Banda Neira: Sejarah Kelam, Keindahan Wisata Bahari, dan Cara Mengaksesnya

Rabu, 12 Oktober 2022 | 07:36 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Banda Neira: Sejarah Kelam, Keindahan Wisata Bahari, dan Cara Mengaksesnya


KONTAN.CO.ID - Banda Neira adalah bukti sejarah bangsa Indonesia memiliki kekayaan alam berupa rempah-rempah seperti pala yang menjadi incaran para bangsa Eropa, Cina, dan Arab. 

Pada masa itu, cengkeh dan pala menjadi komoditas yang sangat bernilai, bahkan harga rempah-rempah itu bisa disandingkan dengan harga emas. Lantas, di mana letak Banda Neira? 

Dirangkum dari laman Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang Kementerian Kelautan dan Perikanan, Banda Neira adalah gugusan kepulauan yang terletak 132 km di Tenggara Ambon. 

Gugusan pulau ini dikenal dengan Kepulauan Banda yang terdiri dari 3 pulau besar yakni Banda Besar, Neira, Gunung Api. 

Baca Juga: Inilah Ciri-Ciri Uang Kertas Baru 2022, Anda Sudah Punya?

Serta tujuh pulau kecil yakni Ay, Rhun, Hatta, Karaka, Sjahril, Nailaka, batu kapal. Kepulauan ini terletak di tepi jurang bawah laut terdalam Indonesia yaitu Laut Banda, perairan disini dapat mencapai lebih dari 6.500 meter.

Pohon pala dan sejarah Banda Neira 

Banda Neira

Sejarah Banda Neira tidak lepas dari pohon pala. Pala menjadi daya tarik bagi bangsa Eropa seperti Spanyol, Portugis, dan Inggris datang ke Banda Neira. 

Bangsa Eropa semula datang untuk berdagang dan membeli rempah-rempah untuk dijual kembali. Namun, Bangsa Belanda kemudian datang untuk menguasai pulau ini, yang mendapat perlawanan dari penduduk setempat. 

Baca Juga: Inilah 7 Pecahan Uang Baru 2022, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menukarnya

Dikutip dari Kompas.com (5/9/2022), Bangsa Inggris yang datang memanfaatkan kesempatan ini untuk melawan Belanda. Hal ini menyebabkan perang tak berkesudahan sejak tahun 1609 yang melibatkan rakyat Banda yang dibantu Inggris untuk melawan Belanda.

Selain itu, Banda Neira memiliki sejarah kelam pembantaian saudagar-saudagar rempah. Pembantaian ini dilakukan oleh penjajah Eropa demi menguasai hasil bumi berupa rempah-rempah. 

Tak hanya membantai, namun tak sedikit rakyat yang dikirim ke Pulau Jawa sebagai budak. Untuk mengenang sejarah tersebut, dibangunlah Monumen Parigi Rante.

Baca Juga: Kemendikbudristek Susun Nominasi Jalur Rempah sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO

Keindahan wisata bahari di Banda Neira

Pasir pantai yang putih dan air laut yang bening membuat Banda Neira terkenal akan wisata baharinya. Dirangkum dari laman KKP, sejumlah wisata bahari yang bisa dinikmati Banda Neira di antaranya adalah:

1. Cagar alam laut (CAL) Banda atau Taman Wisata Perairan Laut Banda

CAL Banda dikelola oleh Balai Konservasi Sumberdaya  Alam (BKSDA), Kementerian Kehutanan. Namun, pada 2009, CAL Banda diserahkan pengelolaannya kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan berubah nama menjadi Taman Wisata Perairan (TWP) Laut Banda. 

Secara administratif TWP Laut Banda terletak diantara 3 pulau besar diantaranya Banda Besar, Neira dan Bagian Utara Gunung Api dan mencakup 11 desa di dalamnya. 

Kegiatan wisata bahari di TWP Laut Banda pun cukup beranekaragam seperti menyelam, snorkling, perahu kayang, melihat lumba-lumba dan paus termasuk berbagai jenis -jenis ikan kharismatik seperti napoleon. 

Baca Juga: Ini Dia Ciri-Ciri Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022

Pengunjung juga bisa menyaksikan atraksi budaya Manggurebe Belang atau lomba perahu belang atau balap perahu. 

Manggurebe Belang adalah agenda tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maluku Tengah setiap bulan November yang dilaksanakan di dalam kawasan konservasi TWP Laut Banda.

Di TWP Laut Banda, pengunjung juga bisa melihat miniatur Kepulauan Banda yang terletak di Desa Dwiwarna tepatnya di Pantai Tita. Di sini, pengunjung juga dapat menyaksikan terumbu karang dan beraneka ragam spesies ikan. 

Miniatur Kepulauan Banda ini resmi diliris dan dijadikan sebagai salah satu daya taruik wisata bahari baru di Banda pada 2016 silam.

Baca Juga: Ini Gambar dan Desain 7 Uang Baru 2022 yang Dikeluarkan Bank Indonesia

2. Timba Uli 

Timba Uli adalah pesta laut masyarakat banda untuk menangkap hewan laut sejenis ulat berwarna hijau yang panjang (menyerupai benang) dan berbulu. 

Seluruh masyarakat banda baik tua maupun muda, laki-laki atau perempuan menuju peisir pantai dengan membawa alat tangkap uli yang menyerupai serok terbuat dari kain halus. 

Hasil tangkapan uli kemudian dimasak dengan bumbu khusus dan disantap bersama-sama. Atraksi Timba Uli dapat disaksikan dua kali setiap tahun yaitu pada Maret dan April. 

Baca Juga: Pertagas dan BUMD Maluku kerja sama program 500 MW dan pengembangan TKND

Cara atau akses menuju Banda Neira 

Terdapat dua cara untuk mengakses Banda Neira yakni melalui udara dan laut. Berikut penjelasannya: 

1. Pesawat

Kepulauan Banda memiliki bandara di Pulau Neira. Untuk menuju Pulau Neira bisa menggunakan pesawat perintis dari Ambon ke Banda Neira dengan durasi perjalanan sekitar 45 hingga 60 menit. 

2. Kapal PELNI

Selain itu, akses menuju Banda Neira juga bisa menggunakan kapal PELNI. Untuk memastikan jadwal keberangkatan kapal dan harga tiket, Anda bisa langsung mendatangi Kantor Cabang PT. PELNI atau bisa membuka link situs resmi PT. PELNI https://www.pelni.co.id.

Demikian informasi mengenai Banda Neira, sejarah Banda Neira, wisata bahari di Banda Neira, dan cara mengakses Banda Neira. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru