Gempa Cianjur Telan Banyak Korban Jiwa, Ini Mitigasi Bencana Gempa Bumi yang Tepat

Selasa, 22 November 2022 | 08:12 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Gempa Cianjur Telan Banyak Korban Jiwa, Ini Mitigasi Bencana Gempa Bumi yang Tepat

ILUSTRASI. Gempa Cianjur Telan 162 Korban Jiwa, Ini Mitigasi Bencana yang Tepat saat Gempa Bumi. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom.


KONTAN.CO.ID -  Gempa bumi bermagnitudo 5,6 yang melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (21/11/2022), menelan korban jiwa yang mayoritas anak-anak. 

Berdasarkan berita dari Kompas.com, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan bahwa data korban luka-luka terdapat 326 warga dan 13.784 orang mengungsi. 

Titik pengungsian tersebar di 14 titik dan korban luka-luka dirawat di Rumah Sakit terdekat. 

Banyaknya korban anak-anak disebabkan pada saat gempa terjadi, mayoritas siswa sekolah sedang belajar di madrasah atau pesantren.

Baca Juga: 13 BUMN Buka Lowongan Magang untuk Mahasiswa, Cek Syarat untuk Mendaftarnya

Apa itu mitigasi bencana?

Mengingat Indonesia sangat rawan dengan bencana khususnya gempa bumi, mitigasi bencana tentu wajib dipelajari oleh masyarakat.

Mitigasi bencana, menurut Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana. 

Upaya tersebut bisa melalui pembangunan fisik, maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana, baik yang disebabkan oleh erupsi gunung berapi juga gempa bumi.

Bersumber dari situs DIrektorat SMP Kemendikbud Ristek, Indonesia memiliki sekitar 500 gunung berapi. 126 diantaranya adalah gunung berapi aktif dan 7 dari jumlah tersebut sering meletus. 

Mengingat Indonesia sering dilanda gempa bumi dan gunung meletus, masyarakat perlu tahu mitigasi bencana yang benar dan tepat. Dengan menerapkan mitigasi yang benar, bisa mengurangi risiko dari bencana alam tersebut. 

Baca Juga: Tema dan Logo Perigatan Hari Guru Nasional 2022 serta Kumpulan Twibbon HGN 2022

Mitigasi bencana gempa bumi

Saat terjadi gempa bumi, biasanya disertai dengan bencana lainnya. Jika gempa terjadi di dekat pantai, bencana lain yang muncul adalah tsunami. Jika gempa terjadi di area tebing, bencana lain yang mungkin muncul adalah tanah longsor. 

Mitigasi bencana gempa bumi yang perlu Anda ketahui yang pertama adalah tempat berlindung saat bencana terjadi. Jika Anda berada di dalam ruangan saat gempa terjadi, segera cari tempat untuk berlindung yang kuat. 

Anda bisa berlindung di bawah meja atau kasur. Jika tidak ada meja atau kasur, gunakan bantal atau benda lain untuk melindungi kepala dari benturan.

Saat gempa sudah selesai, segera menuju ke titik evakuasi. Jangan masuk ke dalam rumah atau bangunan meskipun gempa sudah selesai karena ada kemungkinan bangunan tersebut runtuh.

Apabila Anda berada di luar ruangan saat terjadi gempa, segera hindari area yang terdapat benda yang bisa runtuh seperti gedung, tiang listrik, reklame, pohon, rumah, dan sebagainya. 

Cari ruangan yang terbuka dan tunggu hingga gempa mereda dan arahan dari pihak yang berwajib. Hindari area pantai dan pergi menuju dataran yang lebih tinggi jika Anda berada di sekitar pesisir saat gempa terjadi karena berisiko tsunami. 

Apabila gempa terjadi di area tebing, segera cari tempat yang jauh dari tebing untuk menghindari potensi tanah longsor.

Baca Juga: Manfaat Imunisasi Rutin untuk Kesehatan Anak dan Dampak Jika Anak Tidak Diimunisasi

Mitigasi bencana gunung meletus

Indonesia memiliki banyak gunung berapi yang masih aktif melakukan aktivitas vulkanik. Hal ini menyebabkan beberapa daerah di Indonesia berpotensi dilanda bencana gunung meletus. 

Agar mitigasi bencana gunung meletus bisa terlaksana dengan baik, kita perlu tahu ciri-ciri gunung berapi yang akan erupsi. 

Gunung berapi yang akan meletus biasanya ditandai dengan suhu udara di sekitar gunung yang meningkat. Kemudian terjadi pengeringan mendadak di perairan sekitar gunung dan terdengar suara gemuruh dari gunung berapi tersebut. 

Jika sudah melihat tanda-tanda erupsi, Anda perlu tahu jalur evakuasi. Hindari area sungai, lereng, dan daerah aliran lahar untuk menghindari bahaya banjir lahar dingin. 

Anda juga perlu memastikan apakah sudah berada di radius aman dari erupsi. Saat terjadi letusan, segera berlindung di shelter perlindungan. 

Tetap tenang dan ikuti arahan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Selalu siapkan masker dan kacamata untuk melindungi diri dari debu vulkanik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru