Asteroid berukuran cukup besar akan melintasi Bumi, berbahayakah?

Rabu, 22 Juli 2020 | 16:10 WIB Sumber: TheIndependent.co.uk
Asteroid berukuran cukup besar akan melintasi Bumi, berbahayakah?

ILUSTRASI. Asteroid 2002 PZ39.

KONTAN.CO.ID - Dua asteroid berukuran besar akan melintasi Bumi pada akhir pekan ini. Asteroid tersebut akan melintasi Bumi dalam jarak aman, meski NASA memperingatkan keduanya tetap menimbulkan ancaman. 

Melansir The Independent, Rabu (22/7), dua asteroid itu dikenal sebagai 2016 DY30 dan 2020 ME3 akan berjarak lebih jauh dari Bulan saat melintasi Bumi. Keduanya akan melintasi Bumi pada jarak sekitar 0,034 AU atau sekitar lima juta kilometer. 

Sementara jarak Bulan ke Bumi sejauh 500.000 kilometer.

Asteroid terbesar memiliki lebar 170 meter dan digambarkan berukuran sekitar 150% dari bianglala raksasa London Eye. Meski objek langit tersebut dianggap besar di Bumi, masih cukup kecil untuk ukuran asteroid.

Baca Juga: Asteroid diameter 335 meter hari ini melintas dekat Bumi, seberapa dekat?

Berpotensi berbahaya

NASA menggolongkan asteroid tersebut sebagai "berpotensi berbahaya" atau potentially hazardous asteroids (PHAs). Label ini mereka berikan berdasarkan parameter asteroid tersebut kemungkinan akan berbahaya di masa yang akan datang.

"Karena objek-objek itu bisa relatif dekat dengan Bumi ketika mereka melintas," ungkap NASA. 

Tetapi, penting untuk dicatat, maksud dari berpotensi berbahaya dari deskripsi itu terkait dengan perlintasan mereka di masa depan. Bukan saat mereka melintas saat ini yang akan berada di jarak yang aman dengan Bumi. 

Baca Juga: Gerhana matahari cincin hingga Komet Lemmon, ini fenomena langit Juni 2020

Komet Neowise

Selain kedua asteroid tersebut, Bumi juga akan dilintasi oleh komet Neowise. Mengutip Kompas.com, fenomena langka komet Neowise diperkirakan akan dapat dilihat di Indonesia mulai Minggu (19/7) sore hingga Sabtu (25/7). 

Komet Neowise bisa disaksikan setelah matahari terbenam. Peneliti dari Pusat Sains Antartika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Andi Pangerang mengatakan, fenomena ini bisa dilihat di seluruh wilayah di Indonesia.

Komet Neowise, Andi menyebutkan, pertama kali diamati oleh wahana Near Earth Object Wide-field Infrared Survey Explorer (Neowise) milik NASA pada 27 Maret 2020.

Komet Neowise memiliki tiga bagian utama yakni ekor, badan, dan nukleus atau inti komet. Menurut Andi, inti komet Neowise berukuran 5 kilometer, sama dengan komet Hyakutake, Enke, Borelly, Turtle, dan Pons-Winnecke.

"Ukuran ini terkonfirmasi juga oleh salah satu satelit NASA, Parker Solar Probe, yang baru saja diluncurkan pada 2018," kata Andi kepada Kompas.com. 

Baca Juga: Sebuah asteroid mendekati Bumi menjelang Lebaran, berbahaya?

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru