KONTAN.CO.ID - Inilah pengertian awan Cumulonimbus menurut BMKG. Berikut wilayah di Indonesia yang akan mengalami mulai 4-10 Mei 2026.
Dikutip dari akun @bmkg_kualanamu di Instagram, awan Cumulonimbus adalah awan yang berbahaya bagi dunia penerbangan.
Ada beberapa dampak yang dapat diakibatkan oleh awan Cumulonimbus. Pertumbuhan awan ini juga akan terjadi di awal Mei 2026.
Berikut deretan wilayah yang akan mengalami pertumbuhan awan Cumulonimbus, pengertian, dan dampak awan ini.
Baca Juga: Inilah Perbedaan El Nino & Musim Kemarau, Cek Tips Hadapi Cuaca Panas 2026
Apa Itu Awan Cumulonimbus?
Dikutip dari @djplkemenhub151, awan Cumulonimbus tidak hanya berbahaya bagi penerbangan namun juga bagi pelayaran.
Dirjen Perhubungan Laut menjelaskan bahwa awan Cumulonimbus adalah awan berbentuk vertikal dan menjulang tinggi ke langit.
Tinggi dasar awan Cumulonimbus adalah 100-600 meter dan puncaknya dapat mencapai 15000 atau tropopause.
Awan Cumulonimbus akan terjadi dengan 3 fase yaitu fase pertumbuhan, fase matang, dan fase peluruhan.
Awan Cumulonimbus yang juga dikenal sebagai awan petir terlihat sangat gelap dan biasanya menjadi penanda akan turun hujan.
Berikut beberapa dampak dari munculnya awan Cumulonimbus menurut BMKG:
- Hujan lebat yang dapat mengganggu jarak pandang dan take off/landing pesawat
- Petir
- Peningkatan kecepatan angin disertai perubahan arah angin secara tiba-tiba
- Menghilangkan keseimbangan pesawat dan gaya angkat
- Membuat ombak laut semakin berbahaya hingga perjalanan kapal laut dapat tertunda
Tonton: Makin Retak, AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman! Konflik Trump vs Eropa Makin Panas
BMKG juga melaporkan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus di berbagai wilayah di Indonesia pada 4-10 Mei 2026.
Awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial >75% (FRQ/ Frequent) tanggal 4 Mei 2026-10 Mei 2026 diprediksi terjadi di:
- Laut Banda
- Laut Jawa bagian barat
- Laut Jawa bagian tengah
- Laut Jawa bagian timur
- Laut Maluku
- Laut Seram
- Maluku
- Papua Selatan
- Samudra Hindia barat Aceh
- Samudra Hindia barat Kep. Mentawai
- Samudra Hindia barat Kep. Nias
- Samudra Hindia selatan Banten
Baca Juga: Kalender Libur Bulan Mei 2026 Lengkap, Ada 3 Long Weekend Bulan Depan!
Awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum 50-75% (OCNL/ Occasional) tanggal 4 Mei 2026-10 Mei 2026 diprediksi terjadi di:
- Aceh
- Banten
- Bengkulu
- DKI Jakarta
- Daerah Istimewa Yogyakarta
- Gorontalo
- Jambi
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Kepulauan Bangka Belitung
- Kepulauan Riau
- Lampung
- Laut Arafuru bagian Utara
- Laut Arafuru bagian barat
- Laut Arafuru bagian tengah
- Laut Arafuru bagian timur
- Laut Banda
- Laut Jawa bagian barat
- Laut Jawa bagian tengah
- Laut Jawa bagian timur
- Laut Maluku
- Laut Natuna Utara
- Laut Seram
- Laut Sulawesi bagian barat
- Maluku
- Maluku Utara
- Papua
- Papua Barat
- Papua Barat Daya
- Papua Pegunungan
- Papua Selatan
- Papua Tengah
- Riau
- Samudra Hindia barat Aceh
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia barat Kep. Mentawai
- Samudra Hindia barat Kep. Nias
- Samudra Hindia barat Lampung
- Samudra Hindia selatan Banten
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Pasifik utara Maluku
- Samudra Pasifik utara Papua
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
- Selat Karimata bagian selatan
- Selat Karimata bagian utara
- Selat Makassar bagian selatan
- Selat Makassar bagian tengah
- Selat Makassar bagian utara
- Selat Malaka bagian tengah
- Selat Malaka bagian utara
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Tenggara
- Sulawesi Utara
- Sumatera Barat
- Sumatera Selatan
- Sumatera Utara
- Teluk Bone
Itulah pengertian dari awan Cumulonimbus dan informasi pertumbuhan awan tersebut untuk 7 hari ke depan di berbagai wilayah Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News