Daftar Hari Besar 27 Juli: Ada Kampanye Pelestarian Sungai hingga Kanker

Minggu, 26 Juli 2026 | 08:00 WIB
Daftar Hari Besar 27 Juli: Ada Kampanye Pelestarian Sungai hingga Kanker

ILUSTRASI. Warga bantaran Ciliwung - ilustrasi kemiskinan (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak daftar hari besar setiap 27 Juli yang penuh sejarah. Tanggal 27 Juli 2026 menjadi hari yang memiliki makna penting di Indonesia dan dunia.

Pada tanggal ini terdapat sejumlah peringatan nasional, mulai dari Hari Sungai Nasional yang mengajak masyarakat menjaga kelestarian sungai.

Peringatan Peristiwa Kudatuli 1996 yang menjadi bagian penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia, hingga Hari Jadi Kota Kediri di Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga: Daftar Hari Besar Setiap 25 Juli: Ada Perayaan HUT 3 Provinsi hingga Kuliner Sedunia

Sementara itu, di belahan dunia juga merayakan 2 peringatan penting terkait kesehatan. Ada peringatan Kanker Kepala dan Leher Sedunia untuk kampanye pencegahan penyakit mematikan.

Kemudian, ada Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia sebagai penghormatan kepada para lansia atas peran besar dalam keluarga dan masyarakat.

Setiap peringatan tersebut memiliki latar belakang sejarah dan tujuan yang berbeda.

Baca Juga: Ada 3 Peringatan Penting Setiap 24 Juli: Mulai dari Hari Kebaya hingga Perawatan Diri

Daftar Hari Besar 27 Juli

Berikut latar belakang setiap hari besar yang diperingati setiap 27 Juli.

1. Hari Sungai Nasional

Melansir laman Kementerian LHK, setiap tanggal 27 Juli, Indonesia memperingati Hari Sungai Nasional.

Peringatan ini ditetapkan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga fungsi sungai sebagai sumber kehidupan, penyedia air bersih, habitat berbagai makhluk hidup, hingga pengendali banjir.

Hari Sungai Nasional mulai diperingati sejak 2011 sebagai bagian dari upaya mendorong pelestarian lingkungan hidup. Sungai memiliki peran strategis bagi kehidupan masyarakat Indonesia, baik sebagai sumber air baku, irigasi pertanian, transportasi di beberapa wilayah, maupun penopang ekosistem.

Baca Juga: Daftar Hari Besar 26 Juni: Ada Hari Anti Narkoba hingga Perayaan Lemari Pendingin

2. Mengenang Peristiwa Kudatuli 1996

Tanggal 27 Juli juga dikenang sebagai hari terjadinya Peristiwa Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) pada tahun 1996. Peristiwa ini merupakan penyerangan terhadap kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (DPP PDI) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Saat itu terjadi konflik internal di tubuh PDI yang berujung pada bentrokan dan kerusuhan. Insiden tersebut kemudian meluas ke sejumlah wilayah di Jakarta dan menjadi salah satu peristiwa politik penting menjelang berakhirnya era Orde Baru.

Hingga kini, setiap tanggal 27 Juli, berbagai kalangan masih mengenang Kudatuli sebagai bagian dari perjalanan sejarah politik nasional.

3. Hari Jadi Kota Kediri

Kemudian, ada juga peringatan nasional pada 27 Juli yang juga menjadi Hari Jadi Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur.

Penetapan hari jadi tersebut merujuk pada perjalanan panjang sejarah Kediri yang dikenal sebagai salah satu kota tertua di Indonesia dan memiliki keterkaitan erat dengan kejayaan Kerajaan Kadiri pada abad ke-12.

Sebagai salah satu pusat perdagangan, pendidikan, budaya, dan industri di Jawa Timur, Kota Kediri terus berkembang menjadi daerah yang memiliki peran penting dalam perekonomian regional.

Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang memperkenalkan potensi Kota Kediri kepada masyarakat luas.

Baca Juga: Simak Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional pada Bulan Juni 2026

4. Hari Kanker Kepala dan Leher Sedunia (World Head and Neck Cancer Day)

Selain peringatan nasional, tanggal 27 Juli juga diperingati sebagai Hari Kanker Kepala dan Leher Sedunia (World Head and Neck Cancer Day). Peringatan ini menjadi kampanye kesehatan global yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini, pencegahan, dan pengobatan kanker kepala dan leher.

Kanker kepala dan leher merupakan kelompok kanker yang dapat menyerang berbagai bagian tubuh, seperti rongga mulut, lidah, bibir, tenggorokan (faring), laring (kotak suara), rongga hidung, sinus, hingga kelenjar ludah. Penyakit ini sering kali baru terdeteksi ketika telah memasuki stadium lanjut karena gejala awalnya kerap dianggap sebagai gangguan kesehatan biasa.

Mengutip National Today, peringatan ini juga mendorong masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala yang berlangsung dalam waktu lama, seperti sariawan yang tidak kunjung sembuh, benjolan di leher, suara serak berkepanjangan, sulit menelan, atau nyeri pada mulut dan tenggorokan.

Dengan diagnosis yang lebih cepat, peluang keberhasilan pengobatan dapat meningkat secara signifikan.

Baca Juga: Cek Daftar Hari Besar 2 April: Ada 3 Peringatan Penting, Salah Satunya Lawan Hoaks!

5. Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia (World Day for Grandparents and the Elderly)

Terakhir, di lingkungan Gereja Katolik, terdapat pula Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia (World Day for Grandparents and the Elderly).

Peringatan ini ditetapkan oleh Paus Fransiskus pada tahun 2021 dan diperingati setiap hari Minggu yang paling dekat dengan tanggal 26 Juli, yaitu hari pesta Santo Yoakim dan Santa Anna yang dipercaya sebagai kakek dan nenek Yesus dalam tradisi Katolik.

Tujuan utama peringatan ini adalah memberikan penghormatan kepada para lansia atas peran besar mereka dalam keluarga dan masyarakat. Para kakek dan nenek dinilai memiliki kontribusi penting dalam mewariskan nilai-nilai kehidupan, budaya, iman, serta pengalaman kepada generasi yang lebih muda.

Tonton: Indonesia Kantongi Investasi Rp35,8 Triliun dari China, Sektor Teknologi hingga Energi Jadi Andalan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru