Apa Penyakit Flu yang Menyerang Kucing, Kenali, Yuk!

Senin, 25 April 2022 | 15:15 WIB Sumber: Firstvet,Petmd
Apa Penyakit Flu yang Menyerang Kucing, Kenali, Yuk!


KONTAN.CO.ID - Beberapa penyakit dapat dialami oleh kucing, salah satunya adalah flu. Flu kucing adalah penyakit umum yang dapat sangat bervariasi dalam tingkat keparahannya. Penyakit ini menyerang infeksi saluran pernapasan atas pada kucing. Penyakit ini bisa lebih parah bila diderita oleh anak kucing, kucing senior, dan kucing yang mengalami imunosupresi karena mereka kadang-kadang mengembangkan infeksi sekunder.

Oleh karena itu, untuk mencegah dan menghindari kemungkinan buruk yang lebih parah, ada baiknya Anda mengetahui informasi terkait flu pada kucing. Berikut informasi tentang penyebab, gejala, dan cara menanganinya.

Baca Juga: Mendengarkan Musik Dapat Mengatasi Stres pada Hewan Peliharaan

Penyebab Flu pada Kucing

Dilansir dari Firstvet, flu kucing dapat disebabkan oleh beberapa jenis agen infeksi yang berbeda, baik virus maupun bakteri. Penyebab utama flu kucing adalah Feline Herpes Virus (FHV-1) dan Feline calicivirus (FCV). Diperkirakan sekitar 80-90% kasus flu kucing disebabkan oleh virus-virus tersebut.

Selain itu, bakteri-bakteri yang menyebabkan flu pada kucing adalah Chlamydofila felis, Bordetella bronchiseptica, dan Mycoplasma spp. Bakteri ini sering datang setelah virus, yakni ketika kekebalan kucing telah berkurang.

Penyebaran virus dan bakteri ini biasanya ditularkan oleh kucing lain melalui kontak langsung, tetapi terkadang juga karena lingkungan yang mengandung virus penyebab flu. Virus dapat bertahan untuk beberapa waktu di sekitar lingkungan setelah disebarkan.

Banyak kucing yang terinfeksi virus herpes menjadi pembawa kronis dan mereka dapat terus menyebarkan virus bahkan setelah mereka tidak sakit lagi. Untungnya, kedua infeksi virus tersebut tidak menular ke manusia, tetapi ini harus diwaspadai oleh kucing mana pun.

Gejala Flu pada Kucing

Kucing yang terkena infeksi ini, akan membutuhkan 2-10 hari sebelum penyakit ini muncul begitu jelas. Ini dapat dikenali dengan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Bersin.
  • Keluarnya cairan dari hidung.
  • Mata berair.
  • Konjungtivitis.
  • Kelesuan.
  • Demam.
  • Batuk.

Sementara itu, dilansir dari Petmd, beberapa kucing mungkin mengalami komplikasi, seperti infeksi bakteri sekunder atau pneumonia. Hal ini dapat menyebabkan keluarnya cairan berwarna kuning-hijau dari mata atau hidung. Ini dapat menyebabkan hidung tersumbat cukup parah, sehingga kucing Anda tidak dapat mencium atau merasakan. Kucing dengan kondisi ini mungkin juga akan menolak untuk makan.

Baca Juga: Ketahui Efek Beracun dari Obat Paracetamol untuk Hewan Kucing

Penanganan Flu pada Kucing

Perawatan untuk flu kucing akan bergantung pada gejala-gejala yang muncul. Ini biasanya melibatkan perawatan suportif di rumah. Selain itu, penting untuk kucing mendapatkan nutrisi yang cukup. Sayangnya, dalam kondisi sakit, kucing tidak selalu mau makan, sehingga Anda harus memberikan penawaran terbaik agar kucing mau makan. Tawarkan makanan lunak hangat dan tambahan air hangat akan membantu menangani flunya.

Jaga kebersihan mata dan hidung mereka dari cairan yang keluar. Ini akan membuat kucing lebih nyaman saat beristirahat. Jika kucing tampak lesu, sebaiknya ukur suhu tubuh 1-2 kali sehari untuk memantau demamnya. Penting untuk tidak memberikan obat manusia apa pun kepada kucing tanpa petunjuk dokter hewan. Anda mungkin juga sebaiknya memeriksakan kondisi kucing bila flu kucing tidak dapat Anda tangani sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anggi Miftasha

Terbaru