Cara mudah membedakan madu asli dengan yang palsu , tips petani Banten

Jumat, 13 November 2020 | 04:30 WIB   Reporter: Hasbi Maulana
Cara mudah membedakan madu asli dengan yang palsu , tips petani Banten


KONTAN.CO.ID - LEBAK. Ada beragam cara membedakan madu asli dengan yang palsu. Salah satu cara membedakan madu asli dengan yang palsu diungkap oleh petani Banten.

Seorang petani asal Lebak, Banten mengungkapkan cara membedakan madu yang asli dengan madu palsu. Wandi Assayid, petani madu sekaligus pendiri Komunitas Madu Cingagoler membeberkan sejumlah caranya.

"Kalau madu lebah nyiruan atau apis cerana dari petani komunitas kami, adalah dengan meneteskan sampel madu ke piring, lalu dicampur air. Jika piringnya diputar, campuran madu dan air membentuk pola heksagonal atau sarang madu, itu dijamin asli," kata Wandi, Rabu (11/11/2020), seperti dikutip dari Kompas.com.

POLISI BONGKAR PEMBUATAN MADU PALSU

Baca Juga: Terkenal pahit, ini manfaat sambiloto sebagai obat herbal

Menurut Wandi, dari segi tampilan madu asli dan palsu sulit dibedakan. Madu palsu yang diproduksi saat ini juga dibuat sangat mirip dengan madu aslinya.

Wandi juga menjelaskan cara membedakan madu asli dan palsu bisa dari aromanya. Madu asli punya aroma khas lebah, sedang yang palsu kadang malah beraroma harum gula.

Selain itu, cara lain membedakan madu asli dan paslu dengan menyimpan madu dalam freezer atau pendingin.

Madu asli tidak akan beku, tetapi teksturnya akan lebih kental. Sementara madu palsu yang punya campuran gula akan mengendap ke bawah botol kemudian mengkristal.

"Cara lainnya bisa juga dengan mengoleskan ke permukaan kertas, madu asli nempel menyerupai minyak, jika madu palsu tidak karena mengandung cairan lebih banyak," terang Wandi.

Calon pembeli madu juga patut waspada jika harga jual madu terlalu murah.

Rata-rata harga madu asli yang diproduksi petani Lebak, menurut Wandi, dijual kisaran Rp 200.000 hingga Rp 250.000 untuk ukuran 600 mililiter. Bila ditawar pun hanya turun sedikit harganya.

Beda dengan madu palsu yang bisa dijual mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 200.000. jika ditawar pun bisa turun berkali-kali lipat.

Praktik produksi pembuatan madu palsu khas Banten terbongkar Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten.

Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar mengatakan, para pelaku nekat menjual madu palsu khas Banten karena memanfaatkan adanya pandemi Covid-19. Sebab, masyarakat percaya madu merupakan obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga dianggap mampu menangkal virus corona.

Artikel ini telah tayang di Kompas.tv dengan judul "Petani Banten Ungkap Cara Membedakan Madu Asli dengan yang Palsu".

 

Selanjutnya: Berikut manfaat daun cermai sebagai obat herbal yang wajib Anda ketahui

Editor: Hasbi Maulana


Terbaru