Sejarah Hari WFH Sedunia Setiap 10 April: Transformasi Kerja Ini Ubah Gaya Hidup

Jumat, 10 April 2026 | 09:54 WIB
Sejarah Hari WFH Sedunia Setiap 10 April: Transformasi Kerja Ini Ubah Gaya Hidup

ILUSTRASI. WFH, Work From Home (KONTAN/Panji Indra)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak sejarah penting munculnya Hari WFH Sedunia setiap 10 April. Pada hari ke-10 bulan April diperingati sebagai Hari WFH Sedunia (Work From Home Day), yang menyoroti perubahan pola kerja dari konvensional menuju lebih fleksibel berbasis teknologi.

Peringatan ini menjadi refleksi bagaimana dunia kerja terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus membuka peluang bagi sistem kerja yang lebih efisien dan seimbang.

Konsep bekerja dari rumah sebenarnya bukan hal baru. Ide ini mulai dikenal sejak tahun 1970-an melalui konsep telecommuting, yang bertujuan mengurangi kemacetan dan konsumsi energi akibat mobilitas pekerja ke kantor.

Namun pada masa itu, keterbatasan teknologi membuat penerapan WFH belum optimal. Komunikasi masih bergantung pada telepon dan perangkat sederhana, sehingga kolaborasi jarak jauh sulit dilakukan secara efektif.

Baca Juga: Hingga September 2025, Serapan Tenaga Kerja Capai 2 Juta Orang

1. Perkembangan Teknologi dan Era Digital

Memasuki era 2000-an, perkembangan internet, laptop, dan perangkat komunikasi digital mendorong perubahan besar dalam dunia kerja. Berbagai platform kolaborasi daring seperti email, video conference, hingga cloud computing memungkinkan pekerjaan dilakukan dari mana saja.

Seiring itu, banyak perusahaan mulai mengadopsi sistem kerja fleksibel, terutama di sektor teknologi, media, dan jasa profesional. WFH mulai dilihat sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi biaya operasional.

Peringatan Global Work From Home Day resmi diperkenalkan pada 2019 oleh Remote-how. 

Baca Juga: Cek Tema Hari Kesehatan Dunia 2026: Dampak Besar Kolaborasi dengan One Health

2. Lonjakan WFH Saat Pandemi

Perubahan terbesar terjadi saat pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Pembatasan sosial membuat perusahaan di seluruh dunia menerapkan kerja dari rumah secara massal.

Dalam waktu singkat, WFH berubah dari opsi tambahan menjadi kebutuhan utama. Banyak organisasi dipaksa beradaptasi dengan cepat, mulai dari penggunaan aplikasi rapat daring hingga sistem manajemen kerja berbasis digital.

Dari sini, terbukti bahwa banyak pekerjaan tetap dapat berjalan efektif tanpa kehadiran fisik di kantor.

Baca Juga: Selamat Hari Kesehatan Dunia 2026, Ini 30 Ucapan untuk Ingatkan Hidup Sehat

3. Manfaat dan Tantangan WFH

WFH memberikan berbagai manfaat, baik bagi perusahaan maupun pekerja. Dari sisi perusahaan, efisiensi biaya operasional menjadi salah satu keuntungan utama. Sementara bagi pekerja, fleksibilitas waktu, penghematan biaya transportasi, serta peningkatan work-life balance menjadi nilai tambah.

Namun, sistem ini juga memiliki tantangan. Kurangnya interaksi sosial dapat memengaruhi kesehatan mental, sementara batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi semakin tipis. Selain itu, tidak semua jenis pekerjaan dapat dilakukan secara jarak jauh.

Baca Juga: Lebaran 2026: 10 Juta Orang Tercatat Mudik Gunakan Transportasi Umum

4. Penerapan WFH di Indonesia

Di Indonesia, sistem WFH mulai dikenal luas sejak pandemi 2020. Pemerintah dan sektor swasta menerapkan kebijakan kerja jarak jauh untuk menekan penyebaran virus.

Seiring kondisi yang membaik, banyak instansi mulai menerapkan sistem kerja hybrid, yaitu kombinasi antara bekerja di kantor dan dari rumah. Model ini dianggap sebagai solusi tengah yang tetap menjaga produktivitas sekaligus fleksibilitas.

5. Kebijakan ASN WFH Setiap Jumat

Salah satu bentuk adaptasi di Indonesia adalah kebijakan penerapan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di beberapa instansi, termasuk skema bekerja dari rumah setiap hari Jumat.

Kebijakan ini bertujuan meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi kepadatan lalu lintas menjelang akhir pekan, serta memberikan ruang bagi pegawai untuk bekerja lebih fleksibel. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi bagi ASN.

Meski belum diterapkan secara merata di seluruh instansi, pola kerja ini menjadi bagian dari transformasi birokrasi menuju sistem kerja yang lebih modern, adaptif, dan berbasis kinerja.

Itulah informasi menarik mengenai sejarah Hari WFH Sedunia yang dirayakan setiap 10 April.

Tonton: Nelayan Lombok Temukan Drone Torpedo Diduga Milik China! Ancaman di Jalur Strategis RI?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru