KONTAN.CO.ID - Simak negara dengan tradisi mudik terbesar di dunia. Mudik Lebaran di Indonesia menjadi tradisi yang terjadi jelang momen Idulfitri 1447 Hijriah.
Tradisi mudik menjadi fenomena tahunan yang identik dengan momen kebersamaan keluarga, di mana jutaan orang rela menempuh perjalanan jauh demi pulang ke kampung halaman.
Di Indonesia, mudik lekat dengan perayaan Idulfitri, sementara di tingkat global, fenomena serupa dalam skala yang jauh lebih besar dapat ditemukan di China melalui peristiwa Chunyun.
Baca Juga: Asal-usul Kata Mudik: Ini Alasan Filosofis Wajib Pulang Kampung Tiap Lebaran
Chunyun adalah arus perjalanan massal yang terjadi menjelang dan setelah Tahun Baru Imlek. Dalam periode ini, ratusan juta hingga miliaran perjalanan terjadi dalam waktu sekitar 40 hari.
Melansir laman Reuters, orang-orang yang merantau di kota besar akan kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga, mirip dengan tradisi mudik di Indonesia saat Lebaran, tetapi dalam skala yang jauh lebih besar.
Kedua tradisi ini menunjukkan bahwa di berbagai belahan dunia, nilai kekeluargaan tetap menjadi alasan utama di balik perjalanan besar yang penuh makna tersebut.
Baca Juga: Ada Apa Setiap 19 Maret? Ini 3 Hari Besar Dunia yang Menarik Perhatian
Alasan Chunyun Menjadi Mudik Terbesar
Beberapa hal yang membuat Chunyun menjadi tradisi mudik terbesar di dunia:
1. Skala perjalanan luar biasa
Setiap tahun, jumlah perjalanan bisa mencapai lebih dari 2–3 miliar perjalanan, mencakup transportasi kereta, bus, pesawat, hingga kendaraan pribadi.
2. Tekanan pada transportasi
Sistem transportasi di China seperti China Railway harus menambah ribuan perjalanan kereta tambahan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.
3. Tradisi keluarga yang kuat
Sama seperti mudik Lebaran, momen ini dianggap sangat penting untuk reuni keluarga dan penghormatan terhadap orang tua serta leluhur.
4. Durasi panjang
Tidak hanya beberapa hari, tetapi berlangsung selama lebih dari sebulan, menjadikannya migrasi manusia tahunan terbesar di dunia.
Sebagai perbandingan, tradisi mudik di Indonesia saat Idulfitri memang sangat besar dan kompleks, namun jumlah pergerakannya masih di bawah Chunyun di China.
Meskipun banyak negara memiliki tradisi pulang kampung, Chunyun di China tetap menjadi fenomena mudik terbesar di dunia, baik dari segi jumlah orang, skala transportasi, maupun dampaknya secara nasional.
Baca Juga: Daftar Ruas Jalan Tol Gratis Mudik Lebaran 2026, Dari Jawa Hingga Sumatra
Tradisi Mudik selain China
1. India
Di India, arus mudik besar terjadi saat perayaan seperti Diwali dan Eid al-Fitr. Jutaan orang kembali ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga. Sistem kereta api seperti Indian Railways sering mengalami lonjakan penumpang luar biasa, bahkan tiket bisa habis dalam hitungan menit.
2. Amerika Serikat
Tradisi mudik terbesar terjadi saat Thanksgiving dan Natal. Periode ini dikenal sebagai musim perjalanan tersibuk, dengan jutaan orang bepergian menggunakan mobil, pesawat, dan kereta. Kemacetan panjang dan lonjakan harga tiket menjadi hal yang umum.
3. Brasil
Di Brasil, arus pulang kampung terjadi saat Natal dan Carnival. Banyak warga kota besar seperti São Paulo dan Rio de Janeiro pulang ke daerah asal atau berlibur bersama keluarga, menyebabkan kepadatan di jalan raya dan bandara.
4. Bangladesh
Mudik besar terjadi saat Eid al-Fitr dan Eid al-Adha. Jutaan orang meninggalkan ibu kota Dhaka menuju desa-desa. Kepadatan ekstrem sering terjadi di transportasi darat dan sungai.
5. Filipina
Tradisi mudik dikenal dengan sebutan “homecoming” saat Natal dan Semana Santa. Terminal bus, pelabuhan, dan bandara dipenuhi warga yang pulang ke provinsi masing-masing.
Demikian informasi mengenai negara dengan tradisi mudik terbesar di dunia.
Tonton: Ini Alasan Boy Thohir Gelontorkan Rp 4 Triliun untuk Buyback Saham ADRO
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News