KONTAN.CO.ID - Tanggal 21 September 2026 bertepatan dengan sejumlah peringatan internasional yang mengangkat nilai perdamaian, penghargaan, dan rasa syukur.
Salah satu yang paling dikenal adalah Hari Perdamaian Internasional (International Day of Peace) yang diperingati setiap 21 September dan ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Selain Hari Perdamaian Internasional, tanggal 21 September juga diperingati sebagai World Gratitude Day atau Hari Syukur Sedunia.
Peringatan ini menjadi kesempatan untuk mengingat pentingnya mengungkapkan rasa terima kasih dan menghargai orang-orang maupun hal-hal positif dalam kehidupan.
Baca Juga: Apa Saja Hari Besar 20 September? Ini 4 Daftar Peringatan Nasional dan Global
Hari Besar 21 September
Berikut ini latar belakang hari besar setiap 21 September yang penuh makna.
1. Hari Perdamaian Internasional
Melansir laman PBB, Hari Perdamaian Internasional diperingati setiap 21 September di seluruh dunia. PBB menetapkan hari tersebut sebagai momentum untuk memperkuat cita-cita perdamaian, baik di dalam maupun di antara seluruh negara dan masyarakat.
Hari Perdamaian Internasional pertama kali ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada 1981 melalui Resolusi 36/67. Pada 2001, melalui Resolusi 55/282, PBB secara bulat menetapkan 21 September sebagai hari untuk non-kekerasan dan gencatan senjata.
Karena itu, peringatan ini tidak hanya menjadi simbol perdamaian, tetapi juga menjadi seruan bagi masyarakat dunia untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai serta meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kehidupan tanpa kekerasan.
Baca Juga: Cek Hari Besar Setiap 19 September: Ada 2 Momen Penting Sejarah Indonesia
Tema Hari Perdamaian Internasional 2026
Pada 2026, PBB mengangkat tema “Invest in Peace: For Everyone, Everywhere, Every Day” atau “Berinvestasi dalam Perdamaian: Untuk Semua Orang, di Mana Saja, Setiap Hari.”
Tema tersebut menekankan bahwa perdamaian membutuhkan tindakan dan investasi yang dilakukan secara berkelanjutan. PBB juga menyoroti peran orang-orang yang bekerja di tingkat masyarakat, seperti relawan, pegiat sosial, pemimpin masyarakat sipil, penjaga perdamaian, dan para pembangun perdamaian.
Dengan tema tersebut, masyarakat diajak melihat perdamaian bukan hanya sebagai persoalan hubungan antarnegara. Perdamaian juga dapat dibangun melalui tindakan sehari-hari, seperti menghargai orang lain, menyelesaikan perbedaan melalui dialog, membantu masyarakat sekitar, dan menolak kekerasan.
Baca Juga: Apa Saja Hari Besar 18 September? Ini 3 Peringatan Penting Global
2. World Gratitude Day atau Hari Syukur Sedunia
Selain Hari Perdamaian Internasional, tanggal 21 September juga dikenal sebagai World Gratitude Day atau Hari Syukur Sedunia.
World Gratitude Day menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan memberikan apresiasi kepada orang lain. Peringatan ini dapat dilakukan secara sederhana, misalnya dengan mengucapkan terima kasih kepada keluarga, teman, guru, rekan kerja, maupun orang lain yang telah memberikan bantuan atau pengaruh positif.
Menurut National Day Calendar, gagasan World Gratitude Day muncul pada 1965 ketika Sri Chinmoy mengusulkan adanya hari khusus untuk rasa syukur dalam sebuah acara makan malam Thanksgiving di ruang meditasi gedung PBB.
Para peserta kemudian sepakat mengadakan pertemuan atau perayaan rasa syukur pada 21 September setiap tahun di negara masing-masing.
Berbeda dengan Hari Perdamaian Internasional yang merupakan peringatan resmi PBB, World Gratitude Day lebih merupakan peringatan atau observansi nonresmi yang berkembang sebagai momentum untuk mengungkapkan rasa terima kasih.
Tonton: Sertifikasi Halal Berlaku 18 Oktober, Produk Impor Tetap Bisa Masuk Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News