Sejarah Sepak Bola Indonesia, dari Masa Hindia Belanda hingga Lahir PSSI

Kamis, 09 Juni 2022 | 12:41 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Sejarah Sepak Bola Indonesia, dari Masa Hindia Belanda hingga Lahir PSSI

ILUSTRASI. Sejarah sepak bola Indonesia. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.


KONTAN.CO.ID - Sejarah sepak bola Indonesia dimulai sejak masa Hindia Belanda. Sepak bola pertama kali masuk di Indonesia pada 1914. 

Setelah itu, sejarah sepak bola Indonesia semakin berkembang dengan didirikannya PSSI. PSSI sendiri juga sudah terbentuk sejak 1930, saat masa penjajahan Belanda. 

Sedangkan sejarah sepak bola dunia pertama kali ditemukan di China pada abad ke-2 SM. Ketika itu, sepak bola dimainkan dengan menggunakan bola yang terbuat dari kulit dan digiring dengan kaki.

Baca Juga: Apa Bedanya eFootball 2022 dengan PES? Yuk, Cari Tahu Tentang Game Bola yang Satu Ini

Sejarah sepak bola Indonesia dan berdirinya PSSI

Dirangkum dari laman resmi PSSI, sejarah sepak bola di Indonesia secara modern dimulai dengan terbentuknya PSSI (Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia) pada 19 April 1930 di Yogyakarta. 

PSSI lahir karena dibidani politisi bangsa yang baik secara langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih - benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia.

PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Soeratin menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928. 

Ketika kembali ke tanah air Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda "Sizten en Lausada" yang berpusat di Yogyakarta. Di sana ia merupakan satu-satunya orang Indonesia yang duduk dalam jajaran petinggi perusahaan konstruksi yang besar itu. 

Baca Juga: AC Milan Akan Dibeli Perusahaan Investasi Amerika RedBird Seharga US$ 1,3 Miliar

Sejarah sepak bola Indonesia

Akan tetapi, didorong oleh jiwa nasionalis yang tinggi Soeratin mundur dari perusahaan tersebut. Setelah berhenti dari "Sizten en Lausada" ia lebih banyak aktif di bidang pergerakan. 

Soeratin yang gemar bermain sepak bola pun melihat olahraga tersebut sebagai wahana terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai tindakan menentang Belanda.

Kemudian, Soeratin mengadakan pertemuan demi pertemuan dengan tokoh-tokoh sepak bola di Solo, Yogyakarta dan Bandung. Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi menghindari sergapan Polisi Belanda (PID). 

Lalu, gagasan pembentukan organisasi sepak bola nasional semakin matang setelah diadakan pertemuan di hotel kecil Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta dengan Soeri, ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta) bersama dengan pengurus lainnya. 

Baca Juga: eFootball 2022 Mobile (Android/ iOS) Rilis Sebentar Lagi? Berikut Info Spesifikasi

Selanjutnya dilakukan juga pematangan gagasan tersebut di kota Bandung, Yogya dan Solo yang dilakukan dengan tokoh pergerakan nasional seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A Hamid, Soekarno (bukan Bung Karno), dan lain-lain. 

Sementara dengan kota lainnya dilakukan kontak pribadi atau kurir seperti dengan Soediro di Magelang (Ketua Asosiasi Muda).

Kemudian pada 19 April 1930, berkumpullah wakil-wakil dari sejumlah tokoh sepak bola di daerah. Di antaranya dari Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Magelang, dan sebagainya.  

Dari pertemuan tersebut maka, lahirlah PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia). Pada kongres PSSI di Solo tahun 1950, nama PSSI diubah menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang juga menetapkan Ir. Soeratin sebagai Ketua Umum PSSI.

Baca Juga: Lewat Konsorsium, CEO Emtek Group Alvin Sariaatmadja Kuasai 10% Saham Klub Lecce

Berdirinya Stadion Sriwedari, bagian sejarah sepak bola Indonesia 

SEJARAH SEPAK BOLA INDONESIA

Berdirinya Stadion Sriwedari juga menjadi bagian sejarah sepak bola di Indonesia. Kegiatan sepak bola kebangsaan yang digerakkan PSSI, kemudian menggugah Susuhunan Paku Buwono X. 

Paku Buwono X kemudian mendirikan stadion Sriwedari lengkap dengan lampu, sebagai apresiasi terhadap kebangkitan "Sepak bola Kebangsaan" yang digerakkan PSSI. Stadion itu diresmikan Oktober 1933. 

Dengan adanya stadion Sriwedari ini kegiatan persepakbolaan semakin gencar. Sebelum ada stadion, rakyat bermain sepak bola di alun-alun, jalanan, atau tempat lapang lainnya. 

Baca Juga: eFootball 2022 Mobile (Android/ iOS) Rilis Sebentar Lagi? Berikut Info Spesifikasi

Lebih jauh Soeratin mendorong pula pembentukan badan olahraga nasional, agar kekuatan olahraga pribumi semakin kokoh melawan dominasi Belanda. Tahun 1938 berdirilah ISI (Ikatan Sport Indonesia), yang kemudian menyelenggarakan Pekan Olahraga (15-22 Oktober 1938) di Solo.

Soeratin mengakhiri tugasnya di PSSI sejak tahun 1942, setelah sempat menjadi ketua kehormatan antara tahun 1940-1941, dan terpilih kembali di tahun 1942.

Namun, masuknya balatentara Jepang ke Indonesia menyebabkan PSSI pasif dalam berkompetisi lantaran Jepang memasukkan PSSI sebagai bagian dari Tai Iku Kai, yakni badan keolahragaan bikinan Jepang.

Kemudian, masuk pula menjadi bagian dari Gelora (1944) dan baru lepas otonom kembali dalam kongres PORI III di Yogyakarta (1949).

Demikian sejarah sepak bola di Indonesia yang dimulai sejak masa Penjajahan Belanda dan lahirnya PSSI. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani

Terbaru