Hari Besar Setiap 11 Februari: Ada Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains

Selasa, 10 Februari 2026 | 10:28 WIB
Hari Besar Setiap 11 Februari: Ada Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains

ILUSTRASI. KLBF Kembangkan Stem Cell dan Bioteknologi (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Cek daftar hari besar setiap 11 Februari baik internasional dan nasional. Tanggal 11 Februari setiap tahunnya menjadi momen istimewa di seluruh dunia.

Ada Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains (International Day of Women and Girls in Science), yang ditetapkan oleh Majelis Umum PBB sejak 2015 guna merayakan kontribusi luar biasa perempuan di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) serta mendorong kesetaraan gender yang lebih inklusif.

Pada tahun 2026 ini, peringatan tersebut mengusung tema utama “From Vision to Impact: Redefining STEM by Closing the Gender Gap”, yang menekankan pergeseran dari sekadar visi dan rekomendasi menuju aksi nyata serta solusi konkret untuk menutup kesenjangan gender di ekosistem STEM.

Baca Juga: Hari Besar 9 Februari: Ini Makna HPN & Hari Kavaleri TNI-AD untuk Bangsa

Di sisi lain, tanggal yang sama juga diperingati sebagai Hari Orang Sakit Sedunia oleh Gereja Katolik, yang bertepatan dengan Pesta Bunda Maria dari Lourdes.

Sementara itu, di Jepang, 11 Februari dirayakan sebagai Hari Pembentukan Negara (Kenkoku Kinen no Hi), hari libur nasional yang memperingati pendirian tradisional negara oleh Kaisar Jimmu pada 660 SM, sekaligus menjadi simbol rasa syukur dan cinta tanah air melalui berbagai upacara serta kegiatan budaya. 

Berikut ini latar belakang setiap hari besar tanggal 11 Februari 2026.

Baca Juga: Bulan Februari 2026 Disebut Perfect Month dalam Kalender Masehi, Apa Artinya?

Hari Besar Setiap 11 Februari

1. Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains (International Day of Women and Girls in Science)

Melansir laman United Nations, Hari ini ditetapkan oleh Majelis Umum PBB melalui resolusi pada tahun 2015 untuk mempromosikan kesetaraan gender di bidang STEM. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran akan kontribusi luar biasa perempuan dan anak perempuan dalam ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika.

Tanggal 11 Februari dipilih karena mencerminkan semangat inklusivitas dan mengatasi kesenjangan gender yang masih ada. Data UNESCO menunjukkan perempuan hanya mencakup kurang dari sepertiga peneliti global.

Di Indonesia dan banyak negara lain, faktor budaya serta akses pendidikan membatasi partisipasi perempuan di level tinggi. Setiap tahun, tema berbeda diusung untuk fokus pada dampak nyata.

Pada 2026, tema utama adalah “From Vision to Impact: Redefining STEM by Closing the Gender Gap”. Tema pendukungnya “Synergizing AI, Social Science, STEM and Finance: Building Inclusive Futures for Women and Girls”. Hari ini mendorong aksi konkret seperti beasiswa, seminar, dan kampanye untuk memberdayakan perempuan di sains. Dengan demikian, masa depan inovasi menjadi lebih inklusif dan beragam.

Baca Juga: Aturan Pengeras Suara Masjid Saat Ramadan 2026, Berikut Anjuran Kemenag

2. Hari Orang Sakit Sedunia (World Day of the Sick)

Hari penting ini ditetapkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 13 Mei 1992 dan dirayakan setiap 11 Februari. Tanggal ini bertepatan dengan Pesta Bunda Maria dari Lourdes, yang terkait dengan mukjizat penyembuhan.

Tujuannya adalah mengajak umat Katolik dan masyarakat untuk mendoakan serta mendukung orang sakit. Hari ini juga mengingatkan untuk melihat wajah Kristus dalam saudara yang menderita sakit. Paus Yohanes Paulus II meluncurkannya setelah diagnosis penyakit Parkinson-nya sendiri pada 1991.

Perayaan melibatkan doa bersama, kunjungan ke rumah sakit, dan penghargaan bagi tenaga medis. Gereja Katolik menekankan solidaritas, empati, dan perawatan holistik bagi yang sakit.

Setiap tahun, Paus mengeluarkan pesan khusus dengan tema tertentu, seperti harapan yang menguatkan di masa sulit. Hari ini relevan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, di mana komunitas Katolik aktif mengadakan misa dan kegiatan amal.

Secara keseluruhan, ini menjadi momen refleksi tentang nilai kehidupan dan kasih dalam penderitaan

Baca Juga: Peringatan Hari Besar 8 Februari: Ada Marriage Day dan 3 Perayaan Global Lainnya

3. Hari Pembentukan Negara (National Foundation Day / Kenkoku Kinen no Hi) di Jepang

Terakhir, ada hari libur nasional resmi di Jepang yang diperingati setiap 11 Februari. Hari ini memperingati pendirian tradisional Jepang oleh Kaisar Jimmu pada tahun 660 SM menurut legenda kuno.

Melansir laman Japan Gov, tanggal tersebut dihitung berdasarkan catatan dalam Kojiki dan Nihon Shoki, dikonversi ke kalender Gregorian. Secara historis, 11 Februari 1889 juga menandai promulgasi Konstitusi Meiji.

Sebelum Perang Dunia II, hari ini dirayakan sebagai Kigensetsu dengan upacara besar. Setelah dihapus pasca-perang, hari ini dikembalikan pada 1967 sebagai National Foundation Day.

Perayaan biasanya melibatkan upacara resmi, pidato kaisar, dan kegiatan budaya di sekolah serta kantor. Banyak warga Jepang menggunakan hari libur ini untuk berkumpul keluarga atau mengunjungi kuil. Hari ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menghargai sejarah bangsa.

Meski perayaannya relatif tenang dibandingkan hari libur lain, ini tetap simbol penting identitas nasional Jepang.

Tonton: Sukses dengan AFC, Pemerintah Buka Peluang Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028

Selanjutnya: 10 Februari Memperingati Hari Kacang-kacangan Sedunia, Penjelasan, dan Manfaatnya

Menarik Dibaca: Promo Indomaret Harga Spesial 10-23 Februari 2026, Sosis Ayam-Deodoran Diskon 30%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru