Fenomena Bulan Baru Stroberi Mikro Terjadi Akhir Bulan Juni 2022 Ini, Apa Dampaknya?

Senin, 27 Juni 2022 | 12:43 WIB   Penulis: Arif Budianto
Fenomena Bulan Baru Stroberi Mikro Terjadi Akhir Bulan Juni 2022 Ini, Apa Dampaknya?

ILUSTRASI. Fenomena Bulan Baru Stroberi Mikro Terjadi Akhir Bulan Juni 2022 Ini, Apa Dampaknya?


KONTAN.CO.ID - Fenomena Bulan baru stroberi mikro bakal terjadi akhir bulan Juni 2022 ini. Apa dampak dari fenomena Bulan baru stroberi mikro yang terjadi 29 Juni 2022 ini? Yuk cari tahu selengkapnya di sini.

Bulan Juni 2022 masih menyimpan agenda fenomena alam yang menarik. Termasuk Bulan baru stroberi Mikro yang akan terlihat mulai tanggal 29 Juni 2022.

Apakah Anda sudah tahu fenomena apa itu? Dan apa dampaknya? Mari kita simak penjelasan yang telah diulas oleh Andi Pangerang dari Pusat Riset Antariksa BRIN mengenai fenomena Bulan baru stroberi mikro ini.

Melansir laman resmi Edukasi Sains Antariksa (LAPAN/BRIN), Bulan Baru Mikro adalah fase Bulan Baru yang beriringan dengan Apoge (kondisi saat Bulan berada pada titik terjauh dengan Bumi).

Nah, bertepatan dengan bulan Juni 2022 ini, fenomena Bulan baru mikro yang terjadi disebut Bulan baru stroberi Mikro.

Ini juga masih berkaitan dengan fenomena Purnama Stroberi Super yang terjadi beberapa waktu lalu masih di bulan Juni 2022 ini.

Baca Juga: Komet Raksasa Ini Akan Mendekati Bumi Bulan Depan, Apakah Bisa Disaksikan?

FASE GERHANA BULAN

Sayangnya, Bulan baru stroberi mikro ini tidak dapat disaksikan saat pagi hari sebelum Matahari terbit. Berikut penjelasan Andi Pangerang mengapa fenomena tersebut tidak dapat disaksikan sebelum Matahari terbit:

  • Bulan terbit lebih lambat dibandingkan dengan Matahari.
  • Permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi tidak terkena cahaya matahari, sehingga Bulan tampak lebih gelap.

Setidaknya dua hal tersebut yang menimbulkan fenomena Bulan baru stroberi mikro ini mungkin akan sulit dipantau, apalagi jika tidak menggunakan alat bantu optik.

Menariknya, fenomena Bulan baru stroberi mikro ini juga bertepatan dengan Ijtimak atau konjungsi awal bulan Zulhijjah 1443 H. Dengan demikian, jika hilal dapat terlihat, maka 1 Zulhijjah 1443 H akan jatuh pada Kamis, 30 Jun i2022 dan Idul Adha jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022.

Baca Juga: Contoh Benda Langit yang Terlihat Pada Malam Hari, Bukan Hanya Bulan dan Bintang

Akan tetapi, jika hilal tidak dapat terlihat, maka Zulqaidah 1443 H digenapkan 30 hari (istikmal) sehingga 1 Zulhijjah 1443 H akan jatuh pada Jumat, 1 Juli 2022 dan Idul Adha jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022.

Bicara tentang Bulan baru stroberi mikro, fenomena ini juga berdampak pada pasang laut yang lebih tinggi dari hari-hari biasanya.

Menurut penjelasan Andi Pangerang, fase Purnama maupun fase Bulan Baru pada umumnya menimbulkan pasang laut yang juga disebut sebagai pasang purnama.

Hal tersebut karena konfigurasi Matahar-Bumi-Bulan (ataupun Matahar-Bulan-Bumi) yang segaris dan mengakibatkan masing-masing gaya diferensial (gaya pasang surut) yang ditimbulkan oleh Bulan dan matahari memiliki arah yang sama.

Arah pada gaya diferensial ini berjumlah sepasang, menghadap/searah dan membelakangi/berlawanan arah terhadap objek yang menimbulkan gaya tersebut.

Singkatnya, pasang laut pada 29 Juni 2022 secara astronomis perlu dipertimbangkan, gaya pasang laut saat Bulan baru mikro secara logaritmik adalah 52% gaya pasang laut saat Bulan perbani Super.

Sehingga perlu mewaspadai pasang laut ini antara dua hari sebelum hingga dua hari sesudah puncak fenomena Bulan baru stroberi mikro ini. Tepatnya adalah antara tanggal 27 Juni - 1 Juli 2022 mendatang.

Demikian beberapa informasi mengenai Bulan baru stroberi mikro, mulai dari penjelasan hingga dampaknya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Arif Budianto

Terbaru