Contoh Penerapan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Senin, 25 Juli 2022 | 12:35 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Contoh Penerapan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

ILUSTRASI. Contoh Penerapan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari. KONTAN/Fransiskus Simbolon.


KONTAN.CO.ID - Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa Indonesia. Karenanya, setiap warga negara Indonesia wajib menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 

Tidak hanya orang dewasa saja, penerapan nilai-nilai dasar negara Indonesia ini juga perlu dilakukan oleh pelajar. 

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), melalui program Profil Pelajar Pancasila, memberikan penguatan karakter Pancasila kepada pelajar Indonesia.

Pancasila memiliki lima sila yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik pribadi hingga bermasyarakat. Kelima sila dalam Pancasila yang perlu dipahami oleh masyarakat Indonesia:

1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Baca Juga: Daftar Gelombang 38 di dashboard.prakerja.go.id Sekarang, Ini syaratnya

Berikut ini beberapa contoh penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dirangkum dari situs Direktorat SMP Kemendikbud Ristek: 

Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia

Elemen penting dari beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME), dan berakhlak Mulia adalah akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, serta akhlak bernegara.

Contoh perilaku di kehidupan sehari-hari:

  • Menjalankan perintah agama sesuai kepercayaan masing-masing
  • Berkata dan berbuat baik sesuai ajaran agama
  • Bersikap ramah, sopan, dan menghargai sesama manusia
  • Mencintai dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar 
  • Bertingkah sebagai tidak warga negara yang baik dan tidak melawan hukum

Penerapan Pancasila dalam berkebinekaan global

Sebagai warga dunia, kita perlu mengenal dan menghargai kebudayaan lain. Selain itu, kita juga perlu berkomunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, serta merefleksi dan bertanggung jawab terhadap pengamalan kebinekaan. 

Contoh penerapan nilai Pancasila dalam aspek ini di antaarnya:

  • Mencoba mengenal dan menghargai teman dari suku yang berbeda
  • Menggali cara komunikasi yang efektif dengan teman dari suku yang berbeda
  • Mengumpulkan informasi terkait ragam budaya sebagai bekal untuk membangun relasi yang baik dengan sesama

Baca Juga: 10 Makanan Tinggi Serat yang Bantu Menurunkan Berat Badan dan Kolesterol

Pancasila dalam sikap gotong royong

Salah satu nilai luhur bangsa Indonesia adalah gotong-royong. Elemen penting dalam gotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi. Sikap gotong-royong bisa mendorong kolaborasi yang baik untuk mendapatkan hasil yang lebih baik juga. 

Beberapa contoh penerapan dari Pancasila di kehidupan sehari-hari dalam aspek gotong-royong:

  • Mencoba untuk berkolaborasi dengan orang lain
  • Menanamkan kepedulian pada hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan bersama
  • Serta terbuka untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, atau sumber daya lain yang memungkinkan

Bersikap mandiri

Salah satu nilai yang wajib dimiliki Pelajar Pancasila adalah mandiri. Mandiri yang dimaksud adalah bertanggung jawab atas proses dan hasil belajar yang ditempuh. 

Sikap mandiri juga diwujudkan dengan memiliki kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta memiliki regulasi diri.

Contoh dari sikap ini seperti saat dihadapkan dalam situasi sulit maka kita dapat dengan tenang mencari solusi sendiri dan menghadapi situasi dengan bijak.

Berpikir kritis

Berpikir kritis atau bernalar kritis merupakan salah satu kemampuan yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan pada abad 21. Dengan terus mengasah proses berpikir, kita sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis. 

Sikap yang menunjukkan kita memiliki kemampuan ini sebagai berikut: 

  • Cara memperoleh dan memproses informasi serta gagasan; 
  • Menganalisis sekaligus mengevaluasi proses penalaran yang terjadi dalam pikiran; 
  • Merefleksikan pemikiran dan proses berpikir itu sendiri; 
  • Serta mengambil keputusan sebagai hasil dari proses berpikir. 

Baca Juga: Cara Mudah Membuat QR Code Lewat Microsoft Word, Gratis Tanpa Edit dan Aplikasi

Berpikir kreatif

Profil Pelajar Pancasila berikutnya adalah kreativitas yang baik dimana pelajar mampu menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermanfaat, dan berdampak baik itu berupa gagasan, karya, atau tindakan. 

Contoh dari penerapan nilai Pancasila dalam aspek kreativitas: 

  • Memberikan ide yang berbeda dari teman-teman lain dalam suatu proyek, 
  • Mampu mengolah informasi atau mencari inspirasi dan melahirkan gagasan baru, 
  • Menyelesaikan masalah dengan cara atau pendekatan yang berbeda. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru