19 November 2021 diperingati sebagai Hari Pria Internasional, ini sejarah singkatnya

Jumat, 19 November 2021 | 09:26 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
19 November 2021 diperingati sebagai Hari Pria Internasional, ini sejarah singkatnya

ILUSTRASI. 19 November 2021 diperingati sebagai Hari Pria Internasional, ini sejarah singkatnya. KONTAN/Carolus Agus Waluyo

KONTAN.CO.ID -  Tanggal 19 November 2021 diperingati sebagai Hari Pria Internasional atau bisa juga disebut dengan Hari Laki-Laki Sedunia. 

Bersumber dari internationalmensday.com, perayaan ini fokus pada nilai positif yang dibawa oleh pria kepada dunia, keluarga, serta komunitas mereka. 

Dengan adanya perayaan Hari Pria Internasional, masyarakat bisa melihat nilai-nilai positif dan meningkatkan kesadaran atas kesejahteraan laki-laki.

Pada Hari Pria Internasional tahun 2021 ini, tema yang diusung adalah "Hubungan antara pria dan wanita yang lebih baik". 

Hal ini selaras dengan salah satu dari 6 pilar Hari Pria Internasional yaitu meningkatkan hubungan antar gender dan mempromosikan kesetaraan gender tidak hanya untuk laki-laki namun juga untuk perempuan. 

Baca Juga: Buat yang sedang cari kerja, ada lowongan terbaru di Geo Dipa Energi, ini syaratnya

Sejarah singkat Hari Pria Internasional

Hari khusus untuk memperingati kesejahteraan untuk para laki-laki ini berawal dari sebuah tajuk rencana yang ditulis oleh jurnalis Amerika, John P. Harris pada tahun 1968. 

Melansir dari nationaltoday.com, Harris menyoroti ketidakseimbangan sistem Soviet yang mempromosikan Hari Perempuan Internasional untuk pekerja perempuan, namun gagal mengimplementasikannya pada laki-laki. Hal tersebut kemudian membuat Harris menyatakan adanya cacat dalam sistem komunis.  

Pada awal tahun 1990an, direktur Pusat Studi Pria Missouri, Thimas Oaster, mengundang Organisasi di Amerika, Australia, dan Malta untuk mengadakan acara kecil pada Hari Pria Internasional selama bulan Februari. 

Selama 2 tahun, Oaster berhasil menjadi tuan rumah untuk perayaan tesrebut. Sayangnya, pada perayaan tahun 1995, tidak banyak peserta yang hadir. 

Minimnya simpati dan kehadiran pada perayaan tahun tersebut membuat Oaster putus asa dan menghentikan rencana untuk melanjutkan fungsi dari hari Pria Internasional. 

Hal tersebut membuat Australia kemudian ikut menghentikan perayaan dan meninggalkan Malta sebagai satu-satunya negara yang terus merayakannya.

Baca Juga: Cara download sertifikat vaksin & ganti data yang salah lewat WhatsApp PeduliLindungi  

Pada tahun 1999, perayaan ini kembali dihidupkan di wilayah Trinidad dan Tobago oleh Jerome Teelucksingh dari University of the West Indies.

Teelucksingh menyadari meskipun terdapat hari khusus untuk ayah, tidak ada hari untuk merayakan pria yang belum memiliki anak atau untuk para remaja. 

Dia menyadari bahwa laki-laki juga memiliki peran yang positif seperti yang dicontohkan oleh sang ayah kepada Teelucksingh. 

Hal inilah yang kemudian mendorong Teelucksingh memilih tanggal 19 November sebagai Hari Pria Internasional karena tanggal tersebut merupakan hari ulang tahun ayahnya dan juga hari dimana tim sepakbola lokal telah menyatukan negaranya karena usaha untuk lolos ke Piala Dunia. 

Sejak diusulkan oleh Teelucksingh, Hari Pria Internasional terus dirayakan setiap tahunnya untuk mempromosikan aspek dari pria sebagai panutan positif daripada stereotip gender yang negatif. 

Perayaan ini dibentuk bukan untuk menyaingi Hari perempuan Internasional. Selain itu, perayaan Hari Pria Internasional juga menyoroti pentingnya kesehatan fisik dan kejiwaan pria dan maskulinitas positif 

Selanjutnya: Begini jurus bos MTF terapkan prokes saat berolahraga di luar ruangan

Editor: Tiyas Septiana
Terbaru