Gas Air Mata: Kandungan, Gejala yang Timbul, dan Cara Mengatasi Jika Terkena Tear Gas

Senin, 03 Oktober 2022 | 09:12 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Gas Air Mata: Kandungan, Gejala yang Timbul, dan Cara Mengatasi Jika Terkena Tear Gas

ILUSTRASI. Gas Air Mata: Kandungan, Gejala yang Timbul, dan Cara Mengatasi Jika Terkena Tear Gas. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.


KONTAN.CO.ID -  Pada tanggal 1 Oktober 2022 lalu, dunia sepak bola Indonesia berduka. Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada ajang BRI Liga 1 2022/2023 memakan korban hingga ratusan jiwa.

Lemparan gas air mata dari pihak keamanan, membuat penonton panik dan berebut ke luar dari Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. 

Bersumber dari situs Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), hal ini dipicu oleh kekecewaan supporter atas kalahnya Arema FC sebagai tim tuan rumah pada liga tersebut hingga turun ke lapangan. 

Petugas keamanan mencoba mengurai masa dengan gas air mata atau tear gas. Naasnya, hal tersebut justru membuat penonton panik, sesak napas, hingga pingsan saat berebut keluar stadion. 

Baca Juga: Masih Dibuka, Ini Posisi dan Syarat Daftar Lowongan Kerja di BPJS Kesehatan 2022

Kandungan dan gejala jika terkena gas air mata

Menurut penjelasan Dede Nasrullah Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya, gas air mata mengandung 3 kumpulan bahan kimia. 

Salah satu yang paling sering digunakan adalah chloroacetophenone atau disingkat CN dan CN dan chlorobenzylidenemalononitrile atau CS.

“Paparan bahan kimia tersebut secara langsung dapat menyebabkan iritasi pada mata, sistem pernapasan, dan kulit,”jelasnya seperti dikutip dari situs UM Surabaya. 

Senyawa CS umumnya diformulasikan dengan beberapa bahan kimia lainnya, terutama pelarut metil isobutil keton (MIBK) yang digunakan sebagai pembawa.

Senyawa ini berhubungan dengan reseptor syaraf yang bisa menyebabkan rasa nyeri saat gas air mata terpapar di kulit. Rasa nyeri ini biasanya timbul pada bagian wajah dan mata akan terasa perih dan pedih. 

Efek atau gejala lain yang timbul akibat gas air mata adalah rasa gatal pada kulit, panas, dan penglihatan kabur. 

“Gejala lainnya yaitu terkait dengan pernapasan dapat dialami, seperti sulit bernapas, batuk, mual dan muntah,” ungkapnya. 

Baca Juga: Inilah Gejala dan Pertolongan Pertama pada Serangan Stroke, Wajib Dicatat!

Pertolongan pertama jika terkena gas air mata

Jika terkena gas air mata, Dede memberikan beberapa penanganan yang bisa dilakukan, yakni:

1. Menyiram air bersih yang mengalir karena air dapat menurunkan konsentrasi senyawa DS dalam formulasi gas air mata.

2. Tutup rapat hidung, mata, dan mulut dengan masker untuk meminimalisir menghirup gas tersebut.

3. Ganti pakaian yang sudah terkena gas air mata dan jangan sampai terkena atau menyentuh anggota tubuh. 

4. Segera menjauhi area yang terdampak gas air mata.

5. Segera mencari pertolongan medis jika setelah 20 menit masih ada efek gas air mata atau mengalami sesak napas.

Dede menilai pengamanan dengan menggunakan gas air mata tersebut merupakan pelanggaran kode etik keamanan FIFA. 

Apalagi dampak dari akibat gas air mata dengan kondisi stadion yang sangat penuh sesak dan tidak kondusif, seharusnya pihak berwajib dapat melakukan tindakan pengamanan yang lainnya.

“Semoga dengan kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua sehingga sepakbola di Indonesia menjadi lebih baik lagi dan tidak ada kejadian serupa karena pada hakikatnya nyawa harus lebih dipentingkan dari segala galanya,” ucap Dede.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru