Hari Pahlawan, ini nama pahlawan nasional yang dijadikan nama jalan di luar negeri

Senin, 08 November 2021 | 12:04 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Hari Pahlawan, ini nama pahlawan nasional yang dijadikan nama jalan di luar negeri

ILUSTRASI. Nama Kartini diabadikan menjadi sebuah nama jalan di Utrecht, Belanda.


KONTAN.CO.ID - Hari Pahlawan 2021 diperingati pada Rabu, 10 November 2021. Sejumlah nama pahlawan diabadikan menjadi nama jalan di luar negeri. 

Tema Hari Pahlawan 2021 adalah Pahlawanku Inspirasiku. Tujuan memperingati Hari Pahlawan setiap tahun untuk mengenang kembali jasa dan perjuangan para pahlawan yang telah berjuang untuk mengusir penjajah dari Indonesia.

Puncaknya, peristiwa heroik di Surabaya pada 10 November 1945. 

Terdapat sejumlah nama pahlawan yang diabadikan sebagai nama jalan di Indonesia. Di antaranya adalah Rangkayo Rasuna Said yang menjadi nama jalan Rasuna Said di Kuningan, Jakarta Selatan. 

Baca Juga: ​Hari Pahlawan 10 November 2021, ini 3 jenis makam pahlawan yang perlu diketahui

Tak hanya di Jakarta, Jalan Rasuna Said juga ditemui di daerah asalnya di Padang, Sumatra Barat.

Selain Rasuna Said, masih ada nama pahlawan nasional yang namanya diabadikan menjadi nama jalan-jalan di Indonesia, yakni Laksamana Malahayati, Nyi Ageng Serang, Ratu Zaleha, Opu Daeng Resadju, dan Marta Chiristina Tiahahu. 

Namun, di antara banyaknya pahlawan nasional, terdapat sejumlah nama yang diabadikan ke sebuah nama jalan di luar negeri. 

Siapa sajakah pahlawan nasional yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di luar negeri? 

Baca Juga: Cek, ini daftar hari libur dan hari besar bulan November 2021

Nama Pahlawan Nasional dijadikan nama jalan di luar negeri 

Dirangkum dari akun Instagram resmi Kementerian Sosial, berikut adalah nama pahlawan nasional yang dijadikan nama jalan di luar negeri:

1. Soekarno 

Soekarno dipilih sebagai tokoh yang namanya diabadikan di salah satu jalan di Kota Rabat, ibu kota Maroko. 

Nama Soekarno dipilih sebagai nama jalan karena peran besarnya dalam menggalang kekuatan negara-negara dunia ketiga di Konferensi Asia Afrika pada 1955 di Bandung, Jawa Barat. Sehingga, memberikan dampak besar pada kemerdekaan Maroko di tahun 1956 dari Kolonial Perancis. 

Baca Juga: Museum Sumpah Pemuda: ini lokasi ikrar Sumpah Pemuda dan tarif kunjungannya

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru