KONTAN.CO.ID - Simak tema Hari Air Sedunia atau World Water Day 2026. Setiap tanggal 22 Maret, dunia memperingati Hari Air Sedunia sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya air bersih dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Pada tahun 2026, tema yang diangkat adalah “Water and Gender” dengan slogan “Where Water Flows, Equality Grows”, yang menyoroti keterkaitan erat antara akses air bersih dan kesetaraan gender.
Tema ini diinisiasi oleh UN-Water sebagai bentuk perhatian global terhadap fakta bahwa perempuan dan anak perempuan masih menjadi kelompok yang paling terdampak oleh keterbatasan akses air bersih dan sanitasi.
Baca Juga: Ada Apa Setiap 19 Maret? Ini 3 Hari Besar Dunia yang Menarik Perhatian
Tema Air dan Ketimpangan Gender
Di berbagai belahan dunia, perempuan dan anak perempuan sering kali memikul tanggung jawab utama dalam mengambil air untuk kebutuhan rumah tangga.
Kondisi ini tidak hanya menguras waktu dan tenaga, tetapi juga membatasi akses mereka terhadap pendidikan, pekerjaan, dan peluang lainnya.
Kurangnya akses air bersih juga berdampak pada kesehatan, keamanan, serta martabat perempuan, terutama dalam hal sanitasi. Oleh karena itu, isu air tidak bisa dipisahkan dari upaya mewujudkan kesetaraan gender.
Baca Juga: Makna Hari Besar 18 Maret: 3 Peringatan Global Penting untuk Kesadaran Anda
Dorong Peran Perempuan dalam Pengelolaan Air
Salah satu fokus utama kampanye 2026 adalah pemberdayaan perempuan. Perempuan didorong untuk memiliki peran yang setara dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan air dan sanitasi.
Dengan memberikan ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi aktif, kebijakan dan solusi yang dihasilkan akan lebih inklusif dan mampu menjawab kebutuhan semua pihak. Ini menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem pengelolaan air yang adil dan berkelanjutan.
Baca Juga: Peringatan Setiap 17 Maret: Ada 3 Perayaan Besar Profesi Hingga Kuliner Unik
Air Bersih sebagai Hak Dasar
Kampanye ini juga menegaskan bahwa akses terhadap air bersih dan sanitasi merupakan hak dasar manusia.
Ketersediaan air yang aman menjadi fondasi penting dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya kesetaraan gender (SDG 5) dan akses air bersih (SDG 6).
Tanpa akses yang merata, upaya pembangunan akan sulit berjalan optimal, terutama bagi kelompok rentan.
Baca Juga: Ada Apa dengan Hari Besar 16 Maret? Ini 5 Peristiwa Nasional dan Global
Seruan untuk Aksi Nyata
Hari Air Sedunia 2026 tidak hanya sekadar peringatan, tetapi juga ajakan untuk bertindak. Pendekatan berbasis hak (rights-based approach) menjadi kunci dalam memastikan layanan air dapat diakses secara adil oleh semua orang tanpa diskriminasi.
Kampanye ini dikoordinasikan bersama oleh UNICEF dan UN Women, serta diramaikan dengan berbagai kegiatan global, termasuk peluncuran laporan tahunan pengembangan air dunia oleh UNESCO.
Dibutuhkan kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun yang tertinggal dalam mendapatkan akses air bersih dan sanitasi yang layak.
Tonton: Jakarta Panas Ekstrem! BMKG: Bisa Bertahan Sampai Lebaran
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News