KONTAN.CO.ID - Apa perbedaan El Nino dan musim kemarau menurut BMKG? Simak cara menghadapi musim kemarau panjang di 2026.
Masyarakat di Indonesia dan berbagai wilayah negara lain bersiap menghadapi El Nino di tahun 2026 ini.
Apa itu El Nino yang akan hadir di musim kemarau tahun 2026 ini? Bagaimana cara mengatasinya?
Berikut perbedaan El Nino dengan musim kemarau menurut BMKG serta persiapan untuk menghadap cuaca panas.
Baca Juga: Kalender Libur Bulan Mei 2026 Lengkap, Ada 3 Long Weekend Bulan Depan!
El Nino dan Musim Kemarau
BMKG bersama 25 pusat iklim dunia tidak henti memantau fenomena El Nino Southern Oscillation atau ENSO di dunia.
Menurut BMKG, ada peluang sebesar 70% hingga 90% Indonesia akan mengalami El Nino kategori lemah hingga moderat di 2026.
Menurut BMKG (wews.bmkg.go.id), El Nino merupakan kata yang berasal dari bahasa Spanyol yang artinya anak laki-laki.
El Nino muncul untuk menandai kondisi arus laut yang hangat dan mengalir ke arah selatan di sepanjang pesisir Peru dan Ekuador menjelang Natal.
Tonton: Terbongkar! 7 WNI Ditangkap di Makkah, Jaringan Haji Ilegal dan Kartu Palsu Terkuak
El Nino dicetuskan para nelayan Peru saat perairan Amerika Selatan menghangat karena pemanasan laut yang lebih luas di Samudra Pasifik bagian timur.
Pemanasan laut tersebut bahkan dapat mencapai garis batas penanggalan internasional di Pasifik tengah.
BMKG menjelaskan bahwa El Nino adalah penyimpangan iklim atau anomali yang terjadi setiap 3-7 tahun sekali.
Sementara itu, musim kemarau adalah iklim normal yang bersifat musiman dan terjadi setiap tahun di Indonesia.
Musim kemarau hadir akibat angin monsun Australia yang membawa massa udara kering ke negara Indonesia.
Baca Juga: Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet di Tahun 2026, Apa Itu Reshuffle?
Sehingga perbedaan El Nino dan musim kemarau adalah waktu kedatangannya dan intensitas kekeringan yang berbeda.
Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada bulan April, Mei, dan Juni 2026.
BMKG memperingatkan bahwa El nino akan membuat musim kemarau menjadi lebih kering di tahun 2026 ini.
Berikut dampak El Nino di tahun 2026 seperti dikutip dari akun @bmkg.kertajati di Instagram:
- Berkurangnya sumber air bersih
- Peningkatan polusi udara
- Peningkatan risiko kebakaran hutan
- Penurunan produksi pembangkit listrik tenaga air
- Risio gagal panen karena kekeringan panjang
Menurut BMKG, El Nino menyebabkan kekeringan dan kebakaran lahan/hutan yang berpengaruh ke pertanian, perekonomian dan sosial.
Namun El Nino memberikan efek positif untuk peningkatan produksi garam, listrik tenaga surya, dan proyek infrastruktur tidak terganggu cuaca.
Baca Juga: Cara Lapor SPT Pajak Orang Pribadi Pakai Coretax, Siapkan Dokumen Apa Saja?
Sebelum El Nino muncul di Indonesia, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan kekeringan panjang.
BMKG menyarankan untuk menggunakan air lebih hemat dan bijak, tidak melakukan pembakaran sembarangan, dan tampung air hujan.
Pilih tanaman yang tahan kering dan jaga kesehatan dengan cukupi kebutuhan air minum dan memakai masker.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
- El Nino
- Musim Kemarau
- BMKG
- unlisted
- Jangan Lewatkan
- el nino adalah
- el nino artinya
- el nino menyebabkan
- el nino di Indonesia
- musim kemarau di indonesia terjadi pada bulan
- dampak el nino di indonesia
- dampak el nino
- musim kemarau di Indonesia
- El Nino-Southern Oscillation (ENSO)
- El Nino-Southern Oscillation
- Musim Kemarau 2026
- El Nino 2026
- risiko super el nino
- BMKG El Nino
- Mitigasi El Nino