O

Hari TNI AU 9 April 2021: Sejarahnya dan peringatan Hari Bhakti TNI AU

Jumat, 09 April 2021 | 10:02 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Hari TNI AU 9 April 2021: Sejarahnya dan peringatan Hari Bhakti TNI AU

ILUSTRASI. Ilustrasi sejarah TNI AU. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.


KONTAN.CO.ID - Hari TNI AU diperingati setiap tanggal 9 April. Peringatan Hari TNI AU terkait dengan sejarah lahirnya Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara pada 9 April 1946. 

Sejarah lahirnya TNI AU bermula dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 23 Agustus 1945. 

Dikutip dari laman resmi TNI AU, BKR adalah badan yang bertugas untuk menjamin ketentraman umum dan merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP).

Saat itu, semua mantan prajurit PETA, HEIHO, pelaut dan pemuda-pemuda diperintahkan untuk sementara waktu bergabung dan bekerja dalam BKR. 

Kemudian, berdirilah BKR Udara di daerah-daerah yang memiliki pangkalan udara atau pemusatan unsur-unsur penerbangan.

Baca Juga: ​Daftar hari libur dan hari besar bulan April 2021

Sejarah TNI AU

Sejarah TNI AU untuk menjadi sebuah angkatan perang diwarnai berbagai peristiwa bersejarah. 

Diawali dengan berdirinya Badan Keamanan Rakyat Bagian Udara, kemudian berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat Jawatan Penerbangan.

Pada 23 Januari 1946, organisasi ini berkembang menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI), sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara. 

Kekuatan utama saat itu adalah pesawat-pesawat bekas rampasan penjajah Jepang seperti pesawat Cureng, Cukiu, Nishikoreng, Guntei, Sansikisin dan Hayabusha.

Lalu, pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan diganti dengan Angkatan Udara Republik Indonesia. 

Kini, tanggal 9 April diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Baca Juga: Asabri luncurkan kartu tanda peserta elektronik untuk peserta

Hari Bhakti TNI AU

Salah satu sejarah monumental yang selalu diperingati jajaran TNI AU tiap tahun adalah Hari Bhakti TNI AU.

Peringatan Hari Bhakti TNI AU, dilatar belakangi oleh dua peristiwa yang terjadi dalam satu hari pada 29 Juli 1947.

Peristiwa pertama, pada pagi hari, tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pengeboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Peristiwa kedua, jatuhnya pesawat DAKOTA VT-CLA yang megakibatkan gugurnya tiga perintis TNI AU masing-masing Adisutjipto, Abdurahman Saleh dan Adisumarmo. 

Pesawat Dakota yang jatuh di daerah Ngoto, selatan Yogyakarta itu, bukanlah pesawat militer, melainkan pesawat sipil yang disewa oleh pemerintah Indonesia untuk membawa bantuan obat-obatan Palang Merah Malaya.

Penembakan dilakukan oleh dua pesawat militer Belanda jenis Kittyhawk, yang merasa kesal atas pengeboman para kadet TNI AU pada pagi harinya. 

Untuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan ketiga perintis TNI AU tersebut, sejak Juli 2000, di lokasi jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA (Ngoto) telah dibangun sebuah monumen perjuangan TNI AU dan lokasi tersebut juga dibangun tugu dan relief tentang dua peristiwa yang melatar belakanginya. 

Di lokasi monumen juga dibangun makam Adisutjipto dan Abdurachman Saleh beserta istri-istri mereka. 

Selanjutnya: Kemenhub siapkan empat strategi agar Bandara Kertajati tidak sepi

 

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru