3, termasuk Dapper Labs dan pihak-pihak yang terlibat dalam ekosistem NFT.
Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenalkan perkembangan NFT, kepemilikan aset digital, teknologi blockchain, serta komunitas kreator dan kolektor digital.
Baca Juga: Apa Saja Hari Besar 18 September? Ini 3 Peringatan Penting Global
2. World Cleanup Day
Kemudian, 20 September 2026 juga menjadi World Cleanup Day atau Hari Aksi Bersih Sedunia. PBB melalui Resolusi 78/122 menetapkan 20 September sebagai World Cleanup Day yang diperingati setiap tahun.
Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mendorong masyarakat, organisasi, pemerintah, dunia usaha, serta berbagai kelompok lainnya untuk melakukan kegiatan bersih-bersih dan pengelolaan sampah.
Melansir laman PBB, World Cleanup Day 2026 mengangkat tema "From Clean Plates to Clean Cities" atau "Dari Piring Bersih ke Kota Bersih".
Fokus tahun ini adalah persoalan sampah makanan dan upaya mengurangi makanan yang terbuang, sekaligus mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
PBB menyebut sekitar 1,05 miliar ton makanan terbuang pada 2022 di tingkat rumah tangga, layanan makanan, dan perdagangan eceran. Sampah makanan juga berkaitan dengan emisi gas rumah kaca, penggunaan lahan dan air, serta tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah.
Baca Juga: Apa Saja Hari Penting 16 September? Ini 4 Daftar Peristiwa Internasional
3. International Coastal Cleanup
International Coastal Cleanup merupakan gerakan yang mengajak masyarakat membersihkan sampah di wilayah pesisir dan perairan. Kegiatan ini secara umum dilaksanakan pada Sabtu ketiga September setiap tahun.
Untuk 2026, International Coastal Cleanup berlangsung pada Sabtu, 19 September, sehingga sehari sebelum 20 September. Gerakan ini telah berkembang menjadi kegiatan global yang melibatkan masyarakat dari berbagai negara untuk mengumpulkan sekaligus mendata sampah yang ditemukan di wilayah pesisir.
Karena itu, apabila artikel secara khusus membahas International Coastal Cleanup, tanggal yang tepat untuk 2026 adalah 19 September. Sementara 20 September merupakan tanggal resmi World Cleanup Day yang ditetapkan PBB.
Keduanya memiliki tujuan yang beririsan, yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai persoalan sampah dan pentingnya menjaga lingkungan.
Baca Juga: Apa Saja Hari Penting 16 September? Ini 4 Daftar Peristiwa Internasional
4. Hari Puputan Badung
Tanggal 20 September juga menjadi salah satu tanggal penting dalam sejarah Bali karena berkaitan dengan Puputan Badung pada 1906.
Puputan Badung merupakan perlawanan Kerajaan Badung terhadap ekspedisi militer Belanda. Peristiwa tersebut berlangsung pada 20 September 1906 ketika pasukan Belanda menyerang wilayah Kerajaan Badung.
Dalam peristiwa tersebut, Raja Badung bersama prajurit dan para pengikutnya melakukan perlawanan hingga gugur. Puputan Badung kemudian dikenang sebagai salah satu bagian penting dari sejarah perjuangan masyarakat Bali menghadapi kolonialisme Belanda.
Peristiwa tersebut juga menjadi bagian dari sejarah Kota Denpasar dan Bali karena wilayah Kerajaan Badung pada masa itu mencakup kawasan yang kini menjadi bagian penting dari Provinsi Bali.
Tonton: BGN Ungkap Penyebab Keracunan MBG Makanan Rusak hingga Lauk Protein Hewani
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News